Connect with us

BMKG

Gempa 5,3 M Guncang Talaud, Sulawesi Utara

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Talaud – Kepualauan Talaud, Sulawesi Utara diguncang gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo Rabu (5/12/2018) petang. Getaran gempa mulai dirasakan warga sekitar pukul 17.13 WIT.

Seperti dikutip dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 54 km barat laut Kepulauan Talaud.

“Kedalaman gempa sekitar 67 km di bawah permukaan laut,” tulis keterangan akun @infoBMKG.

https://twitter.com/infoBMKG/status/1070235979515027456/photo/1

 

Warga Tahuna juga merasakan getaran gempa di Sulut ini. Saat ini belum ditemukan informasi terkait adanya korban jiwa atau kerusakan akibat gempa ini.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BMKG

Gubsu Pastikan Dan Himbau Upaya Penanganan Pasca Erupsi Sinabung Bukan Sekedar Serimonial

Published

on

saat Gubsu Tinjau Pos Sinabung dikabupaten karo

Geosiar – Tanahkaro – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta agar sarana dan prasarana (Sarpras) bagi masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung yang menempati hunian tetap (huntap) di Siosar, Kabupaten Karo disiapkan secara menyeluruh. Sebab pasca erupsi Sinabung 2010 lalu, aktivitas warga bertani perlu dikembalikan.

“Segera setelah ini (relokasi) selesai semua, kita harus bantu itu, siapkan untuk pertanian warga. Karena itu pencaharian mereka. Apalagi Pak Presiden (Joko Widodo) sudah memberikan lahan untuk itu,” ujar Gubsu Edy Rahmayadi di Pos Pemantau Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Kamis (24/1).

Turut mendampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, Asisten Pemerintahan Provsu Jumsadi Damanik, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kadis PMD Aspan Sofian, Kadis Perkim Ida Mariana, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis serta Kabiro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus.

Dalam kunjungannya tersebut, Gubsu menyampaikan bahwa untuk memastikan upaya penanganan pasca erupsi Sinabung, seluruh pihak harus mengambil dan menjalankan peran masing-masing. Khusus kepada TNI dan Polri, di lembaga ini diimbau agar bekerjasama, bukan sekedar seremonial.

Dengan begitu, kendala yang dihadapi bisa diatasi bersama, termasuk pemerintah setempat. “Semua disiapkan, pasarnya juga harus ada. Kita akan buka jalan juga, supaya hasil pertanian masyarakat bisa mudah dibawa, didistribusikan,” sebutnya.

Menurut Gubsu, nilai lebih yang dimiliki Sumut khususnya Karo, adalah bonus geografis. Hasil pertanian dengan kualitas cukup baik hingga ekspor ke beberapa negara menjadikan kabupaten ini unggulan dalam hal pasokan buah dan sayuran. Karena itu masyarakat harus sejahtera secara ekonomi atas hasil bumi.

“Setelah ini kita harus siapkan semua. Masyarakat harus sejahtera. Yang pasti kita prioritaskan perumahan, pertanian, infrastruktur. Kalau kebutuhan air ini segera, besok harus dimulai,” sebut Edy Rahmayadi.

Untuk hunian tetap (huntap) sendiri, telah dihuni 103 KK. Sedangkan untuk tahap 3, telah disediakan sekitar 90 Ha untuk dibangun huntap berikutnya. Dari peninjauan itu, Gubsu juga menegaskan bahwa relokasi dan pembangunan sapras pendukung segera disiapkan./HMS/Eps

Continue Reading

BMKG

Viral Dimedsos, Dandim 0205/TK Cari Ke 5 Pendaki Untuk Diberikan Pengarahan Larangan Masuk Zona Merah

Published

on

(dok : edy surbakty) Dandim 0205/TK Letkol Taufik Rizal

Geosiar – Tanahkaro – Sekelompok remaja diduga telah melakukan pendakian gunung Api Sinabung, yang hingga saat ini masih berada pada Level IV (Status Awas), pada Sabtu 3 November 2018 lalu.

