Connect with us

Kesehatan

Krisis Identitas, Konflik Diri yang Bisa Dialami Segala Usia

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Apakah Anda pernah mengajukan pertanyaan pada diri sendiri mengenai, “Siapa saya sebenarnya? “Apa tujuan saya hidup? “Apa manfaat yang bisa saya berikan dalam hidup?”, serta berbagai pertanyaan lainnya terkait nilai dan kepentingan diri dengan kehidupan yang sedang Anda jalani saat ini. Jika jawabannya adalah ‘ya’, artinya Anda sedang mengalami krisis identitas.

Mengapa krisis kepribadian ini bisa terjadi? Apakah berarti ada yang salah dengan diri Anda? Supaya lebih paham, simak ulasan lengkapnya berikut ini

Istilah krisis identitas atau identity crisis pertama kali dipopulerkan oleh seorang psikoanalis sekaligus psikolog perkembangan, bernama Erik Erikson. Teori mengenai krisis identitas lahir karena Erikson percaya bahwa hal ini merupakan masalah kepribadian yang sering dihadapi banyak orang dalam hidupnya.

Sejatinya, memang proses pembentukan identitas adalah salah satu bagian penting dari kehidupan seseorang. Identitas akan terus berkembang dan berubah seumur hidup, selama Anda menghadapi kondisi, situasi, maupun tantangan baru.

Krisis identitas merupakan sebuah konflik dalam diri yang memang bisa muncul selama kehidupan. Ini membuat Anda akan terus berpikir dan menyangkutpautkan keberadaan Anda dengan kehidupan yang sedang Anda jalani.

Sebenarnya, hal yang normal untuk mempertanyakan mengenai keberadaan dan kepentingan Anda dalam hidup ini. Namun, ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah mulai masuk dan memengaruhi pikiran bahkan kehidupan pribadi Anda, tandanya Anda telah mengalami krisis identitas.

Berbeda seperti penyakit usus buntu, flu, atau migrain yang punya ciri dan tanda khas tersendiri, krisis kepribadian mengenai identitas ini tidak demikian. =

Selalu mempertanyakan mengenai siapa diri Anda yang kemudian berujung pada kaitannya dengan berbagai aspek kehidupan. Misalnya karir, pasangan, keluarga, keyakinan, dan lain sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut berdampak terhadap cara diri Anda melihat diri sendiri. Pernah atau bahkan sering mengalami konflik batin karena pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Terdapat perubahan besar yang sadar atau tidak turut memengaruhi perasaan dan kehidupan pribadi Anda. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mendorong Anda untuk mencari tahu lebih dalam mengenai arti dan tujuan hidup.

Pada taraf normal, sederet pertanyaan yang hadir di benak Anda mungkin tidak akan bertahan lama atau segera bertemu dengan jawabannya. Akan tetapi, masalah kepribadian ini tak jarang malah mengakibatkan stres hingga depresi berkepanjangan pada beberapa orang.