Connect with us

Lifestyle

Meski Terkena Hairdryer Tiap Hari, Begini Cara Agar Rambut Tetap Sehat

Published

on

Hairdryer (Unsplash.com)

Geosiar.com, Lifestyle – Rambut yang tertata rapi tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga mempengaruhi mood selama beraktivitas. Salah satu cara agar rambut tampak rapi adalah mem-blow rambut.

Yang menjadi masalahnya, hair dryer yang digunakan untuk mem-blow rambut setiap hari itu bisa memberi masalah baru. Penampilan dan mood memang rapi, tetapi rambut bisa rusak karenanya.

Jangan pernah sembarangan mem-blow rambut dan memperparah risiko kerusakan, dikutip fimela.com, perhatikan hal-hal berikut mulai sekarang jika ingin blow rambut.

1. Pengaturan yang pas

Jangan paparkan rambut dengan temperatur pengering maksimal, lebih baik gunakan temperatur medium saja sampai rambut sekitar 70% kering, baru tata dengan menggunakan sisir sampai dapat hasil yang diinginkan. Untuk speed, bisa sesuaikan dengan ketebalan rambut. Gunakan speed maksimum untuk rambut tebal dan medium untuk rambut tipis-sedang.

2. Gunakan hairdryer di jarak yang tepat

Pastikan untuk tidak meletakkan hairdryer terlalu dekat dengan rambut karena rambutmu bisa terbakar. Keringkan dari jarak yang cukup, yakni sekitar 1 cm dari sisir yang digunakan dan jangan menyentuh rambut sama sekali.

3. Pakailah pelembap

Untuk yang selalu mengeringkan rambut dengan hairdryer, ada baiknya untuk selalu menggunakan moisturizer berbentuk krim setiap habis keramas dan aplikasikan dalam keadaan rambut masih setengah basah.

4. Finishing touch

Jangan lewatkan finishing touch agar rambut tak cuma cantik, tapi juga terawat. Gunakan shine spray atau serum untuk tampilan yang lurus dan glossy. Untuk wavey look, gunakan dry sampo atau texture spray. Selamat mencoba, ya!

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

5 Hal Ini Akan Terjadi Akibat Make Up Berlebihan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Sekarang ini tren Korean skin care sudah bukan lagi hal yang asing. Ritual skin care yang diterapkan dalam 10 langkah tersebut memang terdengar cukup panjang, sehingga butuh ketekunan untuk melakukannya setiap hari. Walaupun prosesnya memakan banyak waktu, namun hasil yang ditawarkan pun cukup sebanding. Kulit menjadi tampak sehat, flawless, dan juga glowing.

Saat ini tren penerapan produk skin care secara berlapis ini banyak diaplikasikan oleh para wanita dengan tujuan mendapatkan tampilan kulit yang sempurna. Sayangnya, jika tidak dilakukan secara tepat, hal ini justru bisa saja mendatangkan dampak buruk. Apa saja itu? ini dia seperti dikutip fimela.com, Jumat (16/11/2018).

1. Timbul Ruam dan Rasa Gatal

Kulit yang terasa gatal, kulit yang memerah dan meradang bisa menjadi beberapa tanda bahwa tengah menggunakan produk perawatan yang dapat memicu reaksi negatif kulit. Ahli dermatologi di Beverly Hills, California, menjelaskan bahwa ruam pada kulit bisa disebabkan oleh bahan pengawet, pewangi ataupun acrylate yang ada di dalam produk skin care. Untuk mengatasinya, beri kulit jeda dengan bisa menghentikan pemakaian produk yang mengandung wewangian dan bahan kimia yang dominan.

2. Adanya Rasa Kencang dan Efek Kulit yang ‘Tertarik’

Jika merasakan adanya sensasi kulit ‘tertarik’ semakin kencang, bisa jadi itu adalah tanda bahwa salah satu dari rangkaian produk skin care yang digunakan justru malah mengurangi kadar hidrasi kulit. Jika merasakan sensasi ini, sebaiknya segera menghentikan pemakaian produk guna mencegah produksi minyak di kulit menjadi berlebihan.

