Connect with us

Nasional

Jokowi Ajak Siswa SMA dan SMK Berantas Hoax

Published

on

Presiden Joko Widodo berpidato di depan para Ketua OSIS SMA/SMK di Bogor. (viva.co.id)

Geosiar.com, Bogor – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk ikut berperan menangkal kabar bohong atau hoax (hoaks) di media sosial.  Demikian Presiden saat berpesan pada ratusan ketua OSIS dan unit kerohaniawan SMA/SMK, di Bogor Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).

Dia menyampaikan kabar tersebut dapat berpotensi memecah belah bangsa.

“Anak-anak tolong, kalau ada di medsos yang namanya fitnah, hoax, kabar bohong, saling mencela, mengejek, itu tolong diluruskan, dibetulkan,” katanya, Rabu, (10/10/2018).

Jokowi juga mengatakan, anak-anak muda harus menyadari ancaman persatuan bangsa tersebut. Jika tidak, masyarakat akan mudah diadudomba.

“Antaragama dipanas-panasin, antar suku diadu, berbahaya sekali,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan supaya pemuda menghargai setiap perbedaan yang ada. Indonesia memiliki beragam agama, suku, tradisi, serta bahasa. Kondisi tersebut harus dianggap sebagai anugerah.

Jokowi berpesan agar pemuda, apalagi pada Ketua Osis dan Ketua Unit Kerohaniawan, dapat mengajak kawan mereka untuk menghargai setiap perbedaan yang ada. Begitu juga kepada mereka yang memiliki pilihan politik yang berbeda.

“Jangan sampai antar teman tidak saling sapa gara-gara itu. Rugi,” katanya.

Dia juga berpesan agar pemuda membantu menyampaikan informasi yang benar.

“Tolong kalau ada hal-hal di medsos seperti fitnah, hoax, saling mencela, itu diluruskan, dibetulkan,” ujarnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kriminal

BPOM Kepri Musnahkan Produk Kosmetik Ilegal Senilai Rp5 Milyar

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Batam – Kosmetik senilai Rp5 miliar disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam serangkaian penertiban yang dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Dalam pengawasan yang dilakukan BPOM, kami menertibkan kosmetik senilai Rp5 miliar di wilayah Kepri hanya dalam dua pekan saja,” kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan di Batam, Kamis (13/12).

Dan di Batam saja, BPOM menertibkan kosmetik ilegal senilai Rp 1,4 miliar di sebuah rumah warga. Dia menilai, kosmetik ilegal itu diperdagangkan melalui digital (e-commerce) dari Batam ke seluruh wilayah di Indonesia.

Ia menegaskan, kosmetik ilegal, yang tidak dilengkapi kode BPOM, berbahaya untuk digunakan, karena mengandung bahan-bahan terlarang, di antaranya merkuri dan logam berat.

“Bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker. kemudian ibu hamil yang menggunakan bisa mengakibatkan cacat janin,” kata dia.

Dan bila dikonsumsi, bila menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. Bahkan, pada individu tertentu bisa menyebabkan kematian. Menurut dia, kebanyakan kosmetik ilegal berbahaya itu adalah cream pemutih wajah dan badan, bedak, lipstik, perona muka dan pinsil alis.

Sebagian kosmetik ilegal itu sengaja diracik di Batam, dan ada pula yang diimpor.

“Ada juga seakan-akan impor dari luar. Awalnya didatangkan dari beberapa negara,” kata dia.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengonsumsi kosmetik yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM. Badan POM telah meluncurkan aplikasi BPOM Mobile yang bisa digunakan di telepon cerdas atau melalui website pom.go.id untuk mengecek nama-nama produk yang sudah terdaftar di BPOM.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Batam Muhammad rudi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih jeli menggunakan konsumsi.

“Karena sekali salah menggunakan, maka akan menanggung seumur hidup bila ada dampak negatifnya,” kata dia.

Sebelum menggunakan kosmetik, masyarakat harus memastikan dalam kemasannya terdapat izin dari BPOM.

