Connect with us

Dunia

Cina Gelar Kampanye Anti-halal di Kawasan Muslim Xinjiang

Published

on

Otoritas Cina meluncurkan kampanye melawan produk berabel "halal" dengan alasan untuk memerangi ekstremisme. (jawapos)

Geosiar.com, Beijing – Sebuah kampanye anti-produk halal telah diterbitkan oleh pemerintah kota Urumqi, wilayah Xinjiang. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan penetrasi Islam sekuler dan menghentikan ekstrimisme.

Kampanye itu dikeluarkan lewat sebuah pertemuan para pemimpin Partai Komunis Urumqi pada Senin, (7/10/2018) lalu. Para pemimpin partai memimpin para kadernya bersumpah melawan halalisasi yakni suatu proses untuk menghalalkan produk makanan hingga pasta gigi sesuai dengan hukum Islam.

Kampanye anti-halal ini tak pelak menciderai kelompok minoritas Islam Uighur yang sebagian besar tinggal di kawasan Xinjiang, Cina. Beijing telah menjadi sasaran kritik dari kelompok-kelompok HAM dan pemerintah asing menyusul laporan penerapan hukuman terhadap sekitar satu juta kelompok minoritas Uighur di Xinjiang.

Melansir dari channelnewsasia.com pada Kamis, (11/10/2018), Beijing menyangkal telah melakukan pelanggaran HAM umat Islam di Xinjiang. Beijing berkeras hanya mengatasi tindakan terorisme dan pemecahbelah kawasan.

Surat kabar Global Times dalam pemberitaannya menulis segala tuntutan produk halal telah memicu permusuhan terhadap agama dan membuka peluang kepada Islam untuk menerapkan kehidupan sekuler. Sebagai bagian dari kampanye anti-halal, Ilshat Osman, Kepala Jaksa membuat tulisan berjudul ‘Kawan, Anda tidak perlu mencarikan restoran halal hanya untuk saya”.

Lewat kampanye anti-halal ini, maka pegawai negeri sipil bisa makan apapun dan kantin-kantin akan diubah sehingga para pegawai itu bisa mencoba berbagai jenis masakan. Para pejabat tinggi di Partai Komunis Urumqi mengatakan mereka akan meminta kepada pemerintah pusat dan anggota partai lainnya untuk menguatkan keyakinan Marxisme-Leninisme serta berbahasa mandarin sesuai standar di hadapan publik.

Secara teori, Beijing diketahui membebaskan warga negaranya untuk dalam memeluk suatu agama dan melakukan praktik ibadah. Namun saat ini pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan atau mata-mata karena Beijing sedang mencoba membuat praktik ibadah di bawah kendali negara yang lebih ketat, termasuk produk halal seperti saat ini.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

5 Fakta Tentang Penembakan Massal di Rusia yang Tewaskan 20 Siswa

Published

on

Penembakan massal di sebuah sekolah akademi di Kota Kerch, Crimea, Rusia, pada Rabu, 17 Oktober 2018 dan menewaskan 20 orang termasuk dirinya sendiri. Reuters

Geosiar.com, Crime –  Peristiwa penembakan massal di sebuah sekolah politeknik di Kota Kerch, Crimea, Rusia, pada Rabu, (17/10/2018) mengagetkan banyak pihak. Pasalnya peristiwa seperti ini nyaris tidak pernah terjadi di negara ini dan lebih kerap terjadi di sekolah di Amerika Serikat.

“Ada mayat di mana-mana, mayat anak-anak. Itu betul-betul tindakan teroris. Pelaku menyerang setelah lima atau sepuluh menit saya meninggalkan sekolah. Pelaku meledakkan semuanya di ruang serba guna, kaca terbang ke mana-mana,” ujar Olga Grebennikova, direktur sekolah vokasi politeknik kepada media lokal di Crimea dan dikutip Reuters.

Di bawah ini merupakan sejumlah 5 fakta penting terkait perisitwa penembakan massal di Crimea, yang dianeksasi Rusia dari Ukraina, pada 2014, seperti dilansir Sputnik News:

1. Pelaku

Pelaku diduga seorang siswa bernama Vladislav Roslyakov, 18 tahun, yang merupakan siswa tahun keempat di sekolah itu. Dia ditemukan tewas di lantai dua sekolah di ruang perpustakaan dengan luka tembak yang diduga bunuh diri.