3. Kulit Mengilap Tapi Tidak Berminyak

Kulit yang tampak mengilap namun tidak berminyak ternyata juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa telah melakukan eksfoliasi yang berlebihan. Hal ini umumnya disebabkan oleh terlalu banyaknya produkchemical exfoliator ataupun physical exfoliator yang dikenakan. Pssst, terlalu sering menggunakan produk eksfoliator juga nggak baik bagi kulit, lho! Salah satu akibatnya, kulit jadi mudah timbul rasa perih yang tentunya saja dapat mengganggu aktivitas.

4. Produksi Minyak Berkurang

Kulit yang konsumsi kadar minyak yang cukup akan menunjukan tanda keseimbangan. Jika produk-produk skin care yang digunakan selalu terasa berminyak sepanjang hari, artinya produk tersebut tidak terserap dengan baik pada kulit. Hal ini akan memberi Kamu pada kelenjar yang memproduksi minyak untuk menunda produksi minyak karena kadar minyak di permukaan kulit masih banyak. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka kelenjar minyak pun akan malas bekerja dan berujung pada dehidrasi kulit.

5. Muncul Masalah Kulit Lain

Bagi anda yang memiliki kulit kering menggunakan produk pelembap dengan takaran yang berlebihan mungkin akan terasa nyaman di wajah karena terasa wajah yang terhidrasi sempurna. Sayangnya, jika mengaplikasikan terlalu banyak produk pelembap, bahkan hingga produknya tidak menyerap sempurna ke dalam lapisan kulit, harti-hati! Hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa melakukan over-moisturizing. Bukannya mengatasi permasalahan kulit, namun malah menimbulkan masalah kulit lainnya. Sebut saja itu komedo ataupun jerawat.

Continue Reading

Kesehatan

Ini Jenis Makanan Penyebab Diabetes

Published

on

Ilustrasi cek gula darah

Geosiar.com, Kesehatan –  Diabetes selalu jadi momok yang menakutkan. Komplikasi yang disebabkan bisa mengancam nyawa. Di dunia, dilaporkan perkirakan ada sekitar 245 juta orang berjuang melawan diabetes. Sementara di Indonesia, prevalensi diabetes naik menjadi 8,5 persen pada 2018 dari sebelumnya 6,9 persen pada 2013.

Diabetes terjadi ketika tubuh tak dapat menggunakan insulin salah satu bagian penting dari sistem metabolisme tubuh dengan baik.

Gaya hidup tak sehat menjadi ‘terdakwa’ dari tak berfungsinya insulin dalam tubuh ini. Khususnya gaya hidup dalam memilih makanan. Dalam European Journal of Nutrition, disebutkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2.

Jika seseorang ingin menurunkan risiko diabetes, maka ada baiknya untuk mulai getol melakoni diet sehat yang diisi oleh makanan-makanan bergizi. Dengan catatan, usaha itu harus dilakukan berbarengan dengan aktivitas olahraga dan manajemen stres.

Berikut jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko diabetes diambil dari berbagai sumber.

Karbohidrat olahan

Ketika sumber karbohidrat diolah, vitamin dan mineral yang ada di dalamnya tentu akan hilang.

Kalori tanpa nutrisi ditambah dengan kandungan gula tinggi merupakan pelaku utama penyebab diabetes. Sebiasa mungkin, Anda perlu menghindari makanan jenis ini.

Sifat karbohidrat olahan yang mudah dicerna membuat makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Seiring berjalannya waktu, kondisi itu bakal berujung pada diabetes tipe-2.

Dalam Archives of Internal Medicine yang dipublikasikan di JAMA Network, disebutkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 21 persen.

Untuk mengurangi risiko itu, artinya Anda perlu membatasi asupan makanan karbohidrat olahan seperti roti, biskuit, dan pasta.

