Connect with us

Daerah

Rencana Gelar Aksi ‘Dana Desa’, MD3 Laporkan Ulat Kades Bingkat Ke Kejari

Published

on

Rencana Gelar Aksi 'Dana Desa', MD3 Laporkan Ulat Kades Bingkat Ke Kejari. (Geosiar.com)

Geosiar.com, Serdang Bedagai – Sebanyak  10 orang pemuda warga Desa Bingkat dan DesaSukasari kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang menamakandirinya MD3 (Majelis Masyarakat Membangun Daerah)  semula akan melakukan aksi di kantor KejariSergai di Desa Firdaus kecamatan Sei Rampah, Senin (10/12/2018) sekitar pukul 10.00WIB, terkait Dana DD dan ADD serta ulah arogan Kadus dan Kades Desa Bingkat.

Gunawan Bakti dan Muhammad Sakti selaku pimpinan Koordinator  Lapangan (Korlap) telah mempersiap aksi terkait Dana BUMDes Desa dan indikasi adanya intervensi dari oknum Kepala Dusun I Desa Bingkat yang bernama Wagirin, namun aksi kelompok pemuda yang mengatasnamakan warga tersebut kondusif.

Kasi Intel Kejari Sergai Eduward SH.MH didampingi Kasi Pidsus, Donny Harahap SH,MH dan Kasi Pidum, Adryani Evalina br Sihotang serta beberapa Jaksa lainnya menerima dan mendengarkan aspirasi warga di runa kerjanya. Padahal pihak Kepolisian yang semula diberitahu sempat menurunkan personil dari Sabhara dan Polsek Firdaus.           

Kasi Intel Kejari Sergai Edward SH.MH mengatakan melalui perwakilan warga menyampaikan pengaduan mereka terkait Dana BUMDes Desa Bingkat, soal Karang taruna yang tak diperhatikan serta sarana olahraga seperti lapangan bola kaki yang seperti semak belukar.

Selain itu, perwakilan MD3 juga melaporkan indikasi adanya intervensi dari oknum Kepala Dusun I Desa Bingkat yang bernama  Wagirin.

“Beberapa hari sebelum mendatangi rumah warga yang akan ikut melakukan aksi dengan cara memomok-momoki warga kalau nanti mereka akan dipukuli Polisi dan ditahan,” kata Edward.           

“Serta adanya penggunaan Dana Desa dan ADD semuanya sudah dimasukkan dalam anggaran tetapi oleh Kepala Desa Bingkat, Rusdi, hal ini tak dilaksanakan sepenuhnya dan beberapa kali sebelumnya sudah disurati tetapi diduga ‘punya beking kuat’. Maka oknum Kades ini tak peduli apa yang dikehendaki warga, serta adanya dugaan ‘pungli’ melalui pengurusan surat tanah yang mencapai jutaan rupiah,” jelas Edward.      

Terkait aspirasi warga Desa Bingkat, Kasi Intel Kejari Sergai menjelaskan soal pengaduan warga tentang BUMDes tetap bergulir dan saat ini sesuai aturan, masih menunggu jawaban pihak Inspektorat Sergai selaku APIP.

“Kita tetap akan lanjutkan kasus ini dan jika ada temuan atau bukti, pasti akan diteruskan persoalannya dan bukan dihentikan. Masalah adanya intervensi dari oknum Kepala Dusun,ini tidak boleh dan sudah melanggar HAM sebab masyarakat diperbolehkan untuk mengeluarkan aspirasinya, asalkan sesuai aturan dan kondusif dan tidak anarkis. Ini juga akan kita pertanyakan nantinya kepada Kades Bingkat yang segera akan kita klarifikasi,” kata Edward.           

Sementara Kasi Pidsus, Donny Harahap SH,MH yang menangani kasus korupsi menambahkanbahwa setiap kasus yang merugikan keuangan negara itu adalah korupsi, tapipembuktian ini perlu proses dan waktu tentunya,” ungkap Donni. (art)