Connect with us

Nasional

Jokowi Minta Pemuda Katolik Terus Jaga Persatuan dan Toleransi

Published

on

Kiri ke kanan: Mantan Ketum Pemuda Katolik Agustinus T. Mbapa, Komisaris Utama PT Taspen Franky Sibarani, Ketum Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa, Anggota DPR RI Herman Heri, Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Wakil Gubernur NTT Josep Nai Soi, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Pastor Moderator Pemuda Katolik Johanes Haryanto dan Ketua Panita Theodora Ewalde Taek di Ballroom Hotel Millenium, Kota Kupang, NTT pada Sabtu (8/12). ( Foto: Beritasatu.com)

Geosiar.com, Kupang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemuda Katolik Indonesia untuk terus merawat toleransi di tengah situasi bangsa yang sedang diusik persatuannya.

Menurutnya, Pemuda Katolik Indonesia merupakan generasi emas yang memiliki karakter. Pasalnya, Pemuda Katolik Indonesia terus menghasilkan gagasan dan ide besar untuk kesejahteraan rakyat.

“Marilah para Pemuda Katolik Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua, Miangas sampai Pulau Rote jaga dan rawat terus persatuan, toleransi serta perdamaian di negeri Pancasila ini,” kata Joko Widodo dalam petikan rekaman yang diputar dalam seremoni Pembukaan Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik 2018 di Kupang, Sabtu (8/12/2018).

Dirinya menyampaikan, sebagai generasi muda yang memiliki energi baru, harus bisa menghasilkan ide dan gagasan yang mumpuni untuk membangun bangsa.

Di samping itu, Ketua Umum Pemuda Katolik Republik Indonesia Karolin Margaret Natasa mengatakan, sebagai generasi muda, harus terus menjadi bagian dari penjaga dan pengawal Pancasila.

Saat ini menurut Bupati Landak Provinsi Kalimantan Barat itu, situasi politik saat ini sudah sangat mengganggu dan bahkan meresahkan bangsa ini. Pancasila mulai diganggu hanya demi sebuah kepentingan politik pemilu dan pemilu kepala daerah.

Dirinya melanjutkan, setiap pemberitaan di media massa kasat mata terlihat jelas kalau Pancasila sedang diganggu. Untuk itu, sebagai bagian dari komponen bangsa, Pemuda Katolik Indonesia harus mengambil peran sebagai penjaga dan pengawal NKRI yang berlandas Pancasila.

“Kita tak perlu ragu dan takut untuk menjaga dan mengawal Pancasila sebagai dasar negara. Hanya Pancasila yang bisa memberi jaminan masa depan bangsa ini,” katanya.

Pada waktu yang bersamaan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Adrianus Nae Soi mengaku, Pemuda Katolik sebagai bagian dari pemuda Indonesia yang punya sejarah ikut memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Di titik itu setiap Pemuda Katolik harus ikut ambil bagian dalam aksi nyata pembangunan bangsa dan daerah

“Pancasila mulai diganggu, azas negara mulai mundur. Pemuda Katolik harus tetap merawat dan menjunjung tinggi toleransi. Peganglah prinsip katolik dan prinsip-prinsi kebangsaan di tengah gejolak yang ada. Tetaplah teguh dalam iman dan kuat dalam pencobaan,” ujar Wakil Gubernur.

Pada seremoni itu hadir juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Herman Heri, Ketua DPRD NTT H Anwar Pua Geno dan sejumlah pimpinan ormas antara lain GP Ansor NTT dan sejumlah undangan lainnya.

Nasional

Kapolres Blitar Benarkan Penangkapan 3 Terduga Teroris

Published

on

Ilustrasi Tim Antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88.

Geosiar.com, Blitar – Kapolres Blitar Ajun Komisaris Besar (Kombes) Anisullah M Ridho membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga terduga teroris di wilayah Blitar oleh Tim Antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 pada Jumat (23/8/2019) Sekitar pukul 20.22 WIB.

“Memang benar bahwa Polres Blitar telah membantu back up giat penindakan yang dilakukan oleh Tim Densus Mabes Polri yang telah mengamankan terduga teroris di wilayah Blitar,” ujar Kapolres Anisullah di Blitar, Sabtu (24/8/2019).

Selain menangkap, petugas Polres Blitar juga ikut membantu proses penggeledahan rumah terduga teroris. Setelah menjalani penggeledahan, tim langsung membawa terduga teroris tersebut ke Polres Blitar yang kemudian dilanjutkan ke Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Dari giat dimaksud ada satu terduga yang beralamat di Kabupaten Blitar dan dua orang terduga beralamat di Kota Blitar,” tandas dia.

Adapun identitas terduga teroris yang ditangkap antara lain berinisial JO (47) warga Jalan Riam Kiri, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. KU (48) warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. SU (53) warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Continue Reading

Nasional

Tak Lolos Seleksi Capim KPK, Laode Syarif: Biasa Saja

Published

on

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif mengaku memiliki perasaan biasa saja ketika tahu namanya tidak ada dalam daftar 20 nama capim yang lolos di tahap selanjutnya.

“Perasaan saya biasa saja ketika tidak lulus ke 20 besar,” kata Syarif, Jumat (23/8/2019).

Laode mengulang perkataannya yang sebelumnya ia sampaikan saat menjalani tes psikologi. Dia mengatakan lulus Alhamdulillah, tidak lulus juga Alhamdulillah.

“Sebagaimana yang saya kemukakan sebelum-sebelumnya,” tandasnya.

Panitia seleksi capim KPK periode 2019-2023 sebelumnya sudah merilis 20 nama yang lolos pada tahap profile assessment. Dari 20 nama itu, hanya Alexander Marwata yang lolos sebagai calon inkumben.

Pada seleksi periode kali ini, Syarif maju bersama Alex dan Basaria Panjaitan sebagai calon inkumben. Basaria telah lebih dulu gugur pada tahap tes psikologi. Syarif menyusul gugur di tahap profile assessment.

Syarif mengungkapkan bahwa banyak kegiatan yang akan dia lakukan setelah tak menjabat pimpinan KPK. Dia mengatakan akan kembali mengajar sebagai dosen. Selain itu, ia juga bakal tetap membantu KPK dari luar.

Continue Reading

Nasional

Moeldoko Soal Kabinet Baru Jokowi: Banyak Menteri Perempuan

Published

on

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: KOMPAS.com/GHINAN SALMAN)

Geosiar.com, Jakarta – Kebanggaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada menteri perempuan di kabinet kerja periode 2014-2019 sepertinya akan berlanjut ke periode selanjutnya. Pasalnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyatakan, menteri kabinet baru Jokowi lima tahun ke depan juga akan dipenuhi kaum perempuan.

“Pasti itu jadi pertimbangan. Tapi aku nggak ngerti komposisinya ya. Tapi faktor itu pasti,” tutur Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Disebutkan Moeldoko, keterwakilan perempuan juga akan menjadi fokus Jokowi di periode kedua pemerintahannya. Hal ini disebutnya sebagai keseimbangan gender.

“Keseimbangan gender istilahnya,” ujarnya.

Dalam periode 2014-2019, jumlah menteri perempuan Jokowi-Jusuf Kalla sebanyak delapan orang, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Kemudian, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com