Connect with us

Politik

HT Bahrumsyah Terpilih Ketua Komisi B DPRD Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – HT Bahrumsyah dipercaya pimpin Komisi B DPRD Medan dalam sisa masa jabatan periode 2014-2019. Pergantian komposisi personalia di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Komisi B itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli di ruang Komisi B, Rabu (7/11/2018)

Adapun susunan personalia di Komisi B yakni, Ketua Komisi B HT Bahrumsyah (foto), Wakil Ketua HM Yusuf dan sertekretaris Anton Panggabean.

Kemudian anggota, Edward Hutabarat, Wong Chun Sen Tarigan, Rajudin Sagala, Jumadi,Bangkit Sitepu, Tengku Eswin, Irsal Fikri serta Deni Maulana Lubis.

Usai terpilih, Ketua Komisi terpilih, HT Bahrumsyah (PAN) menuturkan akan melakukan inventarisir seluruh persoalan-persoalan yang telah masuk ke Komisi B sebelumnya.

Dimana, sebutnya berbagai persoalan kesehatan,tenaga kerja serta pendidikan menjadi fokus prioritas kerja Komisi B ke depan.

Bidang kesehatan, kata Bahrumsyah persoalan yang kerap menjadi permasalahan yakni masalah masih banyaknya warga miskin yang belum mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS.

Ini terjadi, kata Bahrumsyah, akibat tidak validnya data masyarakat miskin di Medan.

“Sehingga,banyak sekali saat ini masyarakat kota Medam yang tidak mampu tidak terdaftar di JKN- KIS, ” katanya.

Untuk itu, sambungnya,Komisi B akan ‘memperjuangkan’ penambahan anggaran di APBD 2018 untuk masyarakat tidak mampu sebagai Peserta Bantuan Iuran (PBI).

“Kita akan upayakan penambahan untuk menampung anggaran kesehatan khususnya terkait kepesertaan PBI, ” katanya.

Selain itu, lanjutnya, persoalan ketenagakerjaan, pendidikan dan lingkungan hidup juga akan masuk dalam prioritas kerja Komisi B DPRD Medan.

“Khusus untuk pendidikan, diperlukan pemerataan zonasi pendidikan di seluruh kawasan di Medan.Serta, validasi siswa miskin berprestasi juga menjadi perhatian dalam menciptakan pendidikan merata serta tepat sasaran di seluruh kota Medan, ” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Komisi B, Anton Panggabean menyebutkan berbagai program pemerintah akan menjadi perhatian dari Komisi B ke depan.

Hal itu bertujuan agar seluruh program pemerintah dapat berjalan dengan baik serta tepat sasaran. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Jangga Siregar SH Usulkan Pemko Medan Rekrut Relawan Narkoba

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Partai Hanura Jangga Siregar, SH mengusulkan Pemko Medan supaya merekrut relawan narkoba disetiap lingkungan kota Medan. Jumlah relawan narkoba yang diangkat idealnya 10 orang relawan di setiap lingkungan yang bertugas mengawasi ancaman narkoba.

“Kita harapkan Pemko segera melakukan perekrutan relawan narkoba. Mereka yang telah direkrut nantinya mendapat honor dari Pemko Medan. Tugas mereka membantu aparat Kepolisian memberantas narkoba,” ujar Jangga Siregar SH saat menggelar sosialisasi I Tahun 2019 Perda No 1/2012 Pemko Medan tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Jl Aluminium IV Gg Tawon Lingkungan 22, Kel Tanjung Mulia, Kec Medan Deli, Kota Medan, Kamis sore (24/1/2019). Hadir mewakili Camat Medan Deli Juliati, ratusan warga dan konstituen.

Menurut Jangga Siregar penyakit HIV/AIDS banyak menular dari pengguna narkoba. Untuk itu, salah satu pengawasan penyakit berbahaya itu mengawasi pergaulan bebas karena penggunaan narkoba.

“Saya harapkan masyarakat ikut membantu Polisi memberantas narkoba. Masyarakat harus berkontribusi mengawasi ancaman narkoba. Jika ada pemakai narkoba dan maksiat di sekitar kita, mari kita peduli dan laporkan ke pihak berwajib agar ditertibkan,” ujar Jangga Siregar selaku politisi Hanura itu.

Ditambahkan Jangga Siregar SH yang juga sebagai Caleg DPRD Medan 2019-2024 Partai Hanura No Urut 8 dapil II meliputi (Medan Deli, Medan Belawan, Medan Marelan dan Medan Labuhan), Pemko Medan harus serius menyikapi bahaya narkoba di kota Medan.

Apalagi kata Jangga Siregar, Pemko Medan sudah memiliki payung hukum melakukan pengawasan. Untuk itu, Pemko didesak harus serius menegakkan Perda No 1/2012.

