Connect with us

pemilu 2019

Survei Alvara Sebut Prabowo Berlebihan Pencitraan Daripada Jokowi

Published

on

Prabowo - Sandi

Geosiar.com, Jakarta – Hasil survei Alvara menunjukan bahwa calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto, dinilai responden tidak otentik alias melakukan pencitraan berlebihan.

Dari keempat tokoh dalam kontestasi Pilpres 2019, Prabowo mendapat urutan paling rendah dalam kategori authenticity dengan angka 52,9%. Bahkan pasangannya, Sandiaga Uno, lebih unggul, berada di posisi ketiga dengan angka 57,5%.

Kubu inkumben, Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai responden Alvara sebagai tokoh yang otentik, tidak memoles banyak gincu untuk membangun citra politik. Hingga mereka berdua bertengger di dua posisi atas dalam otentisitas. Jokowi di nomor satu dengan angka 87%, dan Ma’ruf di nomor dua dengan 67,9%.

Soal lain, dalam kepraktisan atau practicality yang diartikan Alvara sebagai tokoh yang dapat menggunakan bahasa secara konkrit, membumi, dan terukur, Jokowi kembali menduduki posisi pertama dengan perolehan 62,4%. Prabowo dan Sandiaga beda tipis, 45% dan 44,7%. Sedangkan Ma’ruf Amin dianggap responden tidak cukup pandai berbahasa, ia mendapat 33,7% saja.

“Joko Widodo unggul dalam authenticity dan practicality,” kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, Selasa, (6/11/2018).

Selanjutnya di kategori creativity atau kreatifitas, Sandiaga Uno menjadi yang paling unggul dengan angka 62%. Sedikit di bawahnya menyusul Jokowi dengan 59,8%. Ketiga ada Prabowo dengan 50,2%, dilanjutkan oleh Ma’ruf dengan angka 34,3%.

Alvara Research Center menggelar survei nasional pada 8-22 Oktober 2018. Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.781 responden yang berusia 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh 33 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah tidak diikutkan survei karena terkendala dampak gempa bumi di Palu dan sekitarnya. Rentang margin of error sebesar 2,37 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada kategori novelty atau memiliki ide dan gagasan baru, serta interactivity alias interaktifitas, Jokowi dan Sandiaga bersaing cukup ketat. Dalam novelty, Jokowi dan Sandiaga mendapatkan angka yang sama yakni 60,8%. Disusul Prabowo dengan 54,5%, dan Ma’ruf di 40,6%.

Kemudian mengenai interakitifitas, Jokowi mendapat 60,3%, sedikit lebih unggul ketimbang Sandiaga 58,9%. Ma’ruf kembali mendapat posisi akhir dengan 38,6%, dan Prabowo Subianto mendapat 50%. “Sandiaga Uno unggul di creativity. Jokowi dan Sandiaga bersaing ketat dalam indikator novelty dan interactivity,” ujar Hasanuddin.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pemilu 2019

Minta Maaf Tiga Kali, TKN Jokowi-Ma’ruf Sarankan Prabowo-Sandi Tobat

Published

on

Prabowo dan Sandiaga Uno.

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni, menyampaikan agar pasangan Prabowo-Sandiaga Uno tobat dan hijrah.

Hal itu dikatakannya merespons deretan permintaan maaf yang dikatakan dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kepada publik sepanjang kampanye Pilpres 2019.

“Bagi saya Prabowo-Sandiaga tidak cukup minta maaf, mesti tobat dan hijarah,” kata Antoni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/11/2018).

Diketahui sebelumnya, pasangan Prabowo-Sandiaga terhitung sudah tiga kali meminta maaf kepada masyarakat sepanjang gelaran kampanye pilpres. Prabowo meminta maaf sebanyak dua kali kepada masyarakat terkait kasus kabar bohong alias hoaks Ratna Sarumapet dan kasus ‘tampang Boyolali’.

Baru-baru ini, Sandiaga pun turut meminta maaf kepada masyarakat karena melangkahi makam tokoh Nahdhatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri saat berziarah.

Menanggapi hal itu, Antoni menilai Prabowi-Sandi harus taubat sebagai komitmen agar tak mengulangi kesalahan kembali. Selain itu, kata dia, pasangan itu harus hijrah.

“Minta maaf tentu saja baik. Tobat adalah komitmen untuk tidak akan melakukan kesalahan lagi. Hijrah, seperti yang dikatakan Pak Jokowi, adalah perpindahan dari yang buruk menjadi baik,” ujarnya.

Raja Juli, yang juga menjabat Sekjen PSI itu, pun berpendapat masyarakat mungkin akan memaafkan kesalahan yang telah dibuat Prabowo-Sandiaga. Namun, ia menilai masyarakat tak akan melupakan sikap yang sudah dilakukan pasangan tersebut.