Minuman manis

Sudah jadi rahasia umum bahwa minuman manis dengan kandungan gula tinggi menjadi penyebab utama diabetes tipe-2. Gula, sebagaimana diketahui, dapat menyebabkan resistensi insulin.

Mengutip Healthline, meminum satu hingga dua gelas minuman manis per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sehingga 26 persen.

Untuk tetap terhidrasi, Anda bisa mengurangi konsumsi minuman manis dan memperbanyak air mineral untuk tubuh.

Lemak trans dan jenuh

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe-2. Sementara lemak jenuh diketahui mampu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Lemak jenuh dapat ditemukan di sejumlah sumber makanan seperti daging, mentega, susu, dan keju.

Berbeda dengan lemak jenuh, lemak trans merupakan salah satu bentuk dari lemak tak jenuh yang bisa membawa Anda pada risiko diabetes. Umumnya, lemak trans ditemukan dalam makanan kemasan dan makanan yang digoreng atau dipanggang dengan minyak.

Untuk menghindari lemak trans, Anda bisa menggunakan minyak zaitun saat menggorang.

Daging merah

Daging merah, baik yang olahan atau tidak, sama-sama terkait dengan diabetes tipe-2. Sebuah penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa 3 ons daging merah per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga 19 persen. Sementara konsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko hingga 51 persen.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika Anda beralih pada sumber protein yang mampu meningkatkan kesehatan seperti ikan. Atau, jika Anda ingin merasakan nikmatnya daging merah, Anda bisa mengombinasikannya dengan semangkuk sayur.

Continue Reading

Lifestyle

Ini Dia 5 Alasan Rambut Selalu Lepek

Published

on

Ilustrasi Rambut Lepek

Geosiar.com, Lifestyle – Salah satu kesalahan pada rambut adalah kelepekan. Rambut yang selalu lepek tidak peduli apapun yang dilakukan? Ingin membuat rambut agar terlihat bagus? Terlebih dahulu cari tahu apa yang membuat rambut selalu lepek.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa rambut selalu lepek dikutip dari cheatsheet.com, Rabu (14/11/2018). Penasaran? Ini dia

1. Minyak

Minyak menjadi penyebab utama kepelekan rambut. Minyak bisa terbentuk dari kombinasi kelembapan, kotoran, dan minyak alami yang dihasilkan oleh rambut itu sendiri sepanjang hari. Minyak bisa diatasi dengan mengaplikasikan sampo kering untuk menyerap kelebihan minyak. Sudah sering coba cara ini?

2. Rambut lurus

Meskipun jauh lebih mudah merawat rambut lurus, tetapi jenis rambut yang satu ini juga cenderung mudah lepek karena kurangnya tekstur alami. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan sisir yang tepat sesuai jenis rambutmu.

3. Rambut tipis

Seperti halnya dengan rambut lurus, rambut tipis biasanya bersifat genetik. Untuk memberi tampilan rambut yang lebih tebal, coba dengan ekstensi rambut yang bisa dilepas.

Penataan rambut yang berlebihan

4. Penataan

Rambut lepek juga bisa disebabkan oleh penataan yang buruk. Sering menggunakan alat pelurus rambut?

Pastikan untuk tidak pernah menggunakannya dari akar rambut karena jelas akan membuat rambut terlihat lepek. Atau bisa juga menggunakan hairspray untuk menambahkan tekstur pada rambut.

5. Menggunakan produk yang tidak tepat

Jika rambut terus menerus lepek, perhatikanlah lagi produk yang digunakan selama ini. Siapa tahu anda salah menggunakan produk.

Menggunakan sembarang produk tidak akan menyelesaikan masalah. Selain produk, cara mengaplikasikan produk tersebut juga memiliki peranan yang besar. Seperti mengaplikasikan kondisioner terlalu dekat dengan akar rambut. Atau tidak membilas sampo dengan bersih, pernah mengalaminya?

Continue Reading
Advertisement

Trending