Dalam hal itu, Jangga Siregar selaku anggota dewan sudah berkomitmen bersama Pemko Medan melakukan penertiban dan pengawasan terhadap tempat hiburan yang beruba fungsi menjadi tempat maksiat.

“Sama halnya dengan tempat hiburan yang melanggar aturan seperti pelanggaran jam operasional supaya ditindak. Kita berharapkan juga, pelaku usaha ikut sadar mengikuti ketentuan yang berlaku,” tegas Jangga.

Sebagaimana diketahui, Perda yang disosialisai yakni Perda No 1 Tahun 2012 Kota Medan tentang Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS terdiri XII BAB dan 36 Pasal.

Dalam Perda sudah diatur terkait sanksi pidana dan denda bagi yang melanggar Perda. Seperti di Pasal 12, 15 dan 31disebutkan bagi yang melanggar ketentuan diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan dan denda Rp 50 juta. Perda ini ditetapkan 5 Januari 2012. (lamru).

Continue Reading

Politik

Pendapat Pengamat UB Soal Bocoran Kisi-kisi di Debat Capres

Published

on

(beritajatim.com)

Geosiar.com, Malang – Hasil evaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk debat Calon Presiden dan Wakil Presiden (cawapres) RI yang kedua memutuskan tak ada lagi kisi-kisi pertanyaan tentang debat Capres.

“Kisi-kisi pertanyaan di debat Capres kedua harus dihapus. Hasil evaluasi KPU tentang itu harus disepakati,” ujar Pengamat Politik dari Universitas Brawijaya (UB), Moch. Fauzie Said, Kamis, (24/1/2019).

Fauzie mengungkapkan penghapusan kisi-kisi ini akan menjadi tolak ukur kesiapan Capres dan Cawapres untuk menjawab pertanyaan. Karena publik akan lebih dapat mengukur kemampuan dan kapasitas calon kepala untuk mengabdi kepada Indonesia jika dijawab dengan spontanitas.

“Ini untuk menguji jiwa kepemimpinan. Bukan hanya soal keilmuan, tapi ini sudah pada tataran leadership,” tutur Fauzie.

Juga pada debat kedua, diharapkan masing-masing Paslon memunculkan sisi positif. Para Paslon diharapkan mengurangi sisi negatif pada debat. Halb tersebut untuk menghindari timbulnya perpecahan di masyarakat.

“Karena jika kehilangan sisi positifnya, pasti akan menggunakan senjata negatifnya, dan itu sangat tidak mendidik untuk masyarakat. Apalagi di medsos, tidak karuan yang ujung ujunganya membuat pecah belah,” tutupnya.

Continue Reading

Politik

Jelang Debat Kedua, Kubu Prabowo Kumpulkan Masukan dari Sejumlah Pakar

Published

on

Sudirman Said (kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan persiapan debat pilpres kedua yang akan digelar pada (17/1/2019). Debat kedua akan mempertemukan dua capres yaitu Jokowi dan Prabowo.

Direktur Materi Debat BPN pasangam Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan, saat ini Prabowo dan Sandi masih menampung masukan-masukan dari berbagai pihak. Masukan tersebut datang dari sejumlah ahli, seperti akademisi, birokrat, hingga pelaku usaha. Tetapi ia enggan menyebut nama-nama ahli itu karena alasan kenyamanan.

“Pak Prabowo dan Pak Sandi terus menerima masukan dari berbagai pihak. Akademisi, praktisi, birokrat senior, pelaku usaha, dan para profesional. Sebagian dari mereka tidak nyaman untuk diungkapkan ke publik identitasnya. Karena mereka bukan mau berpolitik, tetapi lebih karena peduli pada situasi negara,” Ujar Sudirman, Kamis (24/1/2019).

Sudirman mengungkapkan, berdasarkan pendapat publik yang diterima timses, Prabowo-Sandi dianggap masih kurang mendalami penjabaran visi misinya. Menurutnya, debat pilpres pertama yang sudah dilalui itu memiliki keterbatasan waktu sampai menghambat Prabowo-Sandi untuk menyampaikan seluruh visi misinya ke publik.

Sudirman juga menepis kabar Prabowo menggunakan konsultan politik yang sama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berlaga di Pilpres AS 2016, yaitu Nathaniel Persily. Ia menegaskan, dalam Pilpres kali ini, Prabowo sama sekali tidak menggunakan konsultan politik.

“Selama lebih dari setahun saya bekerja sama dan membantu Pak Prabowo, tidak pernah dengar ada nama itu. Setahu saya Pak Prabowo tidak punya konsultan politik,” uajrnya.

Debat pilpres kedua akan diadakan (17/2/2019) dan akan mempertemukan Jokowi dengan Prabowo. Debat kedua akan bertemakan ‘Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup’.

KPU juga belum mengumumkan panelis yang akan memberikan pertanyaan untuk seluruh paslon, termasuk juga moderator yang akan memandu debat. KPU baru akan menggelar rapat pleno persiapan debat pilpres kedua.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com