Aksi nekad mereka itu diketahui publik, pasca foto dan video documentary bertajuk “Mendaki Gunung Sinabung” yang mereka rekam. Muncul di media social (face book, red), Senin, 21/1/2019 yang menuai beragam bentuk komentar dari para Netizen mewarnai postingan tersebut.

Dalam rekaman video documentary yang berdurasi cukup singkat tersebut tidak diutarakan terkait latar belakang dari aksi para remaja tersebut, dan tidak diketahui mengapa ke lima remaja belasan tahun itu berani menembus Kawasan Zona berbahaya yang beberapa tahun silam pernah menelan korban jiwa.

Hingga kini kepastian titik lokasi masih menjadi pertanyaan nitizen, namun dari foto dan video, lokasi pendakian para pemuda itu, memang identik dengan kawasan Gunung Api Sinabung, itu terlihat dibaliknya hamparan danau Lau Kawar, serta didalam video disebutkan meraka melakukan perjalanan melalui Desa Kuta Gugung, pada pukul 16 lewat 39 menit, anak remaja tersebut juga menulis menginap semalam dan pulang pada minggu 4 November 2018.

Selanjutnya Geosiar langsung mengkonfirmasi Komandan Kodim (Dandim) 0205/TK yang juga sebagai komandan satuan tugas pengamanan zona merah terkait vitalnya aktifitas dan video sekelompok remaja yang telah melakukan pendakian serta berkemah di gunung api Sinabung yang diunggah dimedia sosial facebook atas nama account Tarigan’s Rap tertanggal 29 November 2018.

Dandim 0205/TK Letkol Taufik Rizal mengatakan ” Saya menyayangkan hal itu terjadi, dan itu berkaitan dengan Nyawa, saya sudah Perintahkan kepada jajaran untuk mencari ke 5 anak remaja tersebut dan akan kita beritau bahwa tindakan mereka salah telah memasuki Zona Merah sampai ke puncak Gunung Sinabung, ujar Taufik (22/1).

Lanjut Dandim, Danramil saya sudah langsung ke Relokasi Siosar untuk menghimbau anak anak tersebut, termasuk kepada keluarganya dan saya perintahkan agar anak anak tersebut untuk segera menghapus postingannya di media sosial Facebook, saya mohon kerjasamanya untuk jangan memperluas foto foto dan Video tersebut, agar tdak menjadi anggapan boleh naik kepuncak gunung Api Sinabung oleh masyarakat dan Wisatawan, tegas Letkol Taufk Rizal./Mawar

Continue Reading

BMKG

Sumba Barat Diguncang Gempa 6,7 SR

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kupang – Lautan wilayah barat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur dilanda gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 terjadi di Selasa (22/1/2019) siang.

Melansir Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa itu terjadi pada 12.10 WIB dengan episentrum di 120 kilometer barat daya Sumba Barat. Sedangkan hiposentrum atau pusat gempa di bawah permukaan bumi itu terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Karena gempa itu, BMKG menyatakan tak ada potensi tsunami.

Pada lokasi yang sebelumnya terjadi gempa pula pada pagi tadi yakni dengan magnitudo 6,2 disusul dengan magnitudo 5,2.
Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 terjadi di lautan wilayah barat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/1/2019) pagi.

Mengutip dari Twitter BMKG gempa itu terjadi pada 06.59 WIB dengan episentrum di 103 kilometer barat daya Sumba Barat. Sementara itu hiposentrum atau pusat gempa di bawah permukaan bumi itu terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan terdeteksi terjadi beberapa menit kemudian. BMKG mencatat gempa susulan dengan magnitudo 5,2 itu tercatat terjadi pada pukul 07.38 WIB.

Episentrum gempa susulan ini berada di 74 kilometer barat daya Sumba Barat. Sementara itu hiposentrumnya tetap di kedalaman 10 kilometer.

Mengutip dari Antara, usai gempa 6,2 SR pada pagi tadi tercatat setidaknya 12 kali gempa susulan di wilayah Sumba Barat. Gempa susulan itu terjadi mulai pukul 08.08 Wita hingga pukul 10.18 Wita.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (Thrust Fault),” katanya Kepala BMKG Stasiun Waingapu, Arief Tyastama di Kupang.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com