Connect with us

Daerah

3 Tahun Anggota BPD Terpilih Tidak Dilantik,Tersandung Tidak Adanya Perda dan Perbup Karo Yang Mengatur

Published

on

Dokumentasi saat Kelima BPD Terpilih mengikuti pemilihan BPD Desa Buah Raya Kecamatan Kutabuluh Kab karo (2015)

Geosiar – Karo – Terkait Tidak dilantiknya lima (5) Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Buah Raya kecamatan Kuta Buluh yang telah terpilih sejak januari 2015 sebagai anggota BPD Desa Buah Raya Kecamatan Kuta Buluh kabupaten karo sumatra utara, kini masyarakat beserta anggota BPD terpilih tersebut coba memperjelas dengan melalui Media Online Geosiar.Com dan sekaligus mempertanyakan kepada Pemerintahan Kabupaten Karo.

Onas Prangin Angin menjelaskan sejak terbitnya surat Camat Kuta Buluh nomor : 414.2/290/CMT-KB/2015 mengintruksikan kepada kepala Desa Buah Raya dan BPD agar melaksanakan musyawarah mufakat dalam tahapan  Penjaringan Anggota BPD yang baru dengan mempedomani surat edaran Bupati Karo nomor : 141/1310/BPMPD/2014 dengan isi mengingat telah habisnya masa Jabatan BPD yang lama  sehingga di pandang perlu untuk melaksanakan pemilihan BPD yang baru.

Tidak hanya Onas, nasib serupa juga di alami oleh 4 orang aggota BPD terpilih Yaitu Simson Perangin Angin (50), Singgep Br Tarigan (59), Davidson Sembiring (39) dan Risna wati Br Milala (42), mereka  terpilih sesuai tahapan penghitungan suara resmi yang di selenggarakan oleh pihak panitia, yang di ikuti 10 orang peserta calon BPD pada saat itu.

Permasalahan ini sudah beberapa kali kami mempertanyakan ke pihak pemerintah Kecamatan Kuta Buluh,” pada saat itu  pak Jepta Tarigan Camat Kuta buluh, menurut keterangan pak Jepta kepada kami diarahkan menanyakan ke BPMPD Kabupaten Karo,” kata Onas.

Kita harus menunggu penetapan pembahas Perda terlebih dahulu dan setelah nanti Perda di keluarakan pasti akan kita serahkan SK untuk di lantik, Camat berharap kami bersabar dan akan dinformasikan nantinya setelah penetapan tersebut keluar, begitulah janji Camat kepada kami kala itu, “ terang Onas yang juga diamini oleh rekan rekannya saat berada di kediaman Onas.

Lanjut Onas, Namun setelah beberapa kali pergantian pimpinan Camat Kuta Buluh, ” setau saya setelah pak Jepta Tarigan mantan Camat Kuta Buluh menjabat sudah tiga orang yang menjabat sebagai Camat  di Kuta Buluh, tapi kami tunggu tunggu sampai sekarang  belum juga mendapatkan alasan jelas dan pasti dari pihak Pemkab Karo prihal apa kendala nya sehingga  belum juga  kami di lantik sebagai BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang telah di pilih oleh masyarakat “ jelasnya.

Kami merasa dalam hal ini telah di rugikan oleh pemerintah, baik secara moral maupun materil, karna  kami sudah memenuhi segala persyaratan, juga pastinya kami  telah mengeluarkan biaya dalam mengurus berkas berkas dan persyaratan administrasi lainya yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana  pemilihan, Ungkap Onas mengakhiri.

Salah satu dari tokoh masyarakat buah raya Robert Perangin angin (55) saat di hubungi melalui nomor selulernya, kamis (08/11/2018) menjelaskan kepada awak media dengan mengatakan mengingat saat ini Anggota BPD Desa Buah Raya hanya tinggal 2 orang yang menjabat sebagai Anggota BPD, dari jumlah sebelumnya 5 orang, dengan alasan dikarenakan dari kelima Anggota BPD tersebut ada yang telah meninggal dunia, ada 1 anggota sudah tidak aktif lagi dan satu  lagi sudah menjabat sebagai Kepala Desa saat ini, ujar Robert.

