Connect with us

Kriminal

Sempat 10 Hari Buron, Suami Pembakar Istri Sendiri Berhasil Ditangkap

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Makassar – Setelah 10 hari menjadi buron dan bersembunyi di Kota Makassar, pelaku yang telah membakar istrinya sendiri akhirnya berhasil ditangkap anggota Polres Barru, Selasa malam (4/12/2018).

Pelaku diamankan Polres Barru saat bersembunyi di wilayah Panakukang, Kelurahan Pampang, Kota Makassar. Tim Resmob Polda Sulsel bekerjasama dengan pihak Polres Baru berhasil mengamankan pelaku Abdul Arham (45 tahun) di penginapan Pondok Indah.

Anggota polisi terus mengintai pelaku yang melarikan diri usai tega membakar istrinya sendiri. Meskipun pelaku terus bersembunyi dari pengejaran polisi.

“Pelaku sempat kabur saat anggota ingin menangkapnya, tiga kali kami beri tembakan peringatan tak dihiraukannya, terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas,” kata Kapolres Barru AKBP Burhaman, Kamis (6/12/2018).

Kapolres Barru AKBP Burhaman menambahkan, saat ini pelaku telah dirawat di RS Bhayangkara Makassar dan setelah itu akan dibawa untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku Arham sebelumnya melakukan tindakan keji dengan membakar istrinya Andi Umrah (36). Setelah membakarnya, ia langsung melarikan diri pada Senin (26/11/2018) lalu. Saat itu, pelaku berada di rumah korban dan menyiramkan bensin ke tubuh istrinya lalu membakarnya.

Dugaan sementara pihak kepolisian jika pelaku tega membakar istrinya lantaran ingin bercerai, keduanya sudah dua tahun lebih pisah ranjang. Kini pelaku tengah dalam penanganan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

KCBI Karo : Kepsek SMA Negeri 2 Kabanjahe Harus Ditangkap Dan Diproses Secara Hukum

Published

on

Logo LSM KCBI

Geosiar – Karo – Terkait dari adanya Pernyataan Orang tua siswa (6/12), MR Ginting yang mengaku sebagai orang tua Siswa yang memiliki perekonomian rendah dan jauh dari kata Mampu merasa sangat berat untuk membayar beban uang kutipan untuk Dewan Komite Sekolah SMA Negeri 2 Kabanjahe sebesar Rp. 1.450.000,00 (satu juta empatratus limapuluh ribu) Pertahun dan iuran uang OSIS sebesar Rp. 120.000.00, (seratus duapuluh ribu) Pertahunya.

Pungutan liar atau Pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut. Pungutan liar merupakan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau Pegawai Negeri atau Pejabat Negara dengan cara meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut.

Hal ini sering disamakan dengan perbuatan pemerasan, Pungutan liar (Pungli) merupakan suatu tindakan pelanggaran hukum, dimana dalam KUHP sudah diatur mengenai pungutan liar tersebut. yakni pada Pasal 368 KUHP dan 423 KUHP.

Lamhot Situmorang, Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kemilau Cahaya Bangsa Indonesiab(KCBI) Wilayah Sumatra Utara (8/12), menanggapi Pernyataan orang tua siswa dari SMA Negeri 2 Kabanjahe terkait Merasa Dipungli atas kutipan uang Dewan Komite dan uang OSIS Menjekaskan,”Bila pernyataan orang tua siswa itu benar adanya, maka Tidak ada alasan apapun, Kepala sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Kabanjahe Wajib dan harus ditangkap serta diproses berdasarkan aturan yang berlaku”.

Lanjutnya, ada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 48 tentang Pendidikan, serta didalam Pasal 52 huruf (e) disebutkan pungutan oleh satuan pendidikan dalam rangka memenuhi tanggungjawab peserta didik, orang tua dan atau walinya, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 51 ayat 4 huruf (c), ayat 5 huruf (d) wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut, yaitu pada huruf (e) disebutkan tidak dipungut biaya dari peserta didik atau orang tua/walinya yang tidak mampu secara Ekonomi.

Dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana Pasal 368 KUHP menyatakan “ Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam, karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun ”
jelasnya.

Aturan dan Peraturan lainya yang mengatur juga dapat kita lihat didalam Pasal 423 KUHP “Pegawai negeri yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa orang lain untuk menyerahkan sesuatu, melakukan suatu pembayaran, melakukan pemotongan terhadap suatu pembayaran atau melakukan suatu pekerjaan untuk pribadi sendiri, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya enam tahun.”

Serta Menurut ketentuan yang diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kejahatan yang diatur dalam Pasal 423 KUHP merupakan tindak pidana korupsi, sehingga sesuai dengan ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 12 huruf e dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, maka pelakunya dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua puluh tahun dan pidana denda paling sedikit dua puluh juta rupiah dan paling banyak satu miliar rupiah.

Lanjutnya lagi, Pungutan uang Komite dan uang OSIS tersebut sudah masuk Kategori Pungutan Liar, dan jangan lagi alaskan berdasarkan adanya kesepakatan. Jelas jelas “MR” selaku orangtua siswa sudah merasa keberatan terkait pembayaran uang Komite dan uang Osis tersebut, sesuai Amanah Perpres Nomor 87 Tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

“Masyarakat dapat berperan serta dalam pemberantasan pungutan liar, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media elektronik atau non elektronik, dalam bentuk pemberian informasi, pengaduan, pelaporan, dan/ atau bentuk lain sesuai ketetentuan,” Maka dari itu KCBI akan mendampingi orangtua siswa “MR” melaporkan Pungli ini kepihak kepolisian Resor Tanah karo”, tutup Lamhot mengakhiri.

Kepala sekolah SMA Negri 2 Kabanjahe, Bastaria Sinulingga Spd. Mpd kembali dikonfirmasi oleh awak media (8/12).
hingga berita ini dinaikan, awak media tetap tidak mendapat jawaban dari pertanyaan konfirmasi.

Sebelumnya, awak media juga sudah mengkonfirmasi Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Tanah Karo yang juga sebagai Ketua Tim dari Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) Kabupaten Karo, Komisaris Polisi (Kompol) Edward N Saragih terkait Pungli tersebut dan akan menindaklanjuti./Eps

Continue Reading

Kriminal

Ayah di Binjai Tega Cabuli 3 Anak Gadisnya

Published

on

Pelaku (tengah) diringkus polisi. (hetanews)

Geosiar.com, Binjai – Buruh bangunan, Dayat (39), warga Jalan Bambuan, Lingkungan 10, Kelurahan Sumber Muliorejo, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) tega mencabuli tiga anak kandungnya yang masih remaja.

Karena perbuatan bejat pelaku, tiga anak korban yang masih berusia belasan tahun mengalami trauma dan shock.

Aksi tak senonoh Dayat itu diketahui setelah salah seorang anak pelaku melaporkan kasus pencabulan itu ke polisi. Tak berselang lama, tim Satreskrim Polres Binjai bergerak cepat dengan menangkap pelaku di rumahnya, Selasa (4/12/2018).

Sebelum ditangkap, pelaku sempat bersembunyi begitu melihat petugas mendatangi rumahnya menggunakan sepeda motor. Polisi akhirnya mendapatkan tersangka tak jauh dari rumahnya. Tersangka langsung di borgol dan dibawa ke Mapolres Binjai untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kepada tim penyidik, tersangka sempat membantah melakukan perbuatan tak sesonoh terhadap ketiga putrinya. Namun, setelah diberitahukan salah seorang anaknya sudah melaporkan perbuatan tersangka ke polisi tersangka baru mengkaui perbuatannya.

Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku sudah melakukan perbuatan keji terhadap ketiga anak kandungnya sejak tiga tahun lalu. Perbuatan biadab itu dilakukan karena istrinya yang bekerja sebagai tukang pijit sering meninggalkan rumah sampai tengah malam.

“Ya, tiga orang anak, Pak. Saya lakuin itu karena istri saya sering pulang larut malam,” uajrnya.

Kini tersangka diketahui menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polres Binjai.

Continue Reading

Kriminal

Tertangkap Basah Bobol Rumah, Pria Ini Diamuk Warga

Published

on

Terangkap Basah Bobol Rumah, Pria Ini Diamuk Warga.

Geosiar.com, Medan – Seorang pria bernama Pangeran Adi Guna Hasibuan (32) ditangkap Tim Polsek Medan Labuhan karena terbukti melakukan tindak pidana pencurian berupa 1 (satu) unit Kamera Digital merk Canon milik korban Ramli (53) di Jalan Baru, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Senin (03/12/2018) sekitar pukul 22.00 Wib.

Karena tertangkap basah,  pelaku kemudian diamuk warga hingga tak sadarkan diri dengan luka-luka disekujur tubuh.

Kejadian berawal ketika korban (Ramli) sedang berada di rumah makan miliknya di Kelurahan Paya Pasir. Tiba-tiba korban mendapat telepon dari tetangganya yang bernama Rustam, mengatakan bahwa rumah korban telah dibobol pencuri.

Saat itu juga korban langsung menuju rumah dan melihat pintu rumah belakangnya sudah terbuka dengan keadaan sarang kunci rusak. Dari insiden itu, korban kehilangan satu unit kamera digital merk Canon.

Kamera Canon milik korban.

Mendapat informasi adanya pelaku pencurian, Hamdan Piket Reskrim Polsek Medan Labuhan beserta Babinkamtibmas Terjun dipimpin Panit Reskrim Ipda T. Tampubolon segera mendatangi TKP.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor Suzuki FU, namun salah satunya berhasil kabur dan kini sedang dalam pencarian polisi.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit Kamera Digital merk Canon warna hitam dan satu unit Sepeda Motor Suzuki FU warna hitam BK.5937 ACL (milik pelaku).

Continue Reading
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com