Connect with us

Kesehatan

Waspadai Gejala Stroke Ringan, Sakit Kepala Salah Satunya

Published

on

(klikdokter.com)

Geosiar.com, Kesehatan – Jika mendengar kata stroke, yang ada dipikiran kita ialah kelumpuhan atau kesulitan dalam berbicara. Tanpa disadari, ternyata ada beberapa jenis stroke ringan yang jika diabaikan bergitu saja dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan.

Stroke ringan merupakan gejala stroke yang berlangsung dengan waktu yang tidak lama dan biasanya bisa kembali ke semula dalam waktu cepat. Menurut penjelasan dr Sahat Aritonang, SpS, MsiMed, FINS, FINA, dokter spesialis saraf dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya untuk mendiagnosis stroke harus memenuhi unsur mendadak.

“Kalau pada contoh kan tiba-tiba lemah, kalau sudah tiba-tiba lemah, apa pun keluhannya itu sebenarnya sudah masuk kategori stroke,” jelas dr Sahat.

Selain itu, stroke ringan juga ditandai dengan tiba-tiba alami kesemutan, fungsi penglihatan tiba-tiba terganggu, atau sakit kepala hebat yang juga terjadi secara mendadak. Bisa juga ditandai dengan tangan atau mulut yang terasa kebas seketika.

Sahat mengatakan jika terjadi stroke ringan maupun stroke berat harus segera dilarikan ke rumah sakit. Karena dokter akan segera melihat dan melakukan pemeriksaan. Yang terpenting ialah kita harus mengetahui jenis strokenya. Karena yang ringan bisa berkembang menjadi berat.

Ketika mengalami stroke ringan, bisa saja awalnya bagian tertentu dari tubuh misalnya tangan masih bisa digerakkan, namun lama kelamaan menjadi semakin berat. Ini dikarenakan bisa jadi karena tekanan di otaknya semakin tinggi dan mempengaruhi fungsinya. Atau stroke ringannya terjadi karena sumbatan, bisa jadi sumbatan yang ada menjadi makin bertambah sehingga suplai darah ke bagian otak tertentu juga jadi terhenti.

Kalau kita ke RS kan kita identifikasi, ‘oh ini ternyata berdarah atau tersumbat’, penanganannya berbeda,” tandasnya lagi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Ini Khasiat Minum Air Lemon Campur Jahe bagi Kesehatan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kesehatan – Air perasan lemon memang memiliki manfaat beragam, apalagi dicampur jahe. Karena itu, minuman ini menjadi kaya nutrisi dan manfaat.

Lemon diketahui memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin C, B6, polifenol, terpen, naringin, hesperidin, potassium, besi, magnesium, kalsium, dan serat makanan. Sementara itu, jahe juga memiliki beberapa nutrisi seperti, essential oil, bisabolene, gingerol, dan lainnya. Selain menurunkan berat badan, minuman herbal ini memiliki beberapa manfaat lainnya.

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Minuman ini mengandung vitamin dan sangat berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan yang kuat akan membuat Anda menjalankan aktivitas dengan sepenuh hati.

2. Melawan radikal bebas

Dalam minuman ini terkandung antioksidan yang diperlukan untuk melawan radikal bebas dan penyakit yang dapat membahayakan kesehatan Anda.

3. Mengatasi masalah sakit perut

Jika mengalami sakit perut, Anda disarankan untuk meminum air lemon jahe ini. Jahe dapat membantu mengatasi masalah terkait perut.

4. Menjaga kulit sehat

Untuk mendapatkan kulit yang sehat alami, minuman ini dapat membantu Anda karena mengandung vitamin C yang membuat kulit tetap sehat.

5. Menghangatkan tubuh

Jahe memiliki rasa pedas yang dapat membantu menghangatkan tubuh. Minuman ini cocok untuk dikonsumsi saat cuaca dingin atau sore hari.

6. Mengatasi migrain

Migrain atau sakit kepala bisa diatasi dengan bantuan air lemon jahe ini. Karena itu, dianjurkan untuk minum ini saat Anda menderita migrain.

7. Mencegah kanker

Antioksidan yang terkandung dalam minuman ini akan membantu Anda mencegah kanker. Antioksidan berfungsi untuk melawan penyakit yang menyerang kesehatan tubuh.

8. Meringankan motion sickness (mabuk kendaraan)

Rasa pedas pada jahe dan rasa lemon yang unik akan membantu meringankan saat Anda mabuk kendaraan.

9. Sebagai obat batuk

Batuk disebabkan oleh bakteri di tenggorokan yang bisa menyebabkan gatal. Bahan yang terkandung dalam minuman ini bisa digunakan sebagai antibakteri untuk meringankan batuk.

10. Meningkatkan kesuburan

Studi menunjukkan bahwa jahe mengandung zat yang dapat meningkatkan vitalitas pada pria. Jahe juga bisa mengatasi disfungsi ereksi dan meningkatkan libido.

Continue Reading

Kesehatan

Hari AIDS Sedunia: Tak Semua Tahu Cara Penularan HIV

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Lifestyle – Pada Hari AIDS Sedunia, pakar menilai stigma masyarakat Indonesia terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) muncul karena sebagian besar belum memahami cara penularan penyakit tersebut.

Pakar hematologi Prof Zubairi Djoerban SpPD, KHOM menyampaikan di Jakarta, Rabu, menerangkan stigmasi negatif terhadap ODHA hingga saat ini masih terjadi di masyarakat.

Dia mencontohkan kejadian penolakan sekolah terhadap tiga anak ODHA yang terjadi beberapa waktu lalu di Samosir Sumatera Utara dan di penolakan rumah singgah khusus anak dengan ODHA di Solo Jawa Tengah pada tahun lalu.

“Sikap yang salah ini bukan karena orang-orang yang jahat, bukan karena gurunya, kepala sekolahnya, kesalahannya karena mereka belum paham cara penularan HIV,” ujar Zubairi.

Pada Oktober lalu dikabarkan tiga anak dengan ODHA ditolak di sejumlah sekolah di Kabupaten Samosir karena orang tua murid lainnya khawatir tertular kepada anak lain.

Sementara penularan HIV hanya terjadi dengan tiga cara, yaitu hubungan seksual, pertukaran atau kontaminasi darah seperti dalam penggunaan jarum suntik bersamaan, dan secara vertikal yang diturunkan dari ibu kepada anak.

Di luar dari itu, seperti anggapan masyarakat bahwa virus HIV bisa menular lewat bersentuhan, bersin, atau penggunaan barang yang sama adalah tidak

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 hanya 1 persen masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang HIV keseluruhan secara umum, cara penularan dan pencegahannya, serta cara pemeriksaannya.

Sekitar 31,8 persen mengetahui sebagian, 65,2 persen hanya mendapatkan informasi yang tidak lengkap tentang HIV, 2 persen tidak memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS.

Pemahaman masyarakat yang masih rendah terhadap HIV/AIDS inilah yang menimbulkan diskriminasi terhadap ODHA dari masyarakat umum.

Continue Reading

Kesehatan

Ini Jenis Makanan Penyebab Diabetes

Published

on

Ilustrasi cek gula darah

Geosiar.com, Kesehatan –  Diabetes selalu jadi momok yang menakutkan. Komplikasi yang disebabkan bisa mengancam nyawa. Di dunia, dilaporkan perkirakan ada sekitar 245 juta orang berjuang melawan diabetes. Sementara di Indonesia, prevalensi diabetes naik menjadi 8,5 persen pada 2018 dari sebelumnya 6,9 persen pada 2013.

Diabetes terjadi ketika tubuh tak dapat menggunakan insulin salah satu bagian penting dari sistem metabolisme tubuh dengan baik.

Gaya hidup tak sehat menjadi ‘terdakwa’ dari tak berfungsinya insulin dalam tubuh ini. Khususnya gaya hidup dalam memilih makanan. Dalam European Journal of Nutrition, disebutkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2.

Jika seseorang ingin menurunkan risiko diabetes, maka ada baiknya untuk mulai getol melakoni diet sehat yang diisi oleh makanan-makanan bergizi. Dengan catatan, usaha itu harus dilakukan berbarengan dengan aktivitas olahraga dan manajemen stres.

Berikut jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko diabetes diambil dari berbagai sumber.

Karbohidrat olahan

Ketika sumber karbohidrat diolah, vitamin dan mineral yang ada di dalamnya tentu akan hilang.

Kalori tanpa nutrisi ditambah dengan kandungan gula tinggi merupakan pelaku utama penyebab diabetes. Sebiasa mungkin, Anda perlu menghindari makanan jenis ini.

Sifat karbohidrat olahan yang mudah dicerna membuat makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Seiring berjalannya waktu, kondisi itu bakal berujung pada diabetes tipe-2.

Dalam Archives of Internal Medicine yang dipublikasikan di JAMA Network, disebutkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 21 persen.

Untuk mengurangi risiko itu, artinya Anda perlu membatasi asupan makanan karbohidrat olahan seperti roti, biskuit, dan pasta.

Minuman manis

Sudah jadi rahasia umum bahwa minuman manis dengan kandungan gula tinggi menjadi penyebab utama diabetes tipe-2. Gula, sebagaimana diketahui, dapat menyebabkan resistensi insulin.

Mengutip Healthline, meminum satu hingga dua gelas minuman manis per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sehingga 26 persen.

Untuk tetap terhidrasi, Anda bisa mengurangi konsumsi minuman manis dan memperbanyak air mineral untuk tubuh.

Lemak trans dan jenuh

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe-2. Sementara lemak jenuh diketahui mampu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Lemak jenuh dapat ditemukan di sejumlah sumber makanan seperti daging, mentega, susu, dan keju.

Berbeda dengan lemak jenuh, lemak trans merupakan salah satu bentuk dari lemak tak jenuh yang bisa membawa Anda pada risiko diabetes. Umumnya, lemak trans ditemukan dalam makanan kemasan dan makanan yang digoreng atau dipanggang dengan minyak.

Untuk menghindari lemak trans, Anda bisa menggunakan minyak zaitun saat menggorang.

Daging merah

Daging merah, baik yang olahan atau tidak, sama-sama terkait dengan diabetes tipe-2. Sebuah penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa 3 ons daging merah per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga 19 persen. Sementara konsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko hingga 51 persen.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika Anda beralih pada sumber protein yang mampu meningkatkan kesehatan seperti ikan. Atau, jika Anda ingin merasakan nikmatnya daging merah, Anda bisa mengombinasikannya dengan semangkuk sayur.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com