Persoalan ini kiranya dapatlah menjadi bahan pertimbangan oleh Pemkab karo untuk segera menurunkan SK ke 5 (lima) orang yang telah terpilih,” karna kalau hanya 2 orang saja yang menjabat Anggota BPD di desa kami saat ini, kami sebagai Warga masyarakat menilai kurang Evisien dan memandang perlu di lantiknya para Anggota BPD yang terpilih tersebut demi perubahan dan kemajuan Pembangunan Desa ini,serta agar seluruh inspirasi dari warga Desa dapat tertampung dan tentunya Pengawasan terhadap Pemerintahan Desa dapat berjalan sesuai harapan dan berjalan Optimal tentunya, harap Robert.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan (BPMPD) Kabupaten Karo Abel Tarwai Tarigan, S.sos. MT saat dikonfirmasi awak media melalui nomor selulernya (9/11) menjelaskan Dengan ditetapkannya UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka Daerah harus segera menyusun Perda atau Perbup mempedomani UU tersebut.

Termasuk Perda tentang  BPD, saat ini Perda Kab Karo tentang BPD masih dalam tahap Pembahasan bersama DPRD dan belum ditetapkan, dan Perda ini lah yang nantinya sebagai dasar kita dalam Penetapan Organisasi dan Pengisian Personil BPD, dengan kata lain kita harus menunggu Perdanya ditetapkan, tutur Abel.

Awak media yang merasa bingung dengan jawaban Kepala BPMPD tersebut akhirnya mempertanyakan mengapa bisa sampai 3 tahun lamanya Perda terkait BPD kabupaten Karo belum di Sah kan juga. Abel Menjawab dan mengarahkan agar bertanya kepada Eva Angelina Bagian Pemerintahan Desa./Eps/Dk/JM.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Ternyata Perda Terkait BPD Dikaro Belum Disahkan Hingga Kini

Published

on

Ramli Sitepu SH

Geosiar – Kabanjahe – Anggota DPRD Karo Ramli Sitepu SH dan Sekretaris DPRD Kabupaten Karo Petrus Ginting menyebut serta menegaskan bahwa Peraturan Daerah tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum disahkah oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karo. Hal ini disebutkannya dikantornya Kamis(16/11).

Kepala Dinas BPMPD kabupaten karo, Abel Tarawai Tarigan Saat di konfirmasi terkait kebenaran informasi yang beredar dimasyarakat luas mengatakan ” Saya belum baca langsung ke media nya, tapi yg jelas acuan dan pedoman kabupaten/kota dalam penetapan BPD adalah permendagri no 110 /2016 dan berhubung saya masih di luar kota, coba kamu Jumpai saja Kabid Penataan desa, di ruangan kantornya untuk diskusi langsung” Jelas Abel.

Ramli Sitepu SH, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Karo dari Partai Nasdem saat dimintai menanggapi terkait informasi kebenaran telah disahkanya Peraturan Daerah (Perda) terkait Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ditahun 2017, Ramli Membantah dan menegaskan bahwa informasi itu tidaklah benar adanya dan sampai sekarang Perda tersebut belumlah disahkan dan masih dalam proses, jelas Ramli.

Terkait persoalan informasi yang sudah beredar luas dimasyarakat kabupaten karo ini, maka perlu kami luruskan agar tidak menjadi simpang siur kebenaranya dan agar masyarakat luas mengetahuinya, serta kami juga sangat berharap janganlah asal ngomong dan asal memberitakan, pastikanlah terlebih dahulu kebenaranya dari pihak terkait dan yang berkompeten “ harap Ramli.

Terpisah, Petrus menyebut terkait Perda tentang BPD ini sudah masuk ke Sekretariat Dewan serta sudah dalam proses pembahasan. “Sudah diparipurnakan sekali, selanjutnya akan mendengar pandangan Umum fraksi hingga seterusnya untuk disahkan,” katanya.

