Connect with us

Dunia

Presiden Ke-41 AS, George HW Bush Meninggal di Usia 94 Tahun

Published

on

Mantan Presiden AS George H.W Bush Meninggal di usia 94 tahun.

Geosiar.com, Washington – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), George H.W. Bush, meninggal dunia pada hari Jumat (30/11/2018) waktu setempat. Presiden ke-41 AS itu meninggal pada usia 94 tahun.

Berita meninggalnya ayah dari mantan Presiden George W. Bush itu disampaikan oleh juru bicara pihak keluarga Jim McGrath lewat sebuah pernyataan. Dalam pernyataannya, McGrath mengatakan, Bush meninggal pada pukul 10 malam waktu setempat seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/12/2018).

Namun McGrath tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab meninggalnya presiden yang memimpin AS pada era berakhirnya Perang Dingin dan mengusir tentara Irak-nya Saddam Hussein dari Kuwait.

Selain George W. Bush, yang dua kali menjabat sebagai Presiden AS dari tahun 2001 hingga 2008, anaknya yang lain merupakan mantan Gubernur Florida Jeb Bush, yang gagal menjadi nominasi Partai Republik untuk calon presiden 2016.

Diketahui Bush senior, yang merupakan seorang Republikan sama seperti putranya, juga menjabat sebagai wakil presiden selama delapan tahun selama dua masa pemerintahan Ronald Reagan sebagai presiden, sebelum terpilih ke Gedung Putih.

Dia mengalahkan mantan Gubernur Massachusetts Michael Dukakis, calon dari Partai Demokrat, dalam kampanye presiden 1988. Namun ia gagal mempertahankan kursi presiden setelah kalah dari Bill Clinton pada pemilu 1992.

Bush meninggal tujuh bulan usai istrinya, mantan ibu negara, Barbara Bush, yang dinikahinya selama 73 tahun.

Saat itu Bush, yang pernah bertugas sebagai penerbang angkatan laut AS selama Perang Dunia II, menghadiri pemakaman istrinya di Houston dengan kursi roda dan mengenakan sepasang kaus kaki warna-warni dihias dengan buku-buku, untuk menghormati komitmen mendiang istrinya dalam membaca.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Makin Terpojok, ISIS Lawan Pakai Bom Bunuh Diri

Published

on

ilustrasi

Geosiar.com, Suriah – Sebagai perlawanan balik terhadap tentara koalisi SDF yang mengepung mereka, jihadis ISIS menggunakan terowongan dan pengebom bunuh diri s Kamis (15/2/2019) di kota Baghouz, Suriah. Mereka semakin terdesak dan kini hanya menguasai kilometer terakhir di timur Suriah.

“Ada banyak terowongan di Baghouz sekarang. Inilah sebabnya mengapa operasi ini berlarut-larut. Ada banyak pelaku bom bunuh diri yang menyerang posisi kami, dengan mobil-mobil bermuatan bahan peledak dan sepeda motor,” kata Adnan Afrin, juru bicara Pasukan Demokrat Suriah dari pasukan Kurdi-Arab yang mempelopori kampanye melawan ISIS dengan dukungan koalisi yang dipimpin AS.

Pasukan pimpinan Kurdi mendekati kota kecil Baghouz tempat para pejuang IS dan kerabat mereka berjongkok dan bertemu dengan orang-orang yang kelaparan dan acak-acakan.

“Ada perlawanan yang signifikan,” katanya kepada AFP di ladang minyak Al-Omar, pangkalan utama untuk serangan SDF terhadap potongan terakhir dari “kekhalifahan” IS asli.

Afrin mengatakan bahwa ratusan pejuang dari berbagai negara terus melancarkan seranan balasan. Mereka adalah pejuang yang masih bertahan di benteng terakhir mereka di perbatasan Irak.

Para jihadis masih bertahan di wilayah sekitar satu kilometer persegi di daerah di kota Baghouz. Terdapat juga sebuah kemah di dekat mereka yang diyakini sebagai lokasi berkumpulnya warga sipil.

Afrin memperkirakan masih ada sekitar 1000 orang di wilayah itu, terdiri dari pejuang, pria dan wanita. Namun, ia menyebut sulit untuk memberikan angka yang akurat.

Afrin, dua serangan bom bunuh diri dibawa oleh seorang perempuan pada Kamis (14/2/2019). Tapi, bom ini tidak menimbulkan kerusakan apapun diantra tentara SDF.

Diketahui, setiap hari orang-orang terus keluar dari wilayah ISIS dalam beberapa hari terakhir. Mereka menyusuri jalan tanah menuju titik pengumpulan di mana pejuang dan sukarelawan SDF memberikan pertolongan pertama dan melakukan penyaringan pertama.

Banyak dari mereka yang menyelinap harus tidur di luar dalam cuaca dingin untuk mencapai SDF, di mana beberapa yang beruntung mendapatkan tenda sementara sisanya tersebar di selimut tipis.

Continue Reading

Dunia

Rusia akan Fasilitasi Dialog untuk Atasi Krisis Venezuela

Published

on

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov

Geosiar.com, Moskwa – Negara Rusia menawarkan untuk memfasilitasi dialog antara pemerintah Venezuela dan oposisi untuk mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis politik dan ekonomi di negara Amerika Selatan itu.

“Kami sudah menjalin kontak sangat penting dengan pemerintah negara tersebut dan siap memberikan layanan fasilitasi proses menemukan jalan keluar situasi negara tersebut,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, seperti dikutip Reuters, Selasa (12/2/2019).

Kemudian Ryabkov mengatakan bahwa Rusia sudah membuat sejumlah proposal penyelesaian krisis di Venezuela, tapi tak menjabarkan lebih lanjut.

Sementara itu, Menlu Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo, untuk memperingatkan Washington agar tidak melakukan intervensi di Venezuela, termasuk dengan menggunakan militer.

Krisis politik di Venezuela memanas setelah pemimpin oposisi, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden interim di tengah unjuk rasa anti-Maduro besar-besaran pada 21 Januari lalu.

AS dan 50 negara lain mendukung Guaido, yang juga memegang jabatan Presiden Majelis Nasional Venezuela, badan parlemen negara tersebut. AS menilai, Majelis Nasional adalah satu-satunya lembaga negara Venezuela yang dipilih langsung oleh rakyat.

Gelombang penolakan Maduro kian deras usai ia menang dalam pemilu yang dianggap tidak sah karena sang presiden menghalalkan segala cara agar mencapai puncak kekuasaan.

Menurut oposisi, salah satu kecurangan Maduro tersebut adalah dengan mendirikan lembaga Konstituen Nasional, badan negara yang mengambil alih kewenangan Majelis Nasional.

Warga pun khawatir Maduro akan tetap berkuasa di tengah krisis ekonomi hingga Venezuela dihantam hiperinflasi, kondisi yang menyengsarakan rakyat.

Meski demikian, Rusia dan sejumlah negara lainnya, seperti China, tetap mendukung Maduro sebagai presiden yang resmi mengucap sumpah jabatan.

Continue Reading

Dunia

Pesan Damai Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar

Published

on

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar

Geosiar.com, Abu Dhabi – Setelah menandatangani dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama, Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus dan Imam Besar dan Rektor Universitas Al Azhar, Kairo di Mesir, Ahmed Al-Tayeb saling berpelukan.

Dokumen yang diteken juga oleh Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammed bin Rashid Al-Maktoum pada hari Senin, 4 Februari 2019 di Monumen Pendiri Uni Emirat Arab di Abu Dhabi, terdiri dari 3 bagian yaitu Pengantar dan Dokumen, dan penutup.

Di bawah ini adalah pernyataan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Tayeb tentang pesan penting dokumen itu bagi umat manusia.

Melansir dari Vatican News, Paus Fransiskus mengatakan, bahaya terbesar saat ini adalah pemusnahan penghancuran, perang, rasa benci di antara manusia.

“Jika kita manusia beriman tidak dapat berjabat tangan, saling merangkul satu dengan lainnya, memberi ciuman satu dengan lainnya, dan juga berdoa, maka iman kita akan dikalahkan,” ujar Paus.

Pemimpin 1,2 miliar umat Katolik sedunia ini menjelaskan, dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama dilahirkan dari iman kepada Allah yang adalah Allah dari semua dan Allah dari perdamaian, mengutuk semua kehancuran, terorisme, dari peristiwa terorisme pertama dalam sejarah, yakni Kain,” ujar Paus.

Imam Besar Al-Tayeb mengatakan, dokumen ini bersejarah dan menyerukan para pembuat kebijakan untuk menghentikan pertumpahan darah dan konflik.

“Muslim harus melindungi saudaranya umat Kristen. Saya dengan saudaraku dan sahabat Paus Fransiskus bekerja melindungi semua komunitas,” kata Imam Besar Al-Tayeb seperti dikutip dari Arab News.

“Muslim di negara-negara Barat harus mengikuti dan menghormati peraturan negara tempat mereka tinggal,” ujarnya.

Imam Besar Al-Tayeb menyampaikan, media Barat telah mengeksploitasi serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat untuk menunjukkan Islam secara negatif, sebagai agama haus darah, menunjukkan Muslim sebagai biadab dan barbar yang menimbulkan bahaya dan ancaman bagi masyarakat modern.

Salah satu tokoh Islam paling berpengaruh di dunia ini juga menyampaikan pujian kepada Uni Emirat Arab yang dianggap berhasil menjadi negara maju dengan berinvestasi pada sumber daya manusia terutama kaum muda.

“Pandangan jauh dan kebijaksanaan mengubah Uni Emirat Arab menjadi negara yang cerah dan menjadi tuan rumah pertemuan seperti ini,” katanya.

Dokumen ini tidak hanya bicara tentang konflik, terorisme, atau ekstrimisme, tetapi juga menyuarakan masalah akar kemiskinan dan ketimpangan yang lebar antara yang miskin dan kaya.

Paus Fransiskus menegaskan bahwa tugas agama di dunia untuk menyuarakan tentang kerakusan manusia dan hukum pasar yang mengabaikan dialog karena menuntut segalanya harus serba cepat dan segera.

“Agama-agama dunia juga memiliki tugas mengingatkan kita bahwa kerakusan demi meraih keuntungan membuat hati tidak berjiwa, dan hukum pasar saat ini menuntut segalanya serba cepat, pertemuan, dialog, keluarga dianggap tidak menguntungkan… Agama harus menjadi suara bagi yang paling sedikit, saudara-saudara kita, bukan statistik,” ujar Paus.

Mengenai kebebasan beragama, Paus Fransiskus menyatakan: “Kebebasan beragama tidak terbatas pada kebebasan beribadah, tetapi untuk orang lain sebagai saudara dalam kemanusiaan… Kita harus memiliki keberanian untuk menerima dan mengakui kebebasan yang lain.”

Mengutip Al Jazeera, di akhir acara, Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar meletakkan pondasi untuk pendirian masjid dan gereja baru yang akan dibangun berdampingan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com