Connect with us

pemilu 2019

Erick Thohir Sebut Yusril Bergabung Sebagai Profesional, Tak Ada Deal Politik

Published

on

Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai memimpin rapat perdana bersama TKN KIK di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - Antara

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, menyampaikan tidak ada kesepakatan politik apapun ketika mengajak Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Jokowi – Ma’ruf. Thohir mengatakan bergabungnya Yusril dalam kapasitasnya sebagai pengacara profesional.

“Tidak ada deal politik, Pak Yusril sudah menyebutkan bahwa posisi beliau itu pribadi,” kata Erick kepada wartawan di Hotel JW Marriot, Kamis (8/11/2018) malam.

Sebelumnya Ysuril menceritakan ihwal sikapnya yang akhirnya bersedia bergabung sebagai pengacara Jokowi – Ma’ruf di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Yusril mengatakan keputusan itu diambil setelah bertemu dengan Erick di Hotel Mulia, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Erick Thohir menanyakan kesanggupan Yusril menjadi pengacara Jokowi – Ma’ruf. Yusril menyanggupi.

Erick pun mengingatkan Yusril, menjadi pengacara Jokowi – Ma’ruf berarti tanpa upah sama sekali alias probono. Sekali lagi Yusril menyanggupi.

Erick lantas menyamakan Yusril dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia yang mendukung Jokowi – Ma’ruf dengan kapasitasnya sebagai individu. Yusril pun sama. Menurut Erick rekam jejak dia di kancah hukum tak perlu lagi diragukan.

Bergabungnya nama-nama besar ke kubu Jokowi – Ma’ruf, kata Thohir, adalah hal positif bagi kubu mereka. Karena ada sebuah kepercayaan secara pribadi kepada Jokowi.

“Kepercayaan orang-orang ini bukan hanya kepercayaan semata. Tapi begitu nama besar disandingkan mendukung capres pasti ada resikonya,” kata Erick.

Erick mengaku tak ada masalah dengan posisi Yusril yang masih menjadi pengacara Hizbut Thahrir Indonesia (HTI). Menurut dia, setiap orang pasti memiliki visi yang berbeda seiring dengan posisi yang berbeda pula.

“Nah itu juga bagian dari profesional saja,” tutur Erick Thohir.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pemilu 2019

Selain Najwa Shihab, Karni Ilyas Diusulkan Jadi Moderator Debat Capres

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Arief Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), menyampaikan moderator debat kedua pilpres rencananya akan ditentukan besok, Jumat (25/1/2019). Moderator ini, ucap Arief, akan ditentukan dalam rapat persiapan teknis debat kedua bersama tim sukses paslon capres-cawapres dan televisi penyelenggara debat kedua.

“Besok akan menggelar rapat. Tempatnya di sini (KPU),” ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Arief mengatakan tak hanya membahas moderator, rapat teknis besok juga akan membahas hal teknis penyelenggaraan debat yang lain. Rapat tersebut akan dihadiri TKN Jokowi-Ma’ruf Amin dan BPN Prabowo-Sandiaga Uno serta pihak media penyelenggara debat kedua.

“Iya (untuk menentukan moderator). Ya (membahas) persiapan banyak hal juga. Semuanya,” ungkap dia.

Sejumlah nama jurnalis senior masuk dalam daftar moderator debat, seperti Karni Ilyas, Najwa Shihab, Tomi Tjokro dan Alfito Deannova. Semuanya diusulkan oleh media penyelenggara. KPU dan timses masing-masing paslon belum mengusulkan nama-nama moderator.

Diketahui, debat kedua pilpres dijadwalkan akan digelar di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada 17 Februari 2019. Debat kedua nanti merupakan debat antarcapres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Dalam debat kedua, ada sejumlah tema yang akan dibahas yakni energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup serta infrastruktur.

Continue Reading

pemilu 2019

Kata Bawaslu Soal Jokowi Beli Sabun Cuci 2 M

Published

on

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar.

Geosiar.com, Jakarta – Terkait kegiatan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) yang membeli sabun cuci dengan dana kampanye sebesar Rp 2 miliar ditanggapi oleh anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar. Fritz menilai, hal tersebut boleh dilakukan.

“Selama nanti dimasukkan ke dalam Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK), menurut saya tidak ada masalah,” ujar Fritz saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu, (23/1/2019).

Sebelumnya diketahui, pembelian sabun cuci sebanyak 100 ribu botol dengan harga Rp 2 miliar oleh Jokowi ini menjadi sorotan. Capres nomor urut 01 ini membeli langsung sabun itu dari salah satu kelompok usaha di Garut, Eli Liawati. Beberapa pihak mempertanyakan sumber anggaran yang dipakai Jokowi, apakah uang pribadi atau anggaran negara.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan uang Rp 2 miliar yang digunakan Jokowi untuk memborong 100 ribu botol sabun cuci di Garut berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun, per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN,” katanya di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

Nantinya, jelas Pramono, sabun-sabun itu bakal di bawah otoritas TKN. Pihak TKN pula yang aka mengelola dan membagikannya ke masyarakat.

Pramono menilai, membagikan sabun cuci untuk warga tidak melanggar aturan kampanye. “Karena sabun itu secara peraturan undang-undang diperbolehkan, kok. Jadi pertanyaannya siapa yang membeli? TKN, dan nanti akan dimasukan dalam laporan secara terbuka oleh TKN,” katanya.

Continue Reading

pemilu 2019

Najwa Shihab Ditolak BPN Prabowo-Sandiaga Jadi Moderator Debat Pilpres

Published

on

Prabowo dan Sandiaga Uno.

Geosiar.com, Jakarta – Najwa Shihab menjadi salah satu yang dipertimbangkan KPU untuk didapuk sebagai moderator debat capres di putaran kedua. Namun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak Najwa.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” sebut juru bicara BPN, Andre Rosiade, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Di samping Najwa, nama Tommy Tjokro dipertimbangkan sebagai kandidat moderator debat capres kedua. Nama Najwa dan Tommy, disebut Ketua KPU Arief Budiman, diusulkan oleh pihak televisi.

Andre menilai, KPU sebaiknya mencari nama lain selain Najwa Shihab. Dia menduga Najwa tidak netral.

“Saran kami, lebih baik KPU menunjuk figur lain yang lebih netral agar jangan menjadi polemik nantinya. Masih banyak figur lain yang mampu menjadi moderator tapi berposisi netral. Itu harapan kami kepada KPU,” ujar Andre.

Tentang jumlah moderator, Arief menyampaikan masih membahas bersama jajarannya. Namun, secara pribadi, Arief mengusulkan hanya ada satu moderator dalam debat kedua.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com