Connect with us

Dunia

Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Ditaruh Dalam 5 Koper

Published

on

Pembunuhan Jamal Khashoggi. (irishtimes.com)

Geosiar.com, Istanbul – Hasil mutilasi bagian tubuh Jamal Khashoggi dimasukkan dalam lima koper untuk kemudian dibawa para tersangka pembunuhnya ke rumah konsuler jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Seperti yang dilaporkan surat kabar pro pemerintah Turki Daily Sabah yang dikutip Al Jazeera, jasad Khashoggi yang ditaruh dalam koper untuk dibuang, meskipun tidak diketahui bagaimana hal itu dilakukan.

“Ini pertanyaan besar. Tak satupun tahu dimana jasad tersebut,” kata jurnalis Al Jazeera, Andrew Simmons yang meliput di Turki.

Sedangkan rekaman CCTV menunjukkan tiga orang bepergian dengan sejumlah kendaraan dari konsulat ke rumah tinggal konsul jenderal Arab Saudi yang berjarak sekitar 200 meter. setelah Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober 2018 lalu.

Kurang dari dua jam kemudian, Maher Abdulaziz Mutreb yang merupakan pembantu putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman atau disapa MBS terlihat meninggalkan rumah konsuler Arab Saudi.

“Seorang pejabat Turki dilaporkan mengatakan bahwa ada cairan asam yang digunakan untuk menghilangkan jasad; ada laporan lain bahwa sumur di taman kediaman konsul jenderal digunakan untuk membuang jasad, tidak jelas,” tambah Simon.

Maher Mutreb, Salah Tubeigy sebagai ahli forensik, dan Thaar al-Harbi adalah tiga tokoh kunci dari 15 anggota tim pembunuh yang dilaporkan terlibat dalam mutilasi tubuh Khashoggi lalu menghilangkannya dari lokasi pembunuhan.

Simmons menyampaikan bahwa Mutreb, seorang pejabat intelijen senior memimpin operasi, sementara Tubeigy memiliki pengalaman dalam bidang patologi forensik.

Dengan penyelidikan bersama antara Turki dan Saudi atas kematian jurnalis kawakan Arab Saudi, JamalKhashoggi membuat sedikit kemajuan karena Erdogan pekan lalu menyerukan Arab Saudi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pembunuhan Khashoggi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Komedian Kalahkan Petahana di Pilpres Ukraina 2019

Published

on

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko (Kanan) menerima kekalahan dalam pemilihan Presiden terhadap saingan komediannya Volodymyr Zelenskiy.

Geosiar.com, Ukraina – Seorang komedian bernama Volodymyr Zelenskiy memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 di Ukraina berdasarkan hasil hitung cepat (exit poll).

Zelenskiy meraup suara lebih dari 70 persen dan otomatis menjadi unggulan pada Pilpres. Tak tanggung, pelawak itu mengalahkan rivalnya yang merupakan petahana, Petro Poroshenko yang hanya mendapat 25 persen suara.

Di hadapan para pendukungnya, pelawak berusia 40 tahun itu berjanji tidak ada pernah mengecewakan mereka. Kendati menjadi unggulan, dia belum mendeklarasikan kemenangannya ke publik. 

“Saya tidak akan pernah mengecewakan Anda,” seru Zelenskiy di hadapan pendukungnya, Minggu (21/4/2019).

“Saya belum resmi menjadi presiden. Tapi sebagai warga Ukraina, saya bisa bilang kepada semua negara bekas Uni Soviet: lihat kami. Segala sesuatunya itu mungkin!” lanjutnya.

Kemenangan pelawak yang pernah memerankan seorang presiden itu mendapat respons dari pakar politikus. Mereka menilai masyarakat Ukraina pendukung Zelenskiy sudah muak dengan permainan politik lama, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme terdorong oleh karisma dan pesan anti-korupsinya.

Sementara, pendukung petahana merasa khawatir akan kepemimpinan Zelenskiy nantinya. Mereka menilai bagaimana seorang yang tak berpengalaman di dunia politik akan menjabat sebagai seorang presiden. Kekhawatiran itupun disampaikan capres petahana dalam akun media sosialnya. 

Poroshenko menulis “Seorang presiden Ukraina yang tak punya pengalaman dapat dengan cepat mengembalikan lingkaran pengaruh Rusia.” Tulisnya dalam cuitan Twitter. 

Namun, Poroshenko telah mengakui kekalahannya dalam pemilihan presiden melawan Zelenzkiy. Kendati demikian, dia menegaskan tidak akan meninggalkan dunia politik. 

Continue Reading

Dunia

Lagi, Bom Meledak di Sri Lanka Saat Akan Dijinakkan

Published

on

Ledakan bom dalam sebuah mobil van di dekat gereja St Anthony, Senin (22/4/2019)

Geosiar,com, Sri Lanka – Bom diberitakan kembali meledak di dekat Gereja St. Anthony, Sri Lanka, Senin (22/4/2019) sore waktu setempat. 

Ledakan bom ini merupakan lanjutan dari serangkaian teror bom yang menghantam sejumlah gereja dan hotel di ibu kota Sri Lanka, Colombo pada Minggu (21/4/2019) kemarin. 

Pihak Kepolisian Sri Lanka mengatakan, bom tersebut meledak dalam sebuah mobil van saat tim gegana (STF) Sri Lanka berupaya untuk menjinakkannya.

“Mobil van meledak ketika tim STF dan angkatan udara mencoba menjinakkan bom,” kata Juru bicara Kepolisian Sri Lanka.

Dilansir dari AFP, ledakan terjadi dalam radius 50 meter dari Gereja St Anthony’s Shrine dalam sebuah mobil yang terparkir. Tidak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut, namun menimbulkan kecemasan pada warga.

Kepanikan warga sekitar gereja St Anthony saat ledakan bom sewaktu dijinakan tim gegana Sri Lanka

Selain itu, aparat keamanan Sri Lanka telah menemukan 87 alat peledak di stasiun bus swasta Bastian Mawatha, Kolombo pada hari yang sama, Senin (22/4/2019).

Sebelumnya diberitakan, teror bom menyerang delapan lokasi terpisah di Colombo dan dua kota lainnya pada Minggu (21/4/2019).

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 08.45 waktu setempat di empat lokasi berbeda, yakni Hotel Shangri-La di pusat Kota Colombo, Hotel Kingsbury, Gereja St Anthony di Kochchikade, dan Gereja Katolik St. Sebastian di Negombo.

Ledakan kelima menghancurkan Hotel The Cinnamon Grand, berselang lima menit dari empat bom sebelumnya. Kemudian, sekitar pukul 09.05, ledakan keenam terjadi di Gereja Katolik Zion Roman di Batticaloa.

Selanjutnya, bom ketujuh meledak di sebuah penginapan, New Tropical Inn sekitar pukul 13.45 waktu setempat. 

Atas serangan ini, sebanyak 290 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka-luka. Pihak kepolisian telah mengamankan 24 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian ledakan bom di Sri Lanka. 

Continue Reading

Dunia

Polisi Kembali Temukan Bom di Bandara Sri Lanka

Published

on

Bandara Internasional Bandaranaike ditutup setelah ditemukan bom pipa di sekitar bandara, Minggu (21/4/2019).

Geosiar.com, Sri Lanka – Pasca teror bom yang meledakkan sejumlah gereja dan hotel di ibu kota Sri Lanka, Colombo selama acara paskah berlangsung, Minggu (21/4/2019), aparat keamanan Sri Lanka kembali menemukan sebuah bom pipa di dekat Bandara Internasional Bandaranaike, Minggu (21/4/2019) malam.

Dilansir dari AFP, bom tersebut ditemukan di jalan menuju terminal utama bandara. Bom tersebut merupakan jenis bom rakitan.

“Itu adalah bom rakitan dengan bahan peledak yang dimasukkan ke dalam pipa,” kata sumber dilansir AFP, Senin (22/4/2019).

Juru bicara Angkatan Udara Sri Lanka, Gihan Seneviratne, dalam keterangan resminya mengungkapkan, bom tersebut memiliki panjang enam kaki (sekitar 1,8 meter) dan sudah dijinakkan oleh tim di lokasi angkatan udara.

“Bom itu mempunyai panjang enam kaki (sekitar 1,8 meter). Kami telah menjinakkannya dengan aman di lokasi angkatan udara,” terang Gihan Seneviratne.

Setelah penemuan bom tersebut, pemerintah Sri Lanka memutuskan untuk sementara waktu menutup aktivitas di bandara. Keamanan di bandara diperketat, di mana manajemen meminta para penumpang pesawat datang untuk check-in setidaknya empat jam sebelum penerbangan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com