Connect with us

Politik

Boydo Panjaitan Pimpin Komisi C DPRD Medan, Penataan Pasar Skala Prioritas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Setelah terpilih secara aklamasi, Boydo HK Panjaitan SH menjadi Ketua Komisi C DPRD Medan, Rabu (7/11/2018). Boydo HK Panjaitan mengaku akan melanjutkan menuntaskan berbagai persoalan masalah pedagang di kota Medan.

Bahkan, kata Boydo Panjaitan (foto) yang juga Bendahara DPC PDI P Kota Medan itu, yang menjadi skala prioritas agenda Komisi C yakni masalah pembinaan dan penataan pedagang oleh PD Pasar. Diakui, masalah revitalisasi pasar tradisional dan penataan pedagang selama ini kerap menimbulkan masalah yang tak kunjung selesai.

Disampaikan kepada wartawan usai dipercaya menjabat Ketua Komisi C, Boydo menyampaikan dalam waktu dekat akan meninjau Pasar Kampung Lalang. Dimungkinkan, berhubung revitalisasi pasar hendak selesai maka perlu diantisipasi terjadinya keributan soal penempatan kios baru.

“Situasi demikian sering timbul masalah maka perlu diwaspadai sejak dini. Kita harapkan PD Pasar juga mengantisipasi timbulnya gejolak baru. Segera kita akan turun melihat persiapan pemindahan pedagang di pasar Kampung Lalang,” ujar Boydo HK Panjaitan yang saat ini selaku Caleg DPRD Medan 2019-2024 PDIP No Urut 2 dapil IV Kecamatan Medan (Amplas, Kota, Denai dan Area).

Begitu juga dengan di pasar Marelan, yang selama ini terjadi pro kontra dan keluhan pedagang akan segera ditinjau. “Kita berharap supaya pedagang nyaman untuk berdagang. Untuk itu, kita tetap berharap dukungan semua pihak akan kondisi pasar tradisional menuju pasar modern, ” sebut Boydo.

Persoalan pasar di Medan bukan hanya disitu saja, tapi menurur Boydo masalah pasar Aksara paling memprihatinkan. Dimana nasib pedagang saat ini masih terkatung katung.

Parahnya, Pemko Medan melontarkan statemen bahwa eks pasar aksara hendak dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pada hal keluhan pedagang tidak diakomodir.

“Kalau eks pasar Aksara dijadikan RTH, nasib pedagang bagaimana. Kapan mau dilakukan, seperti apa bentuknya,” tegas Boydo.

Boydo menyayangkan pihak Pemko Medan yang lambat menangani masalah. Boydo mengaku prihatin sejak tahun 2015 pasar aksara terbakar namun penanganan pedagang hingga saat ini belum tuntas.

Pada hal kata Boydo, kalau pasar terbakar ada bantuan dari pemerintah pusat namun Pemko harus tanggap dan jemput bola ke pusat. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Gerindra: Jokowi Gak Cocok Disebut Santri Sebab Tak Pernah Mondok

Published

on

Waketum Gerindra Ferry Juliantono (kumparan)

Geosiar.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden, Ma’ruf Amin menilai pasangannya atau Calon Presiden, Joko Widodo adalah santri. Tetapi, pernyataan Ma’ruf itu dipertanyakan oleh kubu Prabowo-Sandi. Sebab, Jokowi tidak pernah mondok di pesantren sehingga tidak cocok disebut sebagai santri.

“Mungkin dalam pengertian yang definitif kan santri itu mondok di pesantren. Ya enggak cocoklah,” ujar Wakil ketua umum Gerindra Ferry Juliantono, Selasa (13/11/2018).

Ferry mengatakan bahwa Jokowi tidak cocok disebut sebagai santri karena Jokowi tidak pernah menempuh pendidikan formal di pesantren. Ferry juga mempersilakan masyarakat untuk menilai Jokowi sebagai santri atau bukan.

“Ya masyarakat, mau dia (Ma’ruf) omong apa masyarakat bisa menilai,” terangnya.

Ferry mengaku, ungkapan Ma’ruf yang menyebut Jokowi sebagai santri hanya sebatas upaya untuk meraih dukungan. Sebab, Ferry mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf cenderung ke stagnan.

“ saya lihat elektabilitasnya mereka berdua stagnan. Jadi ya menggunakan strategi lain. Membuat pernyataan kontroversial,” tambah Ferry.

Menurut Ferry bahwa pernyataan Jokowi dan Ma’ruf belakangan semakin aneh. Menurut dia, ada unsur kesengajaan mengapa istilah-istilah ini dipakai oleh Jokowi-Ma’ruf untuk menutupi masalah kebangsaan.

“Makin aneh aneh saja pernyataan pak Joko widodo maupun pak Maruf Amin belakangan ini seperti sengaja di produksi utk menutupi masalah besar lainnya sepeti impor dan kasus Meikarta,” tutur Ferry.

Ma’ruf Amin sebelumnya menjelaskan bahwa Jokowi memang tidak pernah mondok di pesantren. Label santri diklaim ke Jokowi karena pernah berguru kepada salah satu alumni Ponpes yang diasuh oleh As’ad Syamsul Arifin atau Kiai Haji Raden, yang berlokasi di Desa Sukorejo, Asembagus, Sitobondo, Jatim. Pesantren itu dikunjungi Jokowi pada Februari 2018.

“Saya dapat cerita itu dari Situbondo, beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan, yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo,” jelas Ma’ruf di Rumah Aspirasi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Continue Reading

Politik

Apresiasi Penertiban Reklame, Daniel Pinem : Berkelanjutan dan Diawasi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Medan Drs Daniel Pinem mengapresiasi kinerja Walikota-Wakil Walikota Medan terhadap penertiban reklame yang giat dilakukan di kota Medan. Penertiban diharapkan berkelanjutan dibarengi pengawasan yang maksimal.

“Kami memberi apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan atas Ranperda yang ada dan kami mengapresiasi atas upaya serta kinerja Pemko Medan dalam menertibkan reklame yang giat dilakukan saat ini,” ungkap Daniel Pinem (foto) saat rapat paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan terhadap Nota Pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang Penyelenggaraan Reklame di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (12/11).

Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Iswanda Nanda Ramli, para anggota DPRD Medan, sejumlah pimpinan OPD. Dalam rapat paripurna ini, masing-masing Fraksi DPRD Kota Medan menyampaikan pemandangan umumnya terkait Ranperda tentang Penyelenggaraan Reklame.

Dilanjutkan Daniel, penertiban reklame bermasalah diharapkan tidak pilih kasih dan dilakukan rutinitas. Bahkan, setelah reklame dibongkar ditempat bermasalah, Daniel minta supaya dilakukan pengawasan agar tidak berdiri lagi reklame di titik larangan.

“Pemko Medan harus tetap konsisten menertibkan papan reklame yang berada di zona terlarang. Hal ini guna menjaga estetika kota agar tetap terlihat indah dan teratur,” ujar Daniel Pinem yang saat ini juga Caleg DPRD Medan dari PDIP periode 2019-2014 daerah pemilihan V No Urut 1.

Sebelum menyampaikan pemandangan umum, Fraksi PDI Perjuangan  melalui Daniel Pinem menyambut baik kehadiran para pelajar menghadiri rapat paripurna. Dengan demikian para pelajar dapat mengetahui secara langsung rapat pripurna di DPRD Medan. Sebab, nantinya mereka yang akan menjadi calon pemimpin di Indonesia, termasuk Kota Medan ke depannya. (lamru)

Continue Reading

Pilpres 2019

Ma’ruf: Hanya yang Matanya Buta dan Telinga Budek Tak Lihat Kinerja Jokowi

Published

on

Ma'ruf Amin (Okezone.com)

Geosiar.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden atau cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin menanggapi berbagai kritikkan yang ditujukan untuk pasangannya di pilpres 2019, Jokowi. Ma’ruf mengaku heran kenapa banyak orang mengkritik kinerja Jokowi.

Ma’ruf menilai, hanya orang yang tak bisa melihat dan tak bisa mendengar saja yang saat ini masih terus mengkritik kinerja Joko Widodo selama menjabat sebagai presiden.

“Hanya yang matanya buta dan yang telinganya budek, yang tidak melihat dan mendengar tentang ini (kinerja Jokowi), makanya harus dibukakan matanya, harus dilubangi telinganya,” tutur Ma’ruf Amin dalam sambutannya di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Ma’ruf mengutip pernyataan dari Gubernur Papua Barat yang sempat disinggung mengenai hasil kerja nyata Jokowi yang dirasakan rakyat Papua untuk menegaskan ucapannya. Ma’ruf bahkan menyebut bahwa tiap masyarakat Papua yang ditanya soal kemajuan di daerahnya, mereka selalu menyebut Jokowi.

“Bahkan yang saya dengar dari Gubernur Papua Barat, katanya mereka sudah merasakan itu. Karena itu jika ditanya jalan ini punya siapa, punya Pak Jokowi. Dana desa ini punya siapa, punya Pak Jokowi. Karena pak Jokowilah, pembangunan di daerah ini maju,” tambah Ma’ruf.

Ma’ruf mengatakan bahwa masyarakat Papua telah merasakan manfaat dari segala yang diberikan pak Jokowi serta memberikan maslahat kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ma’ruf yang turut hadir dalam acara Festival Indonesia Bernyanyi yang diselenggarakan laskar Jokowi, berharap agar nantinya nyanyian para musisi jalanan dapat membuka mata dan telinga pihak yang mengkritisi Jokowi. Terutama soal kinerjanya memimpin Indonesia selama 5 tahun belakangan.

“Kita berdoa dari nyanyian inilah dapat membukakan mata dan melubangi telinga yang budek-budek itu,” ujar Ma’ruf.

Continue Reading
Advertisement

Trending