2. Rekaman CCTV

Roslyakov terekam kamera keamanan CCTV memasuki sekolah dengan membawa sebuah pistol dan mulai menembaki teman-temannya. Petugas masih menelusuri kemungkinan adanya anggota komplotan lain dalam peristiwa penembakan massal ini.

3. Ledakan Bom

Penyelidik menemukan adanya bekas ledakan di kanten sekolah politeknik ini. Bom ini diduga kuat sebagai bom rakitan yang berisi potongan logam.

4. Komite Investigasi

Rusia mengerahkan Komite Investigasi, yang biasa menangani kasus besar, didampingi lembaga intelijen FSB dan Komite Antiterrorisme Nasional. Awalnya ada dugaan ini sebagai tindakan terorisme. Belakangan, menurut juru bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, kejahatan ini dikualifikasikan sebagai tindakan pembunuhan dua atau lebih orang (pembunuhan massal) sesuai Seksi 2 dari Pasal 105 UU Kriminal Rusia.

5. Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sedang berada di Sochi, Rusia, bertemu dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah Sisi. “Ini jelas sebuah kejahatan. Motif dan penjelasan dari tragedi ini akan dipelajari secara menyeluruh,” kata Putin seusai bertemu Sisi. Deputi Menteri Pendidikan Rusia, Andrei Nikolaev, mengatakan petugas akan dikerahkan untuk menjaga keamanan sekolah menengah atas dan sekolah vokasi pasca penembakan massal ini.

Diketahui sebelumnya sebanyak 20 orang tewas dan belasan lainnya terluka saat seorang pelajar menembaki rekan-rekannya di sebeuah sekolah menengah di Semenanjung Crimea, Rusia. Saat berbicara kepada orangtua para siswa dan jurnalis, pemimpin Crimea Sergei Aksyonov mengatakan, di antara korban tewas terdapat sang pelaku.

Aksyonov menambahkan, sebanyak 53 orang terluka dalam insiden tersebut dengan 12 orang di antaranya mengalami luka serius.

Continue Reading

Dunia

Dituduh Lecehkan Belasan Wanita, Menteri India Mundur

Published

on

Menteri urusan Luar Negeri India, Mobashar Jawed Akbar. (voaindonesia.com)

Geosiar.com, New Delhi – Menteri urusan luar negeri India Mobashar Jawed Akbar, dikabarkan telah mengundurkan diri setelah munculnya tuduhan dari lebih sepuluh wartawan perempuan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi sebuah suratkabar terkemuka. Ia telah menyangkal tuduhan itu sebagai hal yang “tidak berdasar dan direkayasa.”

Pengunduran diri MJ Akbar merupakan pengunduran diri tokoh terkemuka yang paling mendapat banyak sorotan sejak gerakan #MeToo meraih momentum di India, di mana sejumlah perempuan menuduh laki-laki berpengaruh dalam industri media dan hiburan telah menunjukkan perilaku seksual yang tidak semestinya.

Akbar mengundurkan diri dua hari setelah menyampaikan gugatan kriminal pencemaran nama baik terhadap wartawan Prita Ramani, wartawan pertama yang menyebutnya telah melakukan tindakan seksual yang tidak semestinya.

Akbar juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “karena saya memutuskan untuk mengupayakan keadilan di pengadilan dalam kapasitas pribadi, saya merasa sudah selayaknya saya mengundurkan diri dari jabatan saya dan menantang tuduhan-tuduhan palsu terhadap saya.”

Wartawan Ramani, yang menyampaikan akan menantikan upaya mencari keadilan di pengadilan, mencuit di Twitter “sebagai perempuan, pengunduran diri Akbar membuat kami merasa benar.”

Sejumlah perempuan yang menuduh Akbar melakukan tindakan tidak semestinya itu mencakup beberapa wartawan perempuan yang kini memegang jabatan berpengaruh dalam industri media.

