Connect with us

Pilpres 2019

Gerindra Bandingkan Permintaan Maaf Prabowo dan Jokowi

Published

on

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono (Nasional.kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, yang menyebut permintaan maaf Prabowo dalam beberapa hal patut dipertanyakan. Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menanggapi pernyataan tersebut.

Ferry menyebut, justru Jokowi yang telah berbohong berkali-kali namun tidak meminta maaf kepada masyarakat soal janji kampanyenya.

“Yang parah itu kalau bohong berkali-kali, tapi diam saja,” kata Ferry dilansir dari Kumparan, Jumat (9/11/2018).

Ferry mengungkapkan, seharusnya Erick Thohir sebagai Ketua Timses Jokowi harus introspeksi diri. Ferry pun merinci kebohongan yang pernah dilakukan Jokowi tersebut.

“Pak Joko Widodo beberapa kali dalam pernyataannya soal (mobil) esmeka, pertumbuhan ekonomi meroket, soal guru honorer, enggak pernah merasa punya tanggung jawab terhadap omongannya,” ungkap Ferry.

Ferry meluruskan beberapa permintaan maaf yang dilakukan Prabowo. Pada kasus Ratna Sarumpaet lalu, Prabowo meminta maaf karena Ratna ternyata berbohong, selanjutnya dalam kasus ‘Tampang Boyolali’, Prabowo juga meminta maaf karena konteksnya bersenda gurau.

Ferry menjelaskan bahwa Prabowo meminta maaf dengan berbesar hati. Ferry meminta Erick seharusnya mempermasalahkan ucapan Bupati Boyolali yang dinilai tidak etis.

“Erick Thohir malah anggap itu masalah, bukannya menanggapi pernyataan Bupati Boyolali yang omong kebon binatang. Ini yang salah dibenarkan yang benar disalahkan. Erick Tohir mulai ketularan gagal paham,” pungkas Ferry.

Sebelumnya Erick Thohir mengatakan permintaan maaf dari seseorang merupakan hal yang lumrah. Namun ia menyoroti seringnya Prabowo meminta maaf kepada publik. Pernyataan tersebut diungkapkan Erick pada acara Anugerah Syariah Republika di Hotel JW Mariot Kuningan,

“Kalau seorang pemimpin melakukan sesuatu minta maaf itu hal yang lumrah. Tapi kalau berkali-kali, harus dipertanyakan,” ucap Erick.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pemilu 2019

Selain Najwa Shihab, Karni Ilyas Diusulkan Jadi Moderator Debat Capres

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Arief Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), menyampaikan moderator debat kedua pilpres rencananya akan ditentukan besok, Jumat (25/1/2019). Moderator ini, ucap Arief, akan ditentukan dalam rapat persiapan teknis debat kedua bersama tim sukses paslon capres-cawapres dan televisi penyelenggara debat kedua.

“Besok akan menggelar rapat. Tempatnya di sini (KPU),” ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Arief mengatakan tak hanya membahas moderator, rapat teknis besok juga akan membahas hal teknis penyelenggaraan debat yang lain. Rapat tersebut akan dihadiri TKN Jokowi-Ma’ruf Amin dan BPN Prabowo-Sandiaga Uno serta pihak media penyelenggara debat kedua.

“Iya (untuk menentukan moderator). Ya (membahas) persiapan banyak hal juga. Semuanya,” ungkap dia.

Sejumlah nama jurnalis senior masuk dalam daftar moderator debat, seperti Karni Ilyas, Najwa Shihab, Tomi Tjokro dan Alfito Deannova. Semuanya diusulkan oleh media penyelenggara. KPU dan timses masing-masing paslon belum mengusulkan nama-nama moderator.

Diketahui, debat kedua pilpres dijadwalkan akan digelar di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada 17 Februari 2019. Debat kedua nanti merupakan debat antarcapres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Dalam debat kedua, ada sejumlah tema yang akan dibahas yakni energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup serta infrastruktur.

Continue Reading

pemilu 2019

Kata Bawaslu Soal Jokowi Beli Sabun Cuci 2 M

Published

on

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar.

Geosiar.com, Jakarta – Terkait kegiatan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) yang membeli sabun cuci dengan dana kampanye sebesar Rp 2 miliar ditanggapi oleh anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar. Fritz menilai, hal tersebut boleh dilakukan.

“Selama nanti dimasukkan ke dalam Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK), menurut saya tidak ada masalah,” ujar Fritz saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu, (23/1/2019).

Sebelumnya diketahui, pembelian sabun cuci sebanyak 100 ribu botol dengan harga Rp 2 miliar oleh Jokowi ini menjadi sorotan. Capres nomor urut 01 ini membeli langsung sabun itu dari salah satu kelompok usaha di Garut, Eli Liawati. Beberapa pihak mempertanyakan sumber anggaran yang dipakai Jokowi, apakah uang pribadi atau anggaran negara.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan uang Rp 2 miliar yang digunakan Jokowi untuk memborong 100 ribu botol sabun cuci di Garut berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun, per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN,” katanya di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

Nantinya, jelas Pramono, sabun-sabun itu bakal di bawah otoritas TKN. Pihak TKN pula yang aka mengelola dan membagikannya ke masyarakat.

Pramono menilai, membagikan sabun cuci untuk warga tidak melanggar aturan kampanye. “Karena sabun itu secara peraturan undang-undang diperbolehkan, kok. Jadi pertanyaannya siapa yang membeli? TKN, dan nanti akan dimasukan dalam laporan secara terbuka oleh TKN,” katanya.

Continue Reading

pemilu 2019

Najwa Shihab Ditolak BPN Prabowo-Sandiaga Jadi Moderator Debat Pilpres

Published

on

Prabowo dan Sandiaga Uno.

Geosiar.com, Jakarta – Najwa Shihab menjadi salah satu yang dipertimbangkan KPU untuk didapuk sebagai moderator debat capres di putaran kedua. Namun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak Najwa.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” sebut juru bicara BPN, Andre Rosiade, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Di samping Najwa, nama Tommy Tjokro dipertimbangkan sebagai kandidat moderator debat capres kedua. Nama Najwa dan Tommy, disebut Ketua KPU Arief Budiman, diusulkan oleh pihak televisi.

Andre menilai, KPU sebaiknya mencari nama lain selain Najwa Shihab. Dia menduga Najwa tidak netral.

“Saran kami, lebih baik KPU menunjuk figur lain yang lebih netral agar jangan menjadi polemik nantinya. Masih banyak figur lain yang mampu menjadi moderator tapi berposisi netral. Itu harapan kami kepada KPU,” ujar Andre.

Tentang jumlah moderator, Arief menyampaikan masih membahas bersama jajarannya. Namun, secara pribadi, Arief mengusulkan hanya ada satu moderator dalam debat kedua.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com