Connect with us

Politik

Jangga Siregar SH dan Lily MBA Dilantik DPRD Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Melalui rapat paripurna istimewa DPRD Medan, Jangga Siregar SH dan DR Dra Lily MBA MH resmi dilantik dan pengambilan janji sumpah menjadi anggota DPRD Medan Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019. Pelantikan dilakukan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH diruang rapat paripurna DPRD Medan, Rabu (5/12/2018).

Selain Henry Jhon Hutagalung, rapat paripurna juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Ramli, H Ihwan Ritonga, Burhanuddin Sitepu dan sejumlah anggota DPRD Medan. Hadir juga Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution, sejumlah pimpinan OPD dan forum pimpinan daerah kota Medan.

Pada saat pelantikan, Henry Jhon Hutagalung, mengatakan, pelantikan dilakukan berdasarkan SK Gubsu yang ditanda tangani Edy Rahmayadi terhadap penetapan Jangga Siregar SH menggantikan Landen Marbun dan DR Lily MBA menggantikan Godfried Lubis sebagai anggota DPRD Medan.

Kepada ke dua anggota yang dantik, Henry Jhon Hutagalung mengucapkan selamat datang dan dapat mengabdi kepada rakyat. Diharapkan ke depan ke dua anggota dewan dapat menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan konstituen.

Sebagaimana diketahui, PAW Landen Marbun SH karena mengundurkan diri dari Hanura pindah ke Nasdem. Sedangkan Godfried Lubis pindah partai dari Gerindra ke Perindo. Otomatis hak ke dua anggota DPRD Medan itu gugur saat Ianya resmi Caleg DPRD Medan 2019-2024.

Sementara itu Walikota Medan yang diwakili Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution mengatakan, jabatan merupakan suatu amanah dan harus dipertanggungjawabkan. Diharapkan, setelah mengemban amanah itu dapat memberikan kinerja yang maksimal menyerap aspirasi masyarakat. Tidak lupa, Akyar berharap agar anggota dewan yang baru saja dilantik dapat mendukung Pemko Medan.

Menjelang Pemilu 2019 mendatang, Ahkyar menyampaikan perlu adanya persiapan yang matang. Untuk itu, Ahkyar mengajak semua pihak khususnya anggota dewan dapat mensukseskan Pemilu mendatang.

Sebagaimana diketahui, saat ini Jangga Siregar tercatat Caleg DPRD Medan 2019-2024 dapil II meliputi (Medan Marelan, Labuhan, Deli dan Belawan) No urut 8. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Tompi dan Rocky Gerung Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet

Published

on

Persidangan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Penyanyi sekaligus dokter, Tompi dan Dosen filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam persidangan kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Keduanya terlihat akrab dengan duduk berdampingan dan sempat berswafoto dalam ruang sidang sebelum memberi kesaksian.

Dalam sidang Ratna kali ini, JPU memanggil Tompi dan Rocky sebagai saksi fakta. Sementara, untuk saksi ahli akan dipanggil setelahnya.

“Untuk ahli akan diperiksa setelah saksi fakta selesai,” terang Koordinator Jaksa Penuntut Umum, Daroe Tri Sadono, Selasa (23/4/2019).

Hadirnya Tompi dan Rocky sebagai saksi, dinilai Ratna, tidak ada hubungannya dengan dakwaan.

“Mereka hanya terlibat di awal perkara. Sedangkan dakwaan terkait keonaran.” ujar Ratna Sarumpaet kepada awak media.

Sebelumnya, Tompi dan Rocky sudah dua kali dipanggil oleh kejaksaan untuk bersaksi, namun keduanya tak kunjung memenuhi panggilan kejaksaan. Ini merupakan panggilan ketiga mereka dan terpenuhi.

Continue Reading

Korupsi

Sidang Vonis Kasus Suap Idrus Marham

Published

on

Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham bergegas seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (16/4/2019). (Foto: ANTARA)

Geosiar.com, Jakarta – Idrus Marham menjalani sidang vonis terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 hari ini, Selasa (23/4/2019) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Iya benar sidang vonis (hari ini),” tutur pengacara Idrus Marham, Samsul Huda, Selasa (23/4/2019).

Mantan Sekjen Partai Golkar tersebut dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Sebelumnya, Idrus dituduh menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Suap tersebut dilakukan guna membantu Johanes mendapatkan proyek PLN.

Berdasarkan keterangan KPK, mantan Menteri Sosial itu menerima suap lantaran membutuhkan dana untuk pencalonan diri sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto.

Namun, sebelum persidangan digelar, Idrus tetap yakin dirinya tidak bersalah. Dia mengaku menerima uang tersebut, tapi tidak menikmatinya

“Tidak ada fakta di situ (persidangan) ada keterkaitan, memang tuntutan salah satu meringankan menerima tapi tidak menikmati coba bayangin saja, oleh karena itu saya berharap tidak usah pikiran saya,” ujar Idrus sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Sementara, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, orang yang bersama Idrus menerima suap tersebut telah divonis hukuman 6 tahun penjara. Sedangkan penyuap, Johannes Budisutrisno Kotjo menerima hukuman 4,5 tahun penjara.

Continue Reading

Korupsi

Dua Pejabat Kemenag Jadi Saksi Kasus Suap Romahurmuziy

Published

on

Romahurmuziy (Rommy) di sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Dua pejabat Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menjalankan pemeriksaan terkait kasus suap Romahurmuziy (Rommy) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyampaikan pemanggilan kedua pejabat tersebut dimaksud sebagai saksi atas Romahurmuziy (Rommy).

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy),” tutur Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).

Febri menyebut, kedua pejabat yang dipanggil, yakni Kepala Bagian Mutasi Setjen Kemenag, Sujoko, serta Kepala Tata Usaha Pimpinan Biro Umum Setjen Kemenag, Khoirul Huda Basyir Habibullah.

Selain itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin juga telah dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Rommy telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap jual-beli jabatan di Kemenag dalam OTT yang dilakukan KPK.

Bersama Rommy, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

Dalam penyidikan, KPK menyebut Rommy menerima suap Rp 300 juta dari Muafaq dan Haris untuk memuluskan proses seleksi jabatan yang sedang diikuti keduanya. Namun, sebenarnya, Rommy memiliki jabatan di Komisi XI DPR itu tidak punya kewenangan terkait pengisian jabatan di Kemenag.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com