Selanjutnya Sekwan meluruskan “bahwa terkait adanya informasi pemberitaan yang beredar luas tentang telah disahkannya Perda tentang BPD ditahun 2017 merupakan info yang tidak benar adanya, ujar Sekwan.

Hal yang disebut Sekwan ini, menindak lanjuti terkait puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang sudah terpilih pada Februari  2015 silam namun belum dilantik dan tidak ada kejelasan statusnya.

Hingga kini, BPD yang terpilih tersebut belum juga  menerima SK dan belum juga menduduki jabatannya. Selain beban moral bagi BPD yang terpilih, hal ini juga menjadi polemik bagi kalangan masyarakat  Desa, terutama dalam mengawasi kinerja aparatur Pemerintahan Desa./Eps/Dk.

Continue Reading

Daerah

Oknum Polri Tersangka Pencurian Ditangkap Di Wilkum Polsek Tigapanah

Published

on

saat tersangka pelaku pencurian diamankan beserta satu unit mobil dan 31 buah baterai hasil curian

Geosiar – Karo – Unit Reskrim Polres Dairi bersama Kapolsek Tigapanah Polres Tanah karo tangkap Oknum Polisi tersangka kasus pencurian 31 buah baterai tower yang berlokasi di pakpak Bharat (15/11).

Adapun Kronologis Penangkapan Menurut Kapolres Dairi melalui Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh mengatakan, Bermula dari informasi yang didapat Personil Sat Reskrim Polres Dairi dari seorang Operator Telkomsel an. Senior Sitanggang (15/11) sekira Pukul 05.30 Wib yang mengatakan bahwa telah terjadi Pencurian terhadap Baterai Tower Telkomsel yang diduga dicuri dari lokasi daerah Kabupaten Pakpak Barat.

Lanjut Donny mengatakan, diduga Pelaku Melarikan diri dengan mengendarai Satu Unit Mobil Daihatsu Grand Max No. Pol : BK 8209 CD Warna Hitam dengan membawa 31 (Tiga Puluh Satu) Unit Baterai Tower Curian dan melintas melewati wilayah Hukum Polres Dairi menuju Kabupaten Karo.

Selanjutnya Setelah mendapatkan informasi tersebut, personil Sat Reskrim Polres Dairi yang dipimpin oleh Kanit Resum IPDA SP. Manurung melakukan Pengejaran dan langsung Berkoordinasi dengan Polsek Tigapanah Polres Tanah Karo.

Setiba diwilayah hukum (Wilkum) Polsek Tigapanah, tepatnya  disimpang Merek Kabupaten Karo, Personil Sat Reskrim Polres Dairi Bersama Personil Polsek Tigapanah Polres Tanah Karo langsung melakukan Penangkapan terhadap Suliono yang diduga sebagai Pelaku Pencurian Beserta barang bukti dari atas Mobil yang dikendarai Oleh Suliono, jelas Kasubbag humas.

Selanjutnya Tersangka beserta Barang bukti dibawa kemako Polsek Tigapanah untuk Selanjutnya dibawa kepolres Dairi.

Adapun Barang bukti yang berhasil diamankan berupa : Satu Unit Mobil Pick Up Daihatsu Grand Max No. Pol. : BK 8209 CD Warna Hitam, 31 (Tiga Puluh Satu) Baterai Tower Telkomsel, Satu Karung Plastik berisikan Kabel Tower, Satu Karung Kawat Kabel Tower, Satu) Buah Gunting Kawat Besar, Satu Buah Linggis Panjang, Kunci-kunci Mobil, Sepucuk Senjata Air Shofgun, Satu Lembar KTP Asli an. Suliono, Satu Lembar KTA POLRI Asli an. Suliono, Satu Lembar Surat Perintah Tugas dari Sat Narkoba Polres Pakpak Barat.

Selanjutnya Polres Dairi akan berkoordinasi dengan menyerahkan Tersangka Beserta seluruh Barang bukti kepada Sat Reskrim Polres Pakpak Barat, dikarenakan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pencurian berada di wilayah Hukum Polres Pakpak Barat dan untuk selanjutnya dilakukan pengusutan lebih lanjut, ujar humas Polres dairi.

Terpisah, Keterangan yang diperoleh dari Kapolsek Tigapanah AKP Banuara Manurung SH menyebut, awalnya pihaknya mendapat informasi dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Dairi bahwa telah terjadi pencurian baterai tower telkomsel di daerah Pakpak Barat.

Informasi menyebut bahwa pelaku pencuri tersebut bergerak menuju Kabanjahe dengan mengendarai mobil pick up jenis Grandmax dengan muatan 31 buah baterai dan atas informasi tersebut, Kapolsek beserta jajarannya langsung melaksanakan hunting dan monitoring serta merazia kendaraan yang melintas di Kecamatan Merek.

Alhasil, Ditemukan satu unit mobil pick up Grandmax nopol BK 8209 CG yang bermuatan sebanyak 31 buah baterai tower saat melintas dari arah Sidikalang menuju Kabanjahe. “Kita berhentikan dan segera kita amankan,” kata Kapolsek.

Saat diamankan, pengemudi mobil pick up tersebut mengaku bernama Suliono serta menyebut dirinya merupakan salah satu personel Unit Narkoba Polres Pakpak Barat (KBO Sat Narkoba Polres Pakpak Barat) beralamat Dusun I Desa Pematang Guntung Kec. Teluk Mengkudu Kab. Serdang Bedagai

“Saat razia, kita berkekuatan penuh, kenderaan dinas roda dua dan empat kita kerahkan, personel juga kita lengkapi dengan senjata, ” katanya./Eps/Dk.

Continue Reading

Daerah

Kapolda Sumut Selesaikan Kuliah Magister Ilmu Hukum Dan Sandang Gelar Master Hukum

Published

on

saat sesi Foto bersama, Kapolda sumut (Kedua dari kanan)

Geosiar – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH resmi menyelesaikan kuliah Magister Ilmu Hukum di Universitas Muhammmadiah Sumatera Utara (UMSU) dan berhak menyandang gelar MH dengan Indek Prestasi Mahasiswa (IPK) 3,85.

Jenderal bintang dua tersebut menjalani prosesi wisuda dengan mahasiswa lainnya di Gedung Selekta jalan Listrik, Selasa (13/11/2018) Medan.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto mengatakan sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum dengan lancar. Meskipun setiap harinya Ia bekerja sebagai polisi, namun pendidikan tidak boleh ditinggalkan.

“Ilmu itu sangat penting, meskipun tidak muda lagi, tapi belajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan sangat penting. Karena tidak ada kata berakhir untuk belajar,” katanya.

Agus juga mendorong setiap anggota polisi untuk terus belajar dan menyelesaikan studi pendidikannya, karena pendidikan sangat penting dalam menujang karir dan menambah wawasan agar nantinya dapat diterapkan dalam bertugas dan kehidupan sehari hari.

Namun, bagi polisi yang ingin melanjutkan pendidikan, harus bisa membagi waktu atau menyesuaikan tegas tugas sehari hari, jangan sampai tugas yang sudah diamanahkan oleh undang undang menjadi terbengkalai, ” ilmu dan pendidikan sangat penting dalam kehidupan sehari hari. Karena tanpa ilmu kita akan seperti robot,” tutupnya.

Rektor UMSU Dr. Agussani dalam pidatonya mengatakan UMSU berkomitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mencetak generasi yang beraklak, cerdas dan islami.

Selain itu, UMSU juga mendorong dosen dosennya untuk melanjutkan studinya hingga keluar negeri. “Kita support dosen dosen untuk melanjutkan studinya agar semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud, apalagi generasi yang ingin dicetak yaitu generasi yang berakhlak,” kata Agussani./Eps/Ps.

Continue Reading
Advertisement

Trending