Connect with us

Sumut

Bukan Uang, Ini Kunci Kebahagiaan Hidup Gandi Parapat

Published

on

Drs Gandi Parapat istri dan anak, kak Yuliana dgn anak istri Prof Sidik Priadana (sunda), Patuan Sianipar dgn istri anak mertua Br Siahaan 84 thn. (Geosiar.com)

Geosiar.com, Medan – Calon anggota Legislatif DPRD Sumatera Utara dari Partai Hanura Dapil 6 Labuhan Batu dan sekitarnya, Drs Gandi Parapat menegaskan, sebagai umat beragama harus berani mengutarakan kebenaran dan berbuat kebaikan.

“Sebagai umat beragama, kita lahir tidak atas keinginan kita dan juga semata-mata karena kehendak orang tua. Tapi mereka meminta kepada Tuhan agar punya anak, akhirnya jadilah kehendak Tuhan. Jadi jangan takut berbuat baik, itulah kunci kebahagiaan hidup,” ujarnya.

Hal itu dikatakannya di hadapan keluarga dan para undangan saat menggelar acara makan malam perayaan Natal, pada Selasa (25/12/2018) lalu.

Namun, salah satu undangan Prof Sidhik terlihat menyindir Gandi Parapat terkait pencalegkannya.

“Caleg itu harus punya banyak uang, sedangkan untuk keperluan Natal dan Tahun Baru 2019 sulit. Jangan bangga dengan masa-masa pergaulan ketika masa jaya Rizal Nurdin, MS Kaban, Anas Urbaningrum, Rahutman Harahap, Syamsul Arifin, Dahlan Iskan,Ajib Shah. Sedangkan masa mereka kita tetap hidup sederhana tidak bisa membantu orang dengan uang,” ujar Prof Sidhik.

Mendengar hal itu, Gandi Parapat menanggapi Prof Sidhik dengan pernayataan pentingnya bersyukur dan berserah diri kepada Tuhan.

“Kita di tempat ini pun harus dengan seizin Tuhan. Orang lain berlimpah harta tidak bisa seperti kita ini makan sekenyangnya, mereka makan ditakari karena kesehatan. Jadi segala sesuatu harus kita syukuri, penyerahan diri atau serta memintah kepada Tuhan. Tuhan pasti memberi sesuai dengan kehendak-Nya. Suka dan duka harus kita lapor kepada Tuhan dan bersyukur,” jelasnya.

Masalah kita tidak diberi rezeki berlimpah untuk bisa dipergunakan sebagai Caleg itu, sambung dia, bukan urusan manusia.

“Saya juga heran mengapa seperti ini saya. Tapi saya selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah dan dengan sadar bisa salah langkah dan menyinggung orang lain walaupun tidak sengaja,” ujar Gandi.

Gandi menambahkan, bahwa tidak sedikit orang yang meragukan kemampuannya. Namun dia tetap yakin dan berserah kepada Tuhan.

“Kalau salah harus cepat mengakui kesalahan, minta maaf dan memperbaiki. Banyak orang sangat khawatir tentang persiapan dan kemampuan saya, tapi segalanya itu terserah Dia, namun saya berkeyakinan Dialah yang menyuruh saya menjadi Caleg dari Labuhan Batu,” tegasnya.

“Pertanyaan anak saya Tangkas Sakti Parapat kelas 2 SMA Matauli Sibolga yaitu ‘Kenapa bisa orang lain percaya dan mau berkawan dengna bapak, padahal bapak pendek dan terlihat seperti tidak menyakinkan?’ Pertanyaan itu sederhana, tapi sulit saya jawab. Disitulah perlu kejujuran, ketulusan, keterbukaan dan keberanian menyampaikan keinginan atau pendapat dan jangan takut orang tersinggung atau marah, yang penting jangan ada niat jelek,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gandi Parapat bercerita saat dia pertama kali bertemu dan saling bertegur sapa dengan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Dahlan Iskan.

“Sama halnya ketika saya dengan tulus ingin berkenalan dan bersalaman dengan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Dahlan Iskan ketika baru dilantik menjadi menteri BUMN 29/10. 2011 di VIP Polonia Medan. Karena melihat ketulusan saya berbicara, saya diajak berfoto bersama anggotanya BUMN lainnya serta ikut makan enak di Jimbaran. Sampai sekarang masih berhubungan baik dengan mereka semua, kecuali almarhum pak Rizal N,” pungkasnya.

Gandi mengatakan, tidak masalah baginya jika gagal karena uang asal bukan gagal karena prestasi. Sebab setiap langkahnya, kata dia, selalu mengikuti perintah Tuhan.

“Kalau saya gagal karena tidak ada uang, tak masalah. Tapi kalau saya gagal karena prestasi atau melanggar hukum, itu akan menjadi penyesalan terbesar seumur hidup saya. Dalam setiap langkah saya, selalu mengikuti petunjuk Tuhan,” ujar Gandi.

Kemudian dia mengutip salah satu ayat dari Alkitab yang selalu menjadi harapan dan pedoman hidupnya.

“Seperti ayat Alkitab yang mengatakan ‘Jangan takut, Aku yang menyuruh kau, mengutus kau, kau milik-Ku, berjalanlah maka Aku akan selalu menuntunmu’. Kata itulah selalu modal dan harapan saya. Pertanyaan anak saya Tangkas Sakti, membuat saya bangga, karena saya sendiri pun dalam melaksanakan aktivitas dan mengatasi berbagai problema, terkadang tidak tahu. Banyak kejadian-kejadian diluar logika, namun saya selalu meminta kepada Tuhan serta berpengharapan hanya kepada-Nya,” tutur Gandi Parapat. (yl)