Connect with us

Politik

Sistem Drainase Buruk, Parlaungan Simangunsong Prihatin Banjir di Medan Denai

Published

on

Caleg Partai Demokrat Tinjau rumah warga banjir di Kec Medan Denai

Medan, Geosiar.com – Ketua Komisi D DPRD Medan Ir Parlaungan Simangunsong tinjau korban banjir di Jalan Pelajar Timur Kelurahan Binjai Kec Medan Denai, Kamis (11/10/2018). Parlaungan mengaku prihatin melihat rumah warga tergenang air akibat tidak berfungsinya saluran drainase.

Menurut salah satu korban banjir, Juara Simanjuntak SH menyampaikan keluhannya kepada Ir Parlaungan Simangunsong Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Sumut dan Dodi Robert Simangunsong SH Caleg DPRD Medan saat tiba di Gang Mestika Kelurahan Binjai Medan Denai. Warga mengaku kerap kebanjiran setiap turun hujan.

Selanjutnya, untuk mencari solusi atas permasalahan banjir di wilayah itu, Parlaungan Simangunsong menghubungi Kepala UPT IV Medan Kota Abidan, begitu juga Lurah Dartaswin dan Kepling Rahman agar hadir di lokasi.

Menurut warga, banjir selalu terjadi asal hujan turun. Namun yang terkahir pada Rabu selain hujan, banjir di Gang Mestika lebih banyak diakibatkan air dari daerah lain seperti Sulangsaling juga tumpah ke wilayah itu. Sementara saluran drainase di Gang Mestika tumpat tidak jelas alirannya kemana sehingga saat air masuk, maka warga kebanjiran.

Juara mengaku, sudah beberapa orang dihubunginya saat banjir melanda, hanya Parlaungan yang merespon keluhannya. Maka dirinya mengucapkan terima kasih kepada Simangunsong.

Lurah Binjai yang turun ke lokasi saat hujan itu kepada warga mengatakan, wilayah ini bentuknya seperti kuali makanya kalau hujan air menggenang di sini. Persoalan lainnya adalah drainase yang ada tidak bisa mengalirkan air ke parit besar dan ke sungai. Hal itu dikarenakan lokasi wilayah Gang Mestika ini lebih rendah dari tetangganya.

Sudah beberapa tempat yang dulunya tumpat, dibersihkan. Selain itu beberapa drainase yang tertutup sudah kembali dibuka secara manual. Harus ada riol besar dan ditembuskan jalan sepanjang 5 meter dari lokasi Gang Mestika ke Jalan Mangga dan terus ke Menteng Raya.

Menanggapi itu, Parlaungan mengajak Ka UPT IV untuk menelusuri lokasi itu untuk memastikan tindakan yang harus dilakukan agar bisa mengantisipasi banjir. “Pokoknya warga meminta kepada Dinas PU dicarikan solusi agar banjir tidak lagi terjadi di wilayah ini,” ujar Poltisi Partai Demokrat itu seraya menyatakan kasihan masyarakat kalau terus kena banjir.

Hal senada diungkapkan Dodi R Simangunsong, seharusnya pemerintah membuat drainase yang bisa mengalirkan air dari hulu ke hilir. Harus ada koneksi antar drainase, sehingga air tidak menumpuk di satu lokasi tertentu yang mengakibatkan air menjadi tergenang, ujarnya lagi.

Sementara itu, Ka UPT IV PU Medan Kota saat dikonfirmasi SIB di lokasi mengatakan, pihaknya akan mempelajari dulu kondisi lokasi dan drainase yang ada sehingga bisa bertindak tepat. Kondisi wilayah ini rendah, sedangkan di kiri dan kanannya lebih tinggi, sehingga air menumpuk di Gang Mestika, ujarnya. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Teriak Hoaks, Massa Aksi 22 Mei Persekusi Jurnalis

Published

on

Tanah Abang Jakarta Memanas, Suara Ledakan Terdengar (Lampungpro.com)

Geosiar.com, Jakarta – Seorang jurnalis wanita dipersekusi massa aksi 22 Mei di sekitar Flyover Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta. Massa langsung mengerumuni wartawan yang diketahui berasal dari RTV itu sambil menghinanya.

Peristiwa itu bermula ketika sang jurnalis hendak mengabadikan gambar di kawasan tersebut. Kemudian massa mendekatinya dan mempertanyakan kenapa tak meliput saat ada korban aksi 22 Mei.

“Hoaks, malu-maluin Indonesia aja,” teriak salah satu peserta aksi 22 Mei.

Massa aksi 22 Mei diketahui mengenakan pakaian dengan warna yang bervariasi, ada yang putih-putih, ada pula yang warna lain.

Melihat kejadian tersebut, personil TNI yang tengah berjaga di sana langsung mengamankan wartawan yang menjadi korban tersebut. Sementara massa masih tetap meneriaki itu wartawan itu dengan berbagai cemoohan.

“Pecahin aja kameranya, hoaks, hoaks!” ujar salah satu peserta.

Setelah wartawan itu diamankan, situasi di Jalan Jatibaru kembali mendingin. Menurut pantauan, massa aksi masih berkumpul di lokasi. Pihak TNI juga terpantau masih melakukan penjagaan ketat.

Continue Reading

Politik

Sandiaga Sambangi Kediaman Prabowo

Published

on

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tiba di Kediaman Prabowo. (Kumparan.com)

Geosiar.com, Jakarta – Calon wakil presiden (Cawapres) 02 Sandiaga Uno mendatangi kediaman capres Prabowo Subianto di Kertanegara, Jaksel, Rabu (22/5/2019). Prabowo tampak terlebih dahulu tiba tanpa memberikan keterangan, sementara Sandi baru tiba sekitar pukul 12.30 WIB.

“Nanti ya,” ujar Sandi singkat kepada awak media sambil melambaikan tangan saat masuk ke dalam rumah Prabowo, Rabu (22/5/2019).

Sebelumnya, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (purn) Imam Sufaat dan mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW) juga menyambangi rumah Prabowo. Akan tetapi keduanya tidak masuk ke dalam rumah Prabowo. Mereka langsung menuju posko relawan, yakni tepat di sebelahnya.

Imam sempat memberi tanggapan mengenai aksi damai di depan Bawaslu RI yang berujung ricuh. Menurutnya, ia dan sejumlah anggota Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) sempat menyambangi lokasi demo pada Selasa (21/5/2019) kemarin.

Ia pun melanjutkan, dirinya kemungkinan akan kembali berdemo di depan Bawaslu bersama massa lainnya hari ini. Namun ia enggan memberi tahu kapan ia akan merapat ke lokasi.

Sementara, BW menolak untuk membeberkan maksud tujuannya berkunjung ke wilayah kediaman Prabowo. Ia mengaku hanya ingin menumpang melaksanakan ibadah salat.

Continue Reading

Politik

Sempat Bubar, Massa Kembali Beraksi di Jalan Slipi

Published

on

Warga Kembali Kuasai Jalan Slipi (CNNIndonesia)

Geosiar.com, Jakarta – Massa aksi 22 Mei kembali turun ke jalanan di kawasan Slipi, Jakarta Barat, yang sebelumnya sempat dibubarkan secara damai oleh kepolisian. Kali ini adanya aksi bakar ban di tengah jalan.

Sempat dibubarkan dengan damai dan berjabat tangan oleh polisi sekitar pukul 10.45 WIB, massa kembali turun ke jalan sekira pukul 10.55 WIB. Sambil memekikkan takbir, sejumlah di antaranya ada yang mengajak sesama warga untuk melanjutkan aksi.

“Ayo, ayo lagi. Allahuakbar,” teriak seorang warga.

Kumpulan massa juga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan sekitar wilayah Kota Bambu. Polisis sebelumnya sempat bermusyawarah dengan warga setempat untuk membubarkan kerumunan massa yang sempat melakukan aksi.

Situasi dan kondisi saat ini tampak lebih kondusif dari sebelumnya. Warga dengan kepolisian terlihat tidak lagi saling lempar batu.

Di lokasi, sisa-sisa lemparan batu juga banyak berserakan di sepanjang Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu, Slipi. Ada pula dua sepeda motor yang menjadi korban perusakan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com