Connect with us

Politik

Rizieq Shihab Dinilai Punya Pengaruh Besar untuk Prabowo-Sandi

Published

on

Hal ini terkait balasan dari interpol internasional atas pelaporan Polda Metro Jaya terkait status Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (warasmedia.com)

Geosiar.com, Jakarta – Sejak Mei 2017 setelah terjerat beberapa kasus hukum, dimulai dari dugaan chat mesum hingga penistaan agama, Imam Besar FPI Rizieq Shihab berada di Arab Saudi. Tetapi, Prabowo Subianto, Capres nomor urut 02 berharap sebelum pilpres 2019 digelar, Rizieq Shihab dapat kembali ke Indonesia. Bahkan Prabowo mengaku bersedia untuk menjemputnya.

“Kalau bisa Rizieq Shihab sebelum saya terpilih bisa kembali. Kalau tidak, saya yang akan jemput beliau,” ungkap Prabowo saat peringatan Hari Santri Nasional di Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/10).

Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, keinginan Prabowo tersebut bertujuan untuk memastikan dukungan baginya. Terkhusus yang berasal dari alumni gerakan 212, tetap solid. Selain itu, keinginan Prabowo juga bisa mendapatkan simpati swing voters yang memiliki sentimen Islam yang kuat.

Adi menambahkan, Rizieq Shihab memiliki jaringan di alumni 212 cukup solid dan besar untuk Pilpres 2019 mendatang, meskipun Rizieq Shihab merupakan tokoh Islam yang kontroversial. Hal tersebut membuat Prabowo ingin dianggap peduli terhadap Rizieq.

“Mengesankan Prabowo peduli terhadap tokoh Islam meskipun kontroversial, karena selama ini sekalipun kasusnya di SP3, nyaris tidak ada elit yang meminta dia pulang,” ujar Adi.

Namun sebelumnya sejumlah orang yang menamakan diri ‘Eks 212 Kawal K.H Ma’ruf Amin’ mendeklarasikan dukungan mereka kepada pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Koordinator Eks 212 Kawal K.H Ma’ruf Amin, Razman Nasution, menuturkan dukungan ini ialah bentuk konsistensi dari esensi aksi 212. Dia menganggap aksi itu merupakan bentuk pembelaan atas fatwa penistaan agama yang dikeluarkan Ma’ruf Amin sebagai ketua umum MUI.

Lebih lanjut, Razman menilai keliru bila seluruh Alumni 212 diklaim sebagai pendukung Prabowo-Sandi saja. Padahal, berdasarkan penilaiannya, aspirasi terbesar Alumni 212 adalah kepada pasangan nomor 01, Jokowi-Ma’ruf.

“Kami memang melihat Pak HRS (Rizieq) itu sebagai tokoh sentral, tapi tidak berarti dukungan 212 ke Ma’ruf Amin itu harus mendapat dukungan beliau. Kami sama-sama punya hak masing masing. Karena kami sebut kawal Ma’ruf Amin karena di sini cerminan ulamanya,” kata Razman.

Selanjutnya Partai Demokrat mengakui bahwa sosok Rizieq Shihab memang memiliki peran besar dalam pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Maka dari itu, Prabowo sampai rela menjemput Rizieq untuk kembali ke Indonesia.

“Partai Demokrat mengakui bahwa sosok Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab memang memiliki peran besar dalam pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Maka dari itu, Prabowo sampai rela menjemput Rizieq untuk kembali ke Indonesia.uk memilih Prabowo,” kata Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean saat dihubungi, Selasa (23/10).

Bukan hanya itu, keinginan Prabowo menjemput Rizieq langsung ke Arab Saudi bukan hanya sekadar untuk pilpres 2019, tetapi juga terkait kegagalan pemerintah dalam melindungi hak warga negaranya yang terkendala pulang ke tanah air.