Connect with us

Pilpres 2019

Ma’ruf: Hanya yang Matanya Buta dan Telinga Budek Tak Lihat Kinerja Jokowi

Published

on

Ma'ruf Amin (Okezone.com)

Geosiar.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden atau cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin menanggapi berbagai kritikkan yang ditujukan untuk pasangannya di pilpres 2019, Jokowi. Ma’ruf mengaku heran kenapa banyak orang mengkritik kinerja Jokowi.

Ma’ruf menilai, hanya orang yang tak bisa melihat dan tak bisa mendengar saja yang saat ini masih terus mengkritik kinerja Joko Widodo selama menjabat sebagai presiden.

“Hanya yang matanya buta dan yang telinganya budek, yang tidak melihat dan mendengar tentang ini (kinerja Jokowi), makanya harus dibukakan matanya, harus dilubangi telinganya,” tutur Ma’ruf Amin dalam sambutannya di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Ma’ruf mengutip pernyataan dari Gubernur Papua Barat yang sempat disinggung mengenai hasil kerja nyata Jokowi yang dirasakan rakyat Papua untuk menegaskan ucapannya. Ma’ruf bahkan menyebut bahwa tiap masyarakat Papua yang ditanya soal kemajuan di daerahnya, mereka selalu menyebut Jokowi.

“Bahkan yang saya dengar dari Gubernur Papua Barat, katanya mereka sudah merasakan itu. Karena itu jika ditanya jalan ini punya siapa, punya Pak Jokowi. Dana desa ini punya siapa, punya Pak Jokowi. Karena pak Jokowilah, pembangunan di daerah ini maju,” tambah Ma’ruf.

Ma’ruf mengatakan bahwa masyarakat Papua telah merasakan manfaat dari segala yang diberikan pak Jokowi serta memberikan maslahat kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ma’ruf yang turut hadir dalam acara Festival Indonesia Bernyanyi yang diselenggarakan laskar Jokowi, berharap agar nantinya nyanyian para musisi jalanan dapat membuka mata dan telinga pihak yang mengkritisi Jokowi. Terutama soal kinerjanya memimpin Indonesia selama 5 tahun belakangan.

“Kita berdoa dari nyanyian inilah dapat membukakan mata dan melubangi telinga yang budek-budek itu,” ujar Ma’ruf.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

SBY Instruksikan Kader Demokrat Mundur dari Kantor BPN, Ada Apa?

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menulis surat kepada sejumlah pengurus dan kader partai Demokrat usai Pemilu 2019.

Dalam surat tersebut, SBY menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan kader Demokrat yang berada di kantor Badan Pemengangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, untuk sementara waktu mengundurkan diri. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan membenarkan dan menyebut surat perintah tersebut diturunkan pada Kamis (18/4/2019) malam, yang ditujukan kepada Sekjen, Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan dan Waketum Demokrat Syarief Hasan serta ditembuskan kepada Komandan Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Surat tersebut berkaitan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019, yang dirasa SBY, sedang menunjukkan ketegangan dan bisa membahayakan politik dan keamanan NKRI.

Selain itu dalam suratnya, SBY ingin memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan inkonstitusional.

Presiden RI ke-6 itu pun mengimbau agar segera melapor kepadanya apabila terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan.Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, SBY menerima laporan bahwa ada yang hendak menggerakkan massa (people power). Oleh karenanya, SBY tidak ingin pengurus dan kadernya terlibat dalam gerakan itu.

“Pak SBY menerima laporan, ada upaya-upaya dari, entah siapa ya kita belum tau, katanya mau mengerahkan massa, mau people power dan segala macam. Amanat Pak SBY kepada kami menyatakan tidak boleh melibatkan diri di kegiatan-kegiatan tersebut,” kata Ferdinand Hutahaean kepada awak media di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Sebelumnya, SBY juga menurunkan surat terkait ketidaksetujuan metode kampanye akbar yang diusung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sewaktu di SUGBK, beberapa pekan lalu. Ia menilai, kampanye tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif.

Continue Reading

pemilu 2019

Real Count KPU 1.57%, Jokowi Unggul Tipis dari Prabowo di Bengkulu

Published

on

Real count KPU 1.57%, pada 19 Apr 2019 pukul 12.00, dengan jumlah 12.802 dari 813.350 TPS.

Geosiar.com, Jakarta – Hitungan cepat suara Pemilu 2019 versi Real Count KPU masih berlangsung. Hingga saat ini, paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi).

Berdasarkan real count KPU 1.57%, pada 19 Apr 2019 pukul 12.00, dengan jumlah 12.802 dari 813.350 TPS, kubu 01 memperoleh suara sebesar 56,35% sedangkan kubu 02 memperoleh 43,65%.

Pasangan petahana, Jokowi-Ma’ruf menguasai 18 provinsi di Indonesia dan suara luar negeri, sementara pasangan lawanya, Prabowo-Sandiaga menguasai 16 provisi di Indonesia.

Perolehan suara di Bengkulu, bagi kedua kandidat Pilpres 2019 ini, hanya berbeda tipis, yakni sekitar 276 suara. Jokowi-Ma’ruf meraih 53.495 suara, sementara Prabowo-Sandiaga 53.219 suara.

Hasil hitung cepat alias quick count di sejumlah lembaga survei sementara juga menunjukkan pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin (Jokowi-Amin) unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi).

Kendati demikian, keputusan akhir pemenang Pilpres 2019 tetap akan melalui penghitungan manual alias real count dari KPU mendatang.

Continue Reading

pemilu 2019

Dampingi Prabowo, Ekspresi Sandiaga Jadi Sorotan

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta tim sukses BPN di Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta selatan, Kamis (18/4/2019) (Foto: detikcom).

Geosiar.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali memberikan pidato atas klaim kemenangan Pemilu 2019 versi survei exit poll internal BPN di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Klaim ketiga kali ini, Sandiga terlihat mendampingi Prabowo setelah sebelumnya absen lantaran kondisi kesehatan yang kurang baik.

“Pada hari ini, saya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2019-2024,” buka Prabowo saat menyampaikan pidatonya di konferensi pers, Kamis (18/4/2019).

Saat mendeklarasikan kemenangan ini, Sandiaga terlihat berdiri di samping Prabowo Subianto dengan mengenakan baju berwarna biru, Sandiaga terlihat berdiri tegak sembari menunduk di samping pasangan capresnya tersebut.

Hadirnya Sandiaga ini ternyata menjadi sorotan tersendiri bagi awak media. Mereka pun langsung menyoroti wajah Sandiaga yang kelihatanya tidak begitu antusias dan bersemangat. Padahal, pidato itu terkait klaim kemenangan mereka di Pilpres 2019 versi exit poll BPN.

Selain itu, Sandiaga juga tidak turut berbicara ataupun menimpali pidato yang disampaikan Prabowo, seperti biasanya dalam jumpa pers. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hanya menyimak pidato kemenangan yang disampaikan Prabowo dan hanya mengacungkan dua jari saat Prabowo meneriakan kata ‘merdeka’.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com