Walaupun pemerintahan PM Narendra Modi tidak memberi komentar apapun tentang tuduhan-tuduhan terhadap Akbar, tekanan kian meningkat untuk menanggapi tuduhan itu. Kelompok-kelompok perempuan, asosiasi wartawan dan kelompok oposisi Partai Kongres menuntut Modi segera mengambil tindakan terhadap Akbar.

“Saya kaget pemerintah tidak memintanya untuk mengundurkan diri lebih awal,” ujar Ajoy Bose, seorang analis politik independen di New Delhi. Ia mengatakan sulit untuk mengabaikan tuduhan-tuduhan itu.

“Terlalu banyak perempuan yang telah maju dan menyampaikan tuduhan. Tuduhan-tuduhan ini luar biasa banyak,” ujarnya.

Dikabarkan dua puluh wartawan perempuan yang sebelumnya bekerja di bawah pimpinan Akbar telah ikut menyampaikan tuduhan pasca gugatan pencemaran nama baik yang disampaikan Akbar terhadap Ramani. Mereka menulis surat, meminta pengadilan mempertimbangkan kesaksian mereka.

“Akbar dikenal suka menyampaikan pujian yang tidak semestinya lewat pesan teks dan telepon cabul, dan tidak suka ditolak,” ujar Ramani.

Wartawan ini bekerja di bawah Akbar pada tahun 1990an. Gerakan #MeToo di India meluas setelah aktris Bollywood Tanushree Dutta menuduh aktor Nana Patekar telah melecehkannya secara seksual dalam syuting sebuah film.

Menteri Akbar merupakan tokoh terbaru yang mundur pasca membludaknya tuduhan. Beberapa hari lalu dua editor suratkabar terkemuka lainnya juga telah mengundurkan diri, sebuah rumah produksi Bollywood ditutup dan kelompok komedi terbesar di India kini berada dalam kekacauan.

Continue Reading

Dunia

Anjing Serang 58 Ekor Penguin di Australia Hingga Mati

Published

on

Ilustrasi (merdeka.com)

Geosiar.com, Hobart – Sebanyak 58 ekor penguin langka dicurigai menjadi serangan anjing di bagian Tasmania, Australia. Petugas perlindungan satwa liar saat ini sedang menyelidiki kasus ini.

Salah seorang anggota masyarakat yang melaporkan kejadian ini kepada penjaga hutan tentang temuan puluhan tubuh penguin yang tidak bernyawa, berserakan di sebuah pantai di pesisir utara Pulau Tasmania.

Dilansir dari BBC pada Kamis (18/10/2018), temuan puluhan ekor penguin tanpa nyawa tersebut merupakan akibat serangan anjing yang kali kedua terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Pihak yang berwenang menjelaskan pemilik anjing harus bertanggung jawab atas hewan peliharaannya. Apabila terbukti bersalah, mereka akan dikenakan sanksi denda dengan nominal besar, karena mengancam kelestarian populasi satwa liar yang dilindungi.

“Kami mengingatkan warga untuk selalu bertanggung jawab atas hewan peliharaan mereka, karena terutama anjing, memiliki kapasitas untuk melakukan banyak kerusakan secara singkat pada koloni penguin,” tutur pejabat departemen taman, air dan lingkungan Tasmania dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan bahwa semua laporan dugaan serangan terhadap satwa liar, termasuk penguin, yang melanggar hukum akan dianggap “sangat serius” di Australia.

Pemerintah umumkan siapa pun yang mengetahui hal tersebut, agar tidak ragu untuk melaporkan ke pihak berwenang.

Menurut seorang ahli satwa liar setempat, puluhan penguin yang diserang awal pekan ini, dikabarkan tengah kembali ke sarang mereka untuk memulai musim kawin.

“Ini akan memiliki dampak bencana pada koloni (penguin), ini akan memakan waktu yang lama, bertahun-tahun, bagi burung-burung yang berbiak untuk melakukan regenerasi,” kata Eric Woehler dari lembaga BirdLife Tasmania.

Juni lalu, belasan penguin kecil yang disebut penguin peri lokal ditemukan mati akibat serangan anjing, yang terlihat di pantai terdekat di Area Konservasi Low Head, di tenggara Tasmania.

Continue Reading
Advertisement

Trending