Continue Reading

Korupsi

Diduga Korupsi Dana Pendidikan, KPK Tahan Bupati Cianjur

Published

on

Banner kawasan bebang pungutan liar terpampang di depan Kantor Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang ditangkap KPK terkait suap DAK pendidikan. (Foto: iNews.id)

Geosiar.com, Bandung – Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menyampaikan memastikan layanan pemerintahan Kabupaten Cianjur akan tetap berjalan meski Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepada setiap organisasi perangkat daerah telah diintruksikan Herman untuk tidak terpengaruh dengan adanya kejadian itu.

“Untuk pemerintahan sementara saya tangani. Dipastikan tidak ada dampak serius untuk roda pemerintahan,” kata Herman, Kamis, (13/12/2018).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, ujar Herman, masih tetap berjalan seperti biasa, mengingat masih ada pejabat sekretaris dinas. Kebijakan teknis dan dokumen yang memerlukan persetujuan dinas, akan dikoordinasikan dengan bagian hukum pemerintah kabupaten.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda, mengakui ada dampak psikologis penangkapan KPK terhadap bupati kepada karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Namun, menurut dia, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. “Dampak secara psikologis pasti ada,” ujar Gagan.

Apel pagi yang biasanya digelar di pendopo kabupaten pukul 06.30, pagi itu tampak masih lengang. Para karyawan baru melakukan apel sekitar pukul 07.30 atau molor hampir satu jam.

Apel pagi yang biasanya dipimpin wakil bupati atau sekretaris, kali ini dipimpin Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Budi Rahayu Toyib.

“Pak Wakil Bupati ada jadwal rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sukabumi, sedangkan Pak Sekda ada tugas ke Jakarta,” kata Gagan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur akan belum mengetahui pengganti Bupati Cianjur Irvan Rivano pascapenangkapan dan penetapan tersangka korupsi.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Gagan.

Continue Reading

Nasional

Dua Plastik E-KTP Tercecer Ditemukan Warga Pariaman

Published

on

Sekarung e-KTP yang tercecer di Pariaman (Kumparan.com)

Geosiar.com, Pariaman – Kembali terjadi penemuan e-KTP yang tercecer. Kali ini, berjumlah lebih dari 1.000 e-KTP yang ditemukan seorang warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Selasa (11/12/2018) sore.

Ceceran e-KTP itu ditemukan di sekitar gudang penyimpanan arsip Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Padang Pariaman. Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh menjelaskan, seluruh e-KTP yang ditemukan sudah tidak digunakan lagi karena kondisinya rusak dan telah ditarik oleh dukcapil setempat.

“e-KTP warga yang tidak digunakan lagi karena penggantian elemen data, penggantian alamat karena pemekaran nagari, penggantian pekerjaan, penggantian status, dan penggantian KTP elektronik karena datang dari luar daerah Kabupaten Padang Pariaman, di mana yang bersangkutan telah mendapatkan e-KTP yang baru,” jelas Zudan dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12/2018).

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni juga telah menginstruksikan dukcapil setempat untuk menelusuri proses pengguntingan e-KTP yang rusak dan sudah tidak berlaku lagi. Sejak beberapa waktu lalu, proses diketahui sudah dilakukan.

Berdasarkan hasil penelurusan, diketahui e-KTP yang ditemukan merupakan kesalahan dari pengelola gudang tempat penyimpanan.

“Informasi dari sekretariat dinas selaku penanggung jawab gudang, bahwa terbuangnya e-KTP tersebut di lokasi sekitar gudang adalah murni kekeliruan pengelola gudang dalam proses pemisahan barang atau arsip yang akan dimusnahkan,” ungkap Zudan.

Ali Mukhni juga telah mengimbau Dukcapil Padang Pariaman untuk mengelola gudang dengan lebih baik dan pengawasannya yang lebih ketat.

Dua kantong e-KTP yang tercecer pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Zainal Arifin ketika hendak mengambil bambu. Ia menemukan karung lapuk yang berisi e-KTP. Zainal kemudian melaporkan temuannya kepada Polsek Pariaman.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com