Connect with us

Nasional

Perayaan Natal di Area Terdampak Tsunami Selat Sunda Berlangsung Muram

Published

on

(nasional.tempo.co)

Geosiar.com, Banten – Perayaan Natal 2018 yang semestinya dihujani tawa dan iringan musik serta pujian sukacita diganti menjadi doa-doa kesedihan untuk korban tsunami Selat Sunda.

Salah satu gereja di wilayah Pantai Carita, yang juga terjang tsunami, perayaan Kelahiran Yesus Kristus berlangsung dengan suasana muram dan penuh haru.

Tepat pada Hari malam Natal kemarin (24/12/2018), Pastor Markus Taekz hari menyampaikan, Gereja Pantekosta Rahmat di daerah Carita tidak merayakan Natal dengan lagu-lagu gembira tahun ini.

Umat yang hadiri misa di malam Natal pun hanya sekitar 100 orang. Padahal, biasanya jumlah jemaat yang hadir bisa dua kali lipat dari jumlah itu.

Saat ini sudah banyak jemaat yang telah meninggalkan daerah Carita, menuju wilayah ibukota, Jakarta, atau lokasi lain demi jauh dari zona bencana tsunami Selat Sunda.

“Ini adalah situasi yang tidak biasa karena kami terpukul akibat bencana yang sangat buruk. Ya, itu menewaskan ratusan saudara dan saudari kami di Banten,” kata Pastor Markus.

“Jadi, perayaan Natal ini penuh dengan kesedihan,” tambahnya.

Dalam perayaan Natal di tahun ini, para pemimpin gereja juga memohon agar umat Kristen di seluruh Indonesia beri doa untuk para korban tsunami Selat Sunda.

Sampai saat ini, evakuasi korban tsunami Selat Sunda masih terus berlangsung. Tim evakuasi silih berganti membawa kantong mayat berwarna kuning, oranye, dan hitam yang berisi jenazah.

Banyak orang yang mencari keluarga dan saudara yang dicintainya. Pencarian korban tsunami juga menggunakan anjing pelacak.

Kehancuran akibat tsunami pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam terlihat di sepanjang garis pantai. Seperti diketahui gelombang hingga 2 sampai 5 meter menghancurkan kendaraan, pohon, serta bangunan.