Bupati Sumenep Renovasi 498 Rumah Korban Pasca Gempa Situbondo

by

Geosiar.com, Madura – Sebanyak rumah di Pulau Sapudi, Madura, mengalami rusak parah akibat gempa bumi yang terjadi di Situbondo dengan kekuatan 6,3 magnitudo yang terjadi pada Kamis (11/10/2018) lalu. Hal tersebut diketahui berdasarkan data BPBD Kabupaten Sumenep yang telah diverifiasi.

Pemkab Sumenep renovasi sebanyak 498 rumah terdampak gempa. Proses renovasinya ditargetkan akan selesai dalam dua bulan ke depan atau Desember 2018 mendatang.

“Perbaikan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari rusak berat, sedang dan ringan. Untuk perbaikan ini Desember akhir tahun ini (2018) akan selesai,” ungkap Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim usai berkunjung ke Pulau Sapudi, Jumat (19/10/2018).

Busyro mengungkapkan data 498 unit rumah warga yang rusak terbagi dalam tiga kategori yakni rusak ringan, sedang, hingga parah. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam yang ada di Pulau Sapudi.

Busyro menambahkan proses pembangunan kemungkinan akan terhambat dalam hal distribusi bahan material. Sebab letak Sapudi yang berada di kepulauan, bukan seperti Sumenep yang berada di daratan Madura. Selain itu keterbatasan kapal di Pulau Sapudi juga menghambat proses pembangunan.

“Jadi jangan dibayangkan seperti di daratan (Sumenep). Kalau butuh batu bata harus beli ke Sumenep, ini masalah lagi, selain memerlukan transportasi juga butuh biaya lagi,” tambahnya.

Seluruh anggaran renovasi senilai Rp 20 miliar termasuk bantuan material yang akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Semua bantuan juga dipusatkan di posko utama yang terletak di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Sumenep.

Busyro juga memastikan bahwa proses pemulihan trauma healing bagi masyarakat maupun anak-anak tetap dilakukan setiap hari.

“Untuk pemulihan psikis, ada pendampingan panjang. Ada petugas khusus yang menetap disini, mereka terdiri dari berbagai unsur ada dari Kesehatan, Dinsos, petugas PKH, dan juga dari Polri dan TNI,” pungkasnya.

Diketahui selain 498 rumah rusak, gempa yang terjadi pada 11 Oktober lalu itu juga menewaskan 3 orang dan membuat sejumlah warga luka-luka.