Connect with us

Kesehatan

5 Olahraga Simpel yang Bisa Dilakukan di Kantor

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kesehatan – Padatnya aktivitas yang dijalani seseorang di kantor membuatnya kesulitan dalam melakukan olahraga. Padahal kesibukan yang dijalaninya tersebut membuatnya sebaiknya melakukan lebih banyak kegiatan fisik.

Bayak alasan sering kali dijadikan kambing hitam seperti sulitnya membagi waktu serta tidak adanya tempat olahraga. Namun seharusnya tempat yang minim ini tidak dijadikan alasan minimnya olahraga fisik sehari-hari.

Di bawah ini beberapa gaya yang yang direkomendasikan oleh pemilik Sana Studio, Laila Munaf ini dapat dilakukan di kantor kamu untuk menjaga kondisi.

  1. Squat

” Pastikan kursinya stabil. Kalau ada rodanya, di-lock dulu. Lalu, lakukan gerakan dengan duduk di atas kursi, berdiri dan ulangi,” ungkapnya.

Sebaiknya, turunkan tinggi kursi hingga serendah mungkin agar otot paha dan bokong lebih terlatih. Pastikan bagian atas tubuh tetap tegap ketika melakukan squat.

  1. Lunges

Gerakan ini tidak memerlukan alat bantu. Kamu hanya perlu berdiri dan langkahkan salah satu kaki ke depan. Pastikan kedua kaki tertekuk 90 derajat agar otot kakimu terlatih. Lakukan gerakan pada kedua kaki secara bergantian.

  1. Kombinasi Squat & Lunges

” Kalau mau kombinasi, kamu bisa duduk, berdiri, lalu lunges. Itu sudah bisa melatih otot kaki,” ujarnya.

  1. Push Up

Untuk melatih otot tangan, lengan, dada dan perut, kamu bisa melakukan push up dengan bantuan kursi. Carilah pijakan yang cukup tinggi untuk kedua tanganmu.

” Semakin tinggi pijakannya, akan semakin ringan push up-nya. Kalau pijakannya rendah, tubuh akan semakin kuat ditarik oleh gravitasi. Jadi lebih berat,” katanya. Jangan lupa mengunci otot perut, lengan dan paha supaya gerakanmu sempurna.

  1. Captain’s Chair

Sesuai dengan namanya, gerakan ini dilakukan dengan bantuan kursi. Duduklah dengan tegap dan luruskan lutut. Lalu, tekuk lutut dan angkat kakimu hingga melewati pusar. Jangan mengangkat kaki terlalu tinggi untuk melatih otot perut dan paha.

“Kamu bisa menentukan repetisinya. Misalkan, satu gerakan 30 detik, istirahat 10 detik, lalu ganti gerakan,” tuturnya.

Jangan lupa perhatikan kondisi badan sebelum berolahraga. Kalau kurang tidur atau terlalu lelah, kamu bisa berolahraga di lain waktu.

“Make sure kondisi tubuhnya fit. Kalau kurang fit, olahraganya nggak perlu terlalu lama atau berat. Kalau dipaksakan bisa keseleo, cedera atau pingsan. Anything could happen,” jelasnya.

Dengan gerakan sederhana tersebut, berarti tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga.

“Kalau ada orang yang bilang nggak punya waktu, sebenarnya disisihkan 5-10 menit saja sudah cukup. Kalau ada kemauan, pasti ada waktu”.

Sumber: Dream.co.id