Connect with us

Hiburan

Penghasilan Rp 741 Miliar dari Tur, Coldplay Bersiap Rehat

Published

on

Coldplay saat tampil di AMAs. (hollywoodreporter.com)

Geosiar.com, Selebritis – Apakah Anda tahu berapa penghasilan band internasional sekelas Coldplay dari tur konser yang mereka gelar? Melansir dari Mirror, Kamis (11/10/2018), ‘A Head Full of Dreams Tour’ yang digelar Chris Martin cs sepanjang 2017 membukukan pendapatan kotor sebesar £63,66 juta (Rp1,22 triliun).

Dari angka tersebut, sekitar £59,1 juta (Rp1,14 triliun) merupakan honor manggung dan penampilan promo. Sedangkan sisanya, merupakan royalti dan penjualan merchandise.

Mirror juga mencatat, laba bersih yang masuk ke kantong Coldplay dari pendapatan kotor itu mencapai £38,4 juta atau setara Rp741 miliar. Artinya, Coldplay menghasilkan £1.812,50 (Rp34,98 juta) per jam. Wow!

Laba bersih itu didapatkan band asal Inggris tersebut dari 63 pertunjukan mereka di Inggris, Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Di Eropa, ‘A Head Full Of Dreams Tour’ menghasilkan £32,4 juta (Rp625,32 miliar), sementara dari Asia sekitar £22 juta (Rp424,6 miliar).

Diketahui, dari Amerika Selatan, Coldplay menghasilkan £6,2 juta (Rp119,66 miliar) dan Amerika Utara mendulang £2,1 juta (Rp40,53 miliar) dari penjualan merchandise. Menurut Dave Holmes sang manajer, dengan penghasilan itu Coldplay akan istirahat dari jadwal tur hingga awal tahun 2021.

“Coldplay dan tim perlu beristirahat sejenak dan akan comeback dengan sesuatu yang spesial,” ujar Holmes.

Pernyataan itu sempat memicu rumor bubarnya band yang terbentuk sejak tahun 1996 tersebut. Ini memang bukan rumor baru, mengingat Chris Martin bahkan pernah mengindikasikannya pada 2014.

Kala itu, saat diwawancara Zane Lowe dalam program radio Beats One, Chris Martin mengatakan, album ketujuh Coldplay, ‘A Head Full of Dreams’ akan menjadi karya terakhir mereka.

“Kami sedang dalam proses rekaman album ketujuh. Dan kami melihat, album ini seperti buku terakhir Harry Potter,” ujar pelantun Yellow tersebut 4 tahun silam.

Walau begitu, toh faktanya Chris Martin cs masih bernaung dalam Coldplay hingga saat ini. Bahkan, pekan lalu, Bustle melaporkan, besar kemungkinan Chris Martin cs akan menggarap album kedelapan mereka pada tahun depan. (yl)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hiburan

Perdana Kolaborasi dengan Young Lex, Ini yang Dirasakan Anji

Published

on

Anji dan Young Lex

Geosiar.com, Selebritis – Untuk pertama kalinya, penyanyi Anji berkolaborasi dengan rapper yang bukan berasal dari genre musik yang sering ia tekuni. Anji berkolaborasi dengan Young Lex dalam lagu berjudul Flashback.

“Ini bisa dibilang kolaborasi pertama gue dengan musik hip-hop atau rapper, karena kebanyakan sebelumnya gue biasa kolaborasi sama penyanyi yang juga di jalur musik yang mirip sama gue. Dan menurut gue ini pengalaman yang menarik banget sih. Terutama karena gue melakukannyas ama Young Lex, yang memang anaknya penuh sama ide-ide kreatif. Jadi seru banget dan ini juga menjadi suguhan yang baru untuk penggemar gue dan juga penggemarnya Lex” kata Anji.

Diketahui Lagu Flashback Young Lex dan Anji ini pun telah dirilis lengkap dengan video klipnya. Video klip lagu tersebut disutradarai sendiri oleh Lex. Pria tersebut memilih latar warna-warni dalam videonya.

“Rasanya klise banget ya kalau kita flashback inget mantan dengan warna-warna monokrom, warna-warna sendu. Padahal kalau kita ingetnya yang manis-manis kan harusnya warna-warna cerah. Kalau sama mas Anji, enak banget diarahinnya. Dia percayain sepenuhnya konsep musik video ini ke saya,” ujar Lex.

Continue Reading

Hiburan

‘A Man Called Ahok’ Unggul dari ‘Hanum & Rangga’

Published

on

Film A Man Called Ahok Unggul dari Hanum & Rangga. (Medcom)

Geosiar.com, Hiburan – Ramainya spekulasi persaingan film A Man Called Ahok dan Hanum & Rangga: Faith and The City masih hangat diperbincangkan warganet saat ini. Diketahui, netizen membandingkan kedua film yang tayang secara bersamaan pada Kamis (8/11/2018) dengan unsur politik di dalamnya.

Hal ini pun disampaikan oleh dua pengamat film, Benny Benke dan Yan Wijaya. Dalam pendapatnya mereka berdua sepakat, jika film Hanum terkena dampak dari persoalan nonfilm, yaitu setelah Hanum Rais membela Ratna Sarumpaet terkait kasus hoax. Sedangkan Ahok, selalu dikaitkan dengan persoalan politik yang pernah menimpa mantan gubernur DKI itu.

“Menyedihkan sih. Film dikaitkan dengan persoalan politik. Padahal, kedua sutradaranya mengaku (film ini) tidak terkait dengan kepentingan politik praktis. Namun, publik terlanjur mengaitkan hal itu, diperparah perang opini antara para pendukung dan pembenci,” terangnya dalam pesan singkat kepada SP, Senin (12/11/2018).

Benny juga meneruskan, saling sindir dan saling serang via sosial media juga akan mempengaruhi, keinginan seseorang untuk datang menonton atau justru membatalkan niatnya untuk menonton film tersebut.

Selain itu, Yan Wijaya saat dihubungi juga menuturkan data penonton dua film tersebut. Pada hari pertama hingga hari ke empat penayangan, Ahok memimpin dengan total perolehan 587.474 penonton, sedangkan Hanum meraih 201.378 penonton.

Menurut Yan, selain persoalan politik yang mengikat antarkeduanya, jumlah film Ahok yang lebih tinggi dari Hanura, juga karena dipengaruhi oleh konsep awal film ini dikemas oleh sang sutradara Putrama Tuta, dan tiga produser Ilya Sigma, Emir Hakim, dan Reza Hidayat yang menggawanginya.

Yan mengatakan, film A Man Called Ahok yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Rudi Valinka memiliki kekuatan untuk merangkul seluruh keluarga. Karena mengisahkan tentang hubungan seorang anak, Basuki Tjahaja Purnama, kepada ayahnya, Kim Nam. Jadi, menurut Yan, film ini bisa ditonton untuk keluarga.

Sementara Hanum, menceritakan kisah romansa Hanum Rais dan sang suami, Rangga. Film ini bercerita tentang perjalanan mempertahankan cinta dan menekankan pada kisah dilemma yang dialami wanita karier. Apakah memilih untuk mengejar impian atau menjaga keutuhan sebuah keluarga.

“Segmennya berbeda, dan Ahok mendapatkan ruang yang lebih luas dari Hanum,” terangnya.

Lain sisi, produser dari A Man Called Ahok, Emir Hakim saat dihubungi SP menampik jika film ini dianggap sebagai wadah atau panggung politik bagi kelompok tertentu. Dirinya menjelaskan, sejak pertama kali film ini direncanakan untuk dibuat, tujuan utamanya adalah untuk menginspirasi banyak orang.

“Kita sadar, orang mendengar kata Pak Ahok pasti berpikir akan ada kisah politik yang kuat. Untuk itu, sejak film ini diumumkan 6 September 2018, kami roadshow ke beberapa kota untuk menyampaikan film ini tidak pernah memposisikan kisah, panggung atau alat politik di film ini. Ini adalah kisah yang diambil dari novel, yang menceritakan bagaimana cara seorang ayah membentuk karakter anaknya, hingga menjadi tokoh yang kuat,” ujarnya.

Continue Reading

Hiburan

Konser Megadeth, Jokowi Sampaikan Salam Lewat Video

Published

on

Jokowi menyapa puluhan ribu penonton Jogjarockarta #2 di Stadion Kridosono Yogyakarta, Minggu (28/10/2018) malam.

Geosiar.com, Hiburan – Sebelum Megadeth tampil, lewat rekaman video, Jokowi menyapa puluhan ribu penonton Jogjarockarta #2 di Stadion Kridosono Yogyakarta, Minggu (28/10/2018) malam. Jokowi menyampaikan dirinya juga penggemar band metal asal Amerika Serikat itu.

“Saya suka lagu Sweating Bullets, Ashes In Your Mouth, dan Wake Up Dead. Tetapi tidak tahu nanti dimainkan atau tidak. Selamat menonton semuanya,” ujar Jokowi dalam video yang ditayangkan di layar.

Ternyata apa yang diucapkan Jokowi mendapat respon dari Dave Mustaine dan kawan-kawan. Buktinya, dua lagu yang disebutJokowi dimainkan. Lagu masuk dalam song list nomor empat dan enam.

Megadeth menghibur sekitar 15.000 penonton, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo tiba di Stadion Kridosono sekitar pukul 20.50 WIB. Ia memakai kaos hitam merchandise JogjaROCKarta #2 dan celana jeans.

“Pokok e metal!,” ujar Ganjar.

Pada JogjaROCKarta kali ini Megadeth mendapatkan durasi hampir dua jam di atas pangggung. Lagu-lagu yang ia maninkan antara lain The Conjuring, Wake up Dead, In Mya Darkest Hour, Sweating Bullets, dan Dawn Patrol diraungkan tanpa jeda. Mereka juga mebawakan beberapa lagu album terakhir mereka yang dirilis tahun 2016 lalu, Dystopia.

Tak lupa Dave sempat menyapa para penonton yang hadir.

“Kami jauh-jauh terbang dari Amerika ke Indonesia karena ingin bertemu kalian dan melihat kerumunan seperti ini. Kami merasa bersemangat. Kalian sangat berarti bagi kami,” ujar Dave Mustaine.

Sebelum Megadeth tampil, panggung Jogjarockarta 2018 juga sempat diisi band-band keren dalam negeri, seperti Blackout, Koil, Sangkakala, Elpamas, Edane, Seringai, ILP, dan band legendaris Godbless.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com