“Mungkin rakyat akan akan memaafkan, tapi tetap mencatat dan tidak melupakan,” kata dia.

Sementara Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily justru mempertanyakan kelayakan sosok Prabowo-Sandiaga menjadi pemimpin karena kerap kali minta maaf tanpa adanya penyesalan yang berarti.

“Apakah calon pemimpin yang selalu melakukan kesalahan dan terus menerus minta maaf itu, layak dipercaya?” ujarnya.

Continue Reading

pemilu 2019

Theo Sambuaga Ajak Warga Sulut Menangkan Pasangan Jokowi-Ma’ruf

Published

on

Theo L Sambuaga.

Geosiar.com, Manado – Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulawesi Utara (Sulut) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin, Theo L Sambuaga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Theo mengajak seluruh kader partai koalisi dan relawan di Sulut untuk tetap kompak memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Hal tersebut disampaikan Theo saat pelantikan TKD Sulut Jokowi-Ma’ruf di Manado, Sulut, Senin (12/11/2018).

“Caranya dengan langsung turun mendekati rakyat, dengan kampanye bertema adu gagasan dan program yang memberdayakan dan mencerdaskan rakyat, yang mendorong pelaksanaan pembangunan, serta menghindarkan diri dari cara kampanye tidak sehat, memfitnah, serta memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Theo.

Para pengurus TKD Jokowi-Ma’ruf Sulut itu dilantik oleh Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto. Dia meminta agar seluruh pengurus dan relawan TKD Jokowi-Ma;ruf Sulut untuk bersatu memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu.

“Selamat yang sudah dilantik. Mulai hari ini, mari bersatu padu melepaskan perbedaan. Satu tekad yang kuat untuk turun ke bawah. Sejatinya kepemimpinan Jokowi itu adalah tradisi blusukan, menyatu dengan rakyatnya,” kata Hasto.

Adriana Dondokambey dipercayai sebagai Ketua Sulut, Sekretaris Franky Wongkar, dan Bendahara James Arthur Kojongian. Di jajaran Dewan Penasihat, selain Theo, juga terdapat nama Olly Dondokambey, Christiany E Paruntu, James Sumendap, Max J Lomban, H Depri Pontoh, Ronald Pauner, Henky Lasut, dan Ridwan Hidayat.

Sedangkan, Ketua Dewan Pengarah dijabat Steven O E Kandouw dengan anggota Ferry Wowor, Petrus Poluan, Herson Mayulu, Jus H Tumurang, Janes TW Parengkuan, dan Sompie SF Singal.

Continue Reading

pemilu 2019

Jokowi Balas Kritik Prabowo Soal 99 Persen Masyarakat Miskin

Published

on

Joko Widodo.

Geosiar.com, Bandung – Joko Widodo atau Jokowi menanggapi kritik pesaingnya tentang kemiskinan. Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan 99 persen masyarakat Indonesia hidup dengan ekonomi pas-pasan.

“Ada yang ngomong 99 persen rakyat kita hidup miskin, pas-pasan. Itu 99 persen angka dari mana,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada calon legislatif dari partai politik koalisi yang mendukungnya di Grand Asrilia, Bandung, Sabtu, (10/11/2018).

Jokowi mengatakan, pernyataan tersebut tak tepat. Dia mencontohkan penjualan mobil yang mencapai 1,1 juta unit per tahun. Sebanyak 6,5 juta unit motor juga terjual setiap tahunnya.

“Beli pakai apa sepeda motor sama mobil? Ya kan pake uang kan,” katanya.

Jokowi juga membeberkan angka kemiskinan yang selalu turun sejak 2015. Saat itu angkanya sebesar 11,1 persen lalu menurun menjadi 10,7 persen di 2016. Angka kemiskinan pada 2017 kembali menurun hingga satu digit yaitu 9,8 persen.

Ketimpangan juga terus mengecil jika dilihat dari rasio gini. Rasionya saat ini, kata Jokowi, mencapai 0,38 turun dari 0,41.

Sebelumnya Prabowo Subianto menyatakan 99 persen masyarakat mengalami hidup pas-pasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit. Alasannya, kurang dari 1 persen bangsa Indonesia yang menikmati kekayaan negara ini.

“Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia adalah kurang dari 1 persen bangsa Indonesia dan yang 99 persen mengalami hidup pas-pasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit,” kata dia seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu, (20/10/2018).

Saat itu Prabowo berdialog dengan ratusan emak-emak pendukungnya. Dia memaparkan berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia. Dia menyebut, setelah 73 tahun Indonesia orang yang kaya semakin sedikit dan segelintir orang saja.

Continue Reading
Advertisement

Trending