Connect with us

Dunia

Donald Trump Akan Tarik Militer Amerika Serikat dari Suriah

Published

on

Geosiar.com, Washington DC – Kampanye perang melawan kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah dikabarkan akan diakhiri oleh Amerika Serikat. Sinyalemen ini muncul ketika Presiden Amerika Serikat memutuskan menarik pasukan militer Amerika Serikat dari Suriah, Kamis, (20/12/2018).

Sekutu-sekutu Amerika Serikat, menyayangkan Keputusan Presiden Trump itu. Tapi Trump tampaknya tidak terpengaruh. Sekarang ini, ada sekitar 2 ribu pasukan Amerika Serikat di Suriah

“Buat apa kita perang di Surah untuk musuh kita dengan cara menempatkan pasukan militer dan membunuh untuk mereka, Rusia, Iran dan pemerintah lokal? Sekarang waktunya fokus pada negara kita dan membawa anak-anak muda kita pulang, tempat dimana mereka seharusnya berada !,” kata Trump, seperti dilansir dari Reuters, Jumat, (21/12/2018).

Diketahui Pejuang dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berdiri di dekat kuil Uwais al-Qarni yang hancur di Raqqa, Suriah 16 September 2017.

Trump lewat kicauannya mengatakan telah memenuhi janji kampanyenya agar Amerika Serikat meninggalkan Suriah. Pasalnya, posisi Amerika Serikat di Suriah sama dengan bekerja untuk negara-negara lain dan saat ini waktunya bagi negara lain untuk benar-benar bertempur di Suriah.

Mengenai keputusan Presiden Trump tersebut, pemerintah Prancis mengatakan akan tetap mempertahankan pasukan militernya di utara Suriah. Prancis adalah salah satu negara yang mengikuti jejak Amerika Serikat melawan ISIS di Suriah.

“ISIS belum tersapu dari peta kami, baik itu sampai ke akar-akarnya. Kantong organisasi terorisme terakhir ini harus dikalahkan secara militer,” kata Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly.