Connect with us

Nasional

Doktrin Murid Benci Presiden, Akhirnya Guru SMA 87 Minta Maaf kepada Jokowi

Published

on

SMA 87 Jakarta. (istimewa)

Geosiar.com, Jakarta – Beredar di media sosial seorang guru SMA 87 Jakarta berinisial N diduga telah mendoktrin murid-muridnya untuk membenci Presiden Joko Widodo (Jokowi). Informasi tersebut belakangan diketahui setelah salah seorang orang tua siswa curhat soal ulah guru tersebut.

Ia mengaku anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru tersebut di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian yang bersangkutan menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

Di bawah ini beberapa fakta yang Geosiar.com rangkum terkait kasus ini:

1. Tiga Kali mengirim SMS ke Kepala Sekolah

Ibu murid yang marah akibat ulah guru tersebut sudah berusaha menghubungi dinas terkait, namun telefonnya tidak diangkat. Tak hanya itu, dia juga sudah 3 kali mengirimkan pesan singkat ke Kepala Sekolah SMA 87, namun juga ‘dicuekin’.

2. Didatangi Bawaslu DKI

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mendatangi SMA 87 Jakarta untuk menyelidiki kabar oknum guru berinisial N yang mendoktrin muridnya agar membenci Jokowi.

“Kita sudah mengirimkan tim unruk investigasi ke sana, apa benar ada kejadian itu di sana,” kata Komisioner Bawaslu DKI, M Jufri, Rabu 10 Oktober 2018.

3. Gubernur DKI akan Beri Sanksi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan prihatin dengan oknum guru SMAN 87 Jakarta yang diduga telah mendoktrin anak didiknya untuk membenci Presiden Jokowi.

Anies sudah memerintahkan Inspektorat DKI Jakarta untuk melakukan investigasi dan bila terbukti oknum guru tersebut melakukan pelanggaran, maka yang bersangkutan harus mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Minta Maaf ke Jokowi

Guru berinisial N tersebut diketahui meminta maaf kepada Jokowi melalui secarik surat pernyataan yang diketik oleh dirinya dan ditandai tanda tangan di atas meterai Rp6000.

“Sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini, dan juga kepada teman-teman wartawan. Saya berjanji akan lebih berhati-hati di masa yang akan datang, agar ucapan dan tindakan saya tidak menyinggung siapa pun,” tulisnya.

Pak MendikbudPak Gubernur DKIAnggota DPRD Propinsi DKIPak Kadisdik Pemprop DKIIbu Kepsek SMAN 87 Mohon bisa…

Posted by KataKita on Tuesday, October 9, 2018

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kriminal

BPOM Kepri Musnahkan Produk Kosmetik Ilegal Senilai Rp5 Milyar

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Batam – Kosmetik senilai Rp5 miliar disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam serangkaian penertiban yang dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Dalam pengawasan yang dilakukan BPOM, kami menertibkan kosmetik senilai Rp5 miliar di wilayah Kepri hanya dalam dua pekan saja,” kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan di Batam, Kamis (13/12).

Dan di Batam saja, BPOM menertibkan kosmetik ilegal senilai Rp 1,4 miliar di sebuah rumah warga. Dia menilai, kosmetik ilegal itu diperdagangkan melalui digital (e-commerce) dari Batam ke seluruh wilayah di Indonesia.

Ia menegaskan, kosmetik ilegal, yang tidak dilengkapi kode BPOM, berbahaya untuk digunakan, karena mengandung bahan-bahan terlarang, di antaranya merkuri dan logam berat.

“Bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker. kemudian ibu hamil yang menggunakan bisa mengakibatkan cacat janin,” kata dia.

Dan bila dikonsumsi, bila menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. Bahkan, pada individu tertentu bisa menyebabkan kematian. Menurut dia, kebanyakan kosmetik ilegal berbahaya itu adalah cream pemutih wajah dan badan, bedak, lipstik, perona muka dan pinsil alis.

Sebagian kosmetik ilegal itu sengaja diracik di Batam, dan ada pula yang diimpor.

“Ada juga seakan-akan impor dari luar. Awalnya didatangkan dari beberapa negara,” kata dia.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengonsumsi kosmetik yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM. Badan POM telah meluncurkan aplikasi BPOM Mobile yang bisa digunakan di telepon cerdas atau melalui website pom.go.id untuk mengecek nama-nama produk yang sudah terdaftar di BPOM.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Batam Muhammad rudi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih jeli menggunakan konsumsi.

“Karena sekali salah menggunakan, maka akan menanggung seumur hidup bila ada dampak negatifnya,” kata dia.

Sebelum menggunakan kosmetik, masyarakat harus memastikan dalam kemasannya terdapat izin dari BPOM.

Continue Reading

Korupsi

Diduga Korupsi Dana Pendidikan, KPK Tahan Bupati Cianjur

Published

on

Banner kawasan bebang pungutan liar terpampang di depan Kantor Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang ditangkap KPK terkait suap DAK pendidikan. (Foto: iNews.id)

Geosiar.com, Bandung – Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menyampaikan memastikan layanan pemerintahan Kabupaten Cianjur akan tetap berjalan meski Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepada setiap organisasi perangkat daerah telah diintruksikan Herman untuk tidak terpengaruh dengan adanya kejadian itu.

“Untuk pemerintahan sementara saya tangani. Dipastikan tidak ada dampak serius untuk roda pemerintahan,” kata Herman, Kamis, (13/12/2018).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, ujar Herman, masih tetap berjalan seperti biasa, mengingat masih ada pejabat sekretaris dinas. Kebijakan teknis dan dokumen yang memerlukan persetujuan dinas, akan dikoordinasikan dengan bagian hukum pemerintah kabupaten.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda, mengakui ada dampak psikologis penangkapan KPK terhadap bupati kepada karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Namun, menurut dia, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. “Dampak secara psikologis pasti ada,” ujar Gagan.

Apel pagi yang biasanya digelar di pendopo kabupaten pukul 06.30, pagi itu tampak masih lengang. Para karyawan baru melakukan apel sekitar pukul 07.30 atau molor hampir satu jam.

Apel pagi yang biasanya dipimpin wakil bupati atau sekretaris, kali ini dipimpin Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Budi Rahayu Toyib.

“Pak Wakil Bupati ada jadwal rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sukabumi, sedangkan Pak Sekda ada tugas ke Jakarta,” kata Gagan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur akan belum mengetahui pengganti Bupati Cianjur Irvan Rivano pascapenangkapan dan penetapan tersangka korupsi.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Gagan.

Continue Reading

Nasional

Dua Plastik E-KTP Tercecer Ditemukan Warga Pariaman

Published

on

Sekarung e-KTP yang tercecer di Pariaman (Kumparan.com)

Geosiar.com, Pariaman – Kembali terjadi penemuan e-KTP yang tercecer. Kali ini, berjumlah lebih dari 1.000 e-KTP yang ditemukan seorang warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Selasa (11/12/2018) sore.

Ceceran e-KTP itu ditemukan di sekitar gudang penyimpanan arsip Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Padang Pariaman. Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh menjelaskan, seluruh e-KTP yang ditemukan sudah tidak digunakan lagi karena kondisinya rusak dan telah ditarik oleh dukcapil setempat.

“e-KTP warga yang tidak digunakan lagi karena penggantian elemen data, penggantian alamat karena pemekaran nagari, penggantian pekerjaan, penggantian status, dan penggantian KTP elektronik karena datang dari luar daerah Kabupaten Padang Pariaman, di mana yang bersangkutan telah mendapatkan e-KTP yang baru,” jelas Zudan dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12/2018).

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni juga telah menginstruksikan dukcapil setempat untuk menelusuri proses pengguntingan e-KTP yang rusak dan sudah tidak berlaku lagi. Sejak beberapa waktu lalu, proses diketahui sudah dilakukan.

Berdasarkan hasil penelurusan, diketahui e-KTP yang ditemukan merupakan kesalahan dari pengelola gudang tempat penyimpanan.

“Informasi dari sekretariat dinas selaku penanggung jawab gudang, bahwa terbuangnya e-KTP tersebut di lokasi sekitar gudang adalah murni kekeliruan pengelola gudang dalam proses pemisahan barang atau arsip yang akan dimusnahkan,” ungkap Zudan.

Ali Mukhni juga telah mengimbau Dukcapil Padang Pariaman untuk mengelola gudang dengan lebih baik dan pengawasannya yang lebih ketat.

Dua kantong e-KTP yang tercecer pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Zainal Arifin ketika hendak mengambil bambu. Ia menemukan karung lapuk yang berisi e-KTP. Zainal kemudian melaporkan temuannya kepada Polsek Pariaman.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com