Connect with us

Olahraga

Kalah dari Manchester United, Juventus Bangkit

Published

on

Allegri Akui Juventus Terlalu Emosi Hadapi MU (football5star.com)

Geosiar.com, Olahraga – Kekalahan dari Manchester United di ajang Liga Champions mengejutkan Juventus. Tetapi, kejutan itu nyatanya menjadi cambukkan untuk Juventus agar bangkit di laga selanjutnya.

Saat laga melawan United, Juventus sebenarnya tampil dengan dominan dari segi penguasaan bola (55% berbanding 45%) maupun peluang yang diciptakan (23 tembakan berbanding 10 temnakan), Juventus unggul atas ‘Setan Merah’. Mereka menekan United sepanjang laga. Cristiano Ronaldo, pemain bintang mereka, juga tampil apik lewat satu gol darinya.

Sayangnya, efektivitas dari permainan MU, dengan dua gol yang sukses mereka ciptakan lewat Juan Mata dan gol bunuh diri Leonardo Bonucci, membawa United memenangi laga tersebut. Juventus kalah. Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, mengakui bahwa hasil ini mengejutkan mereka.

Walau kalah, Juventus tidak berwajah muram sepanjang waktu. Perjuangan mereka berlanjut kala beberapa hari setelah kalah dari United, mereka menjalani laga besar lainnya yaitu menghadapi AC Milan. Pada laga ini, mereka kembali tampil dominan atas lawan mereka. Baik dari segi penguasaan bola maupun tembakan yang dilepaskan.

Tetapi jika di laga melawan United mereka tidak tampil efektif, di laga ini mereka sukses mengatasi kekurangan itu. Dari 6 tembakan mengarah ke gawang yang dilepaskan, dua di antaranya berbuah gol via Mario Mandzukic dan Ronaldo. Bandingkan dengan di laga lawan United, kala dari 23 tembakan yang mereka lepaskan, hanya 3 yang mengarah ke gawang.

Allegri menjelaskan ini merupakan buah dari hasil pembelajaran mereka usai kalah dari United. Dalam pertandingan lawan Milan, Juventus menyerang dengan baik dan dapat menekan Milan secara konstan, sehingga membuat Milan sulit mengembangkan laga dan menciptakan peluang. Mereka tidak memberikan ruang pada Milan, seperti yang mereka berikan pada United.

“kalah dari Manchester United berdampak baik untuk kami, karena malam ini kami bisa menang dan mencatatkan clean sheet. Kami sempat menurunkan tempo sedikit di awal babak kedua dan mencoba untuk melepas tembakan jarak jauh, tapi kami sadar itu salah, sehingga kami lanjutkan tekanan kami di sisa waktu babak kedua,” ujar Allegri.

“Ketika Mandzukic, Ronaldo, dan Dybala berada dalam satu formasi di lini serang, memang tampak terasa acak dan tidak teratur, tapi di waktu yang sama, hal itu juga membuat pola serangan kami sulit diprediksi lawan,” tambahnya.

Lebih lanjut, kekalahan dari United ini juga menyisakan pelajaran lain bagi Juventus. Di skuat berjuluk ‘Si Nyonya Tua’ tersebut, menurut tulisan dari Sebastian Giovinco dalam laman The Players’ Tribune berjudul For Toronto, ada sebuah mentalitas menang yang sudah dibentuk sejak para pemainnya masih berusia belia.

Mentalitas inilah yang sempat hilang di tubuh Juventus saat kalah dari United. Tapi Allegri bersyukur bahwa usai kekalahan tersebut, mata anak-anaknya terbuka sehingga mentalitas menang ini muncul kembali, tercermin dari sederhananya para pemain Juventus bermain.

“Semua orang mengatakan kepada saya setelah pertandingan melawan Manchester United bahwa kami bermain baik. Tapi, semua itu tak berarti jika tim tidak menang. Dalam beberapa momen, kadang kami tidak bisa bermain sederhana untuk menang, padahal, justru itu adalah salah satu hal yang penting,” jelasnya.