Connect with us

Politik

Jagoan Dapil IV Kembali Caleg DPRD Medan, Sosok Mereka Terbukti Merakyat

Published

on

Ket foto: Hasyim SE (kiri atas), Boydo HK Panjaitan (kanan atas), Hendra DS (tengah atas), Ihwan Ritonga SE (kiri bawah) dan Sabar Syamsurya Sitepu (kanan bawah).

Medan, Geosiar.com – Mengenal sosok siapa anggota DPRD Medan asal daerah pemilihan (dapil) IV yang kembali Caleg DPRD Medan periode 2019-2024. Mereka adalah Hasyim SE (PDIP), Boydo HK Panjaitan SH (PDIP), Sabar Syamsurya Sitepu S.I.Kom (Golkar), Ihwan Ritonga SE (Gerindra) dan Hendra DS (Hanura).

Sosok ke lima anggota DPRD Medan ini sudah terbukti berbuat memperjuangkan kepentingan warga dapil IV meliputi Kecamatan Medan Amplas, Kota, Denai dan Medan Area. Dikenal vokal menyoroti kebijakan Pemko Medan ketika merugikan kepentingan masyarakat. Maka tidak salah lagi mereka kembali mengurusi kepentingan masyarakat banyak dan selama ini terbukti merakyat.

Seperti Hasyim SE, yang saat ini menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan dan Ketua DPC PDI P Kota Medan, dikenal sebagai pemilik massa paling banyak. Bahkan, kepiawaiannya sebagai anggota DPRD Medan dua periode sudah terbukti. Saat ini kembali Caleg DPRD Medan 2019-2024 dari Partai PDIP di dapil IV No urut 1.

Begitu juga Boydo HK Panjaitan SH, dinilai sangat vokal membela kepentingan rakyat kecil. Politisi muda ini, getol menyoroti segala penyimpangan kebijakan Pemko Medan. Berani menyuarakan kebenaran demi membela wong cilik.

Tidak salah lagi, Boydo HK Panjaitan yang saat ini Bendahara DPC PDIP Kota Medan dan sekretaris Komisi C DPRD Medan mencalonkan diri Caleg DPRD Medan 2019-2024 dari PDIP di dapil IV No urut 2. Terbukti sudah berbuat dan tetap perhatian setiap kepentingan warga miskin.

Sama halnya dengan H Sabar Syamsurya Sitepu S.I.Kom, politisi Golkar dan sudah tiga periode anggota DPRD Medan bukti kepedulian membantu masyarakat dan pembangunan kota Medan cukup banyak. Saat ini kembali Caleg DPRD Medan 2019-2024 di dapil IV No urut 1.

Tidak ketinggalan sosok H Ihwan Ritonga SE, politisi muda dikenal santun asal partai Gerindra itu rutin menggelar kegiatan apa saja bersama rakyat. Baginya, jabatