Connect with us

Sumut

Kejari Sergai Musnahkan BB Berkekuatan Hukum Tetap

Published

on

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memusnahkan barang bukti (Geosiar.com)

Geosiar.com, Serdang Bedagai – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memusnahkan barang bukti (BB) tindak pidana narkotika, uang palsu serta perjudian di halaman belakang Kantor Kejari Sergai, Rabu (5/12/2018) sekitar jam 11.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh Waka Polres Sergai Kompol Hendri R Sibarani, Kasi Datun Kejari Sergai, Kasi Barang Bukti Kejari Sergai Tulus SH, dan Kasi Pembrantasan Narkotika (BNNK) Kompol Altor Sirait.

Kajari Sergai Jabal Nur  SH  MH kepada  Geosiar.com mengungkapkan,  barang bukti yang dimusnahkan kebanyakan dari hasil kejahatan penyalahgunaan narkotika. Berupa sabu seberat 113,38 gram, ganja 200 gram dari 71 perkara, mesin Jekpot 4 unit, uang palsu senilai Rp 4juta, kursi dan meja.

Kajari menambahkan, tindak pidana umum lainnya soal perlindungan anak dibawah umur, 3 perkara kamtibum, 2 perkara perjudian dan Oharda 1 perkara. Semua perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.

Kajari Jabal Nur berharap pemberantasan narkotika dapat dilakukan secara bersama dengan berbagai lapisan masyarakat dalam hal pencegahannya. Tingginya penyalagunaan narkoba ini juga berdampak terhadap tindak pidana pencabulan anak dibawah umur dan lainnya. Barang bukti yang telah dimusnahkan sudah berkekuatan hukum tetap hingga 30 November 2018.  (art)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Relokasi, Akhirnya Pedagang Pekanan Tempati Pasar Kecamatan Rambutan

Published

on

Camat Rambutan Hasbie Damanik meninjau pedagang. (Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebingtinggi – Setelah hampir 6 bulan tidak ditempati, akhirnya pedagang pekanan dapat menempati Pasar Kecamatan di jalan Gunung Arjuna Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Tebingtinggi, pada Minggu (9/12/2018) siang.

Camat Rambutan, H.M.Hasbie Damanik, S.Ag., MM.M.Si mengatakan relokasi pedagang pekanan ini merupakan intruksi dari Walikota Tebingtinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan untuk merelokasi pedagang pekanan ke Pasar Kecamatan Rambutan secara persuasif dan berjalan lancar.

“Seluruh pedagang saat ini menempati Pasar Kecamatan yang difasilitasi Personil Kecamatan, polsek dan Koramil. Sempat terjadi dialog antara pedagang dan Camat namun setelah dijelaskan kepada mereka maksud dan tujuan pemerintah, akhirnya mereka memahami dan secara sukarela pindah dengan sendirinya,” ujarnya.

Ditambahkan H Damanik MM MSi didampingi Kapolsek AKP Hendrik Surbakti, Komandan Koramil 13 Kapten Simanjuntak mengatakan bahwa pedagang pekanan ternyata lebih menikmati hasil pembangunan yang telah dilaksanakan, begitu juga masyarakat pembeli yang silih berganti hadir untuk berbelanja.

“Selama ini ada isu-isu miris diterima pedagang hingga tetap berdagang di jalanan dan lingkungan rumah warga, tapi setelah hadir dan menempati kios yang telah disediakan ternyata isu itu tidak benar. Ini membuktikan pedagang butuh sentuhan dan pihak Kecamatan,” sambungnya.

Diketahui, kedatangan pedagang juga disambut FORKOPIMCAM (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Rambutan sehingga hasil pembangunan sama sama dinikmati.

Saat diwawancarai Geosiar.com, salah satu pedagang Ibu Sitorus, mengaku puas atas pendekatan Camat dan lurah beserta pihak Kepolisian.

“Pasar Kecamatan benar-benar ditempati hari ini secara gratis dan lokasinya juga nyaman, transaksi jual beli berlangsung baik serta tidak mengganggu lalu lintas. Kami sangat menikmatinya,” sambung Ibu Sitorus.

Continue Reading

Sumut

Gantikan Mgr Anicetus Sinaga, Pastor Kornelius Sipayung OFMCap jadi Uskup Agung Medan

Published

on

Pastor Kornelius Sipayung OFMCap., ditunjuk menjadi Uskup Agung Medan pada Sabtu (8/12/2018). Mgr Kornelius Sipayung akan menggantikan Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Sinaga, yang telah mengajukan diri untuk pensiun. (Foto: Ist)

Geosiar.com, Medan – Jabatan Uskup Agung Medan kini disandang oleh Pastor Kornelius Sipayung OFMCap untuk menggantikan monsinyuŕ (Mgr) Anicetus Sinaga OFMCap yang mengundurkan diri. Pastor Kornelius Sipayung kini sudah berhak disebut Mgr. Kabar gembira itu disampaikan Vikaris Eviscopal Pro Religiosi Pastor Leo Sipahutar, usai Perayaan Misa Suci Hari Raya Santa Perawan Maria Tak Bernoda Asal, di Gereja Katedral Jalan Pemuda pada Sabtu (08/12/2018).

Pastor Leo Sipahutar mengatakan bahwa pengunduran diri Uskup Agung Medan, Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap sudah dimohonkan sejak dua tahun lalu saat usianya sudah 75 tahun untuk pensiun ke Tahta Suci Vatikan dan telah dikabulkan oleh Sri Paus Fransiskus. Selanjutnya Anicetus menjadi Uskup Emeritus pada usia 77 tahun.

Setelah disampaikannya pengumuman ini, maka sejak dari sekarang, walaupun Pastor Kornelius Sipayung belum ditahbiskan menjadi Uskup, Beliau sudah berhak dan akan disebut Mgr Kornelius Sipayung OFMCap. Kita sangat bersyukur kepada Tuhan dan bersukacita atas berita yang membahagiakan ini. Mari kita dukung Uskup Agung terpilih ini. Kita doakan agar beliau tetap sehat adalah bijaksana dan mampu melaksanakan tugasnya dengan hati-hati dalam melindungi cinta Tuhan,” ujar Pastor Leo Sipahutar.

Dengan demikian, Keuskupan Agung Medan saat ini memiliki dua orang Uskup Emeritus yaitu, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap dan Mgr. Anicetus Sinaga, OFMcap. Berita ini membawa kegembiraan bagi umat karena memiliki Uskup baru, sekaligus menghaturkan terima kasih atas pelayanan Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap.

“Mulai dari sekarang, walaupun pastor itu belum ditahbiskan menjadi uskup, beliau akan disebut Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap.,” demikian siaran pers Keuskupan Agung Medan, yang diterima di Jakarta.

“Setelah 2 tahun menanti, akhirnya sore hari ini tanggal 8 Desember 2018 di Gereja Katedral Medan, tepat pada saat Gereja kita merayakan Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Noda (yang juga menjadi pelindung gereja katedral ini), dalam Perayaan Ekaristi meriah, Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Sinaga mengumumkan maklumat dari Bapa Suci Paus Fransiskus, bahwa permohonannya dikabulkan dan yang akan menggantikan beliau sebagai Uskup Agung Medan ialah Pastor Kornelius Sipayung OFMCap,” ujarnya.

“Kita sangat bersyukur kepada Tuhan dan bergembira atas berita yang membahagiakan ini. Mari kita dukung Uskup Agung terpilih ini. Kita doakan agar beliau tetap sehat walafiat dan dapat mengemban tugasnya dengan bijaksana dalam perlindungan kasih Tuhan,” pungkas Mgr. Anicetus Sinaga.

Continue Reading

Sumut

Jenazah Jefri Tiba di Rumah Duka, Isak Tangis Menyelimuti Sei Belutu

Published

on

Jenazah korban penembakan KKB, Jepri Simaremare (26) disambut dengan isak tangis dirumah duka (Geosiar.com)

Geosiar.com, Serdang Bedagai – Jenazah korban penembakan KKB, Jefri Simaremare (26) disambut dengan isak tangis dirumah duka di Dusun 1, Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (8/12/2018).

Jefri yang merupakan salah satu korban tewas akibat penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018) lalu.

Berdasarkan pantauan di rumah duka, Sonti br Sirait (55) atau Ibu korban langsung menjerit histeris dan menangis saat mendengar suara ambulan. Tak hanya Sonti, masyarakat yang melayat kerumah duka juga turut sedih yang amat mendalam.

Sonti dalam tangisannya meminta agar peti jenazah dibuka supaya ia bisa melihat wajah anaknya untuk terakhir kali.

“Tolong pak buka petinya, aku mau melihat muka anakku walau sebentar,” harapnya.

Melihat kondisi jenazah yang sudah 6 hari dan mulai membusuk serta mengeluarkan aroma tidak sedap, akhirnya peti tersebut tidak di perbolehkan di buka, pinta Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu saat melayat kerumah duka.

“Maaf ya inang, bukan kami tidak mengizinkan dibuka, namun karena kondisi mayat sudah beberapa hari, maka peti mati tidak dapat kita buka,” kata Kapolres.

Tety Simare-mare, kakak kandung dari korban tidak menyangka adiknya tertimpa peristiwa ini hingga tewas ditembak KKB saat bekerja di Papua.

“Dia awalnya tinggal sama tulangnya di Papua, setelah kerja dia sering komunikasi dan mengirim uang untuk orangtuanya,” tutur Tety.

“Jepri masih lajang dan dia janji usia 30 tahun baru menikah,” tambahnya.

(Geosiar.com)

 

Sampai saat ini suasana di rumah duka masih di selimuti duka yang mendalam. Tak henti pula warga Sei Belutu berdatangan ke rumah duka dengan isak. (art)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com