Connect with us

Dunia

Usai Kasus Khashoggi, Raja Salman Ganti Menlu Arab Saudi

Published

on

Geosiar.com, Riyadh – Mantan menteri keuangan ditunjuk Raja Salman menjadi menteri luar negeri dalam reshuffle kabinet Arab Saudi pada Selasa kemarin, (25/12/2018).

Pergantian menteri luar negeri ini diisukan sebagai langkah untuk memperbaiki citra Arab Saudi setelah tercoreng pembunuhan Jamal Khashoggi dan Perang Yaman, menurut laporan Reuters, (28/12/2018).

Kerajaan Saudi dikritik masyarakat internasional usai terungkapnya pembunuhan Jamal Khashoggi, pengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, di konsulat Saudi, Istanbul. Selain itu, krisis kemanusiaan yang semakin parah di Yaman meragukan kredibilitas Koalisi Arab pimpinan Saudi, di mana PBB mencatat jutaan warga Yaman terancam kelaparan.

Pada kabinet baru, Ibrahim al-Assaf, mantan menteri keuangan yang menjabat selama 20 tahun dan pernah mewakili Arab Saudi di IMF dan World Bank, dipercaya untuk memperbaiki citra di mata publik dunia. Ia menggantikan Adel al-Jubeir yang kini diturunkan jabatannya.

Pengamat dalam politik Arab Saudi mengatakan Jubeir yang merupakan diplomat senior, dianggap memiliki kesan dirinya sebagai tameng isu selama skandal Khashoggi.

“Assaf pada dasarnya akan mengikuti perintah, namun tampak sebagai kunci untuk membangun citra kerajaan karena kesan positif pribadinya oleh mata internasional,” kata Neil Quilliam, peneliti senior di Chatam House, sebuah lembaga riset Inggris.

Diketahui Assaf termasuk di antara banyak pengusaha senior, pejabat dan pangeran Arab Saudi yang ditahan di hotel mewah Ritz-Carlton selama penumpasan anti-korupsi yang diluncurkan oleh putra mahkota MBS tahun lalu, walaupun dia dengan cepat dibebaskan dari tahanan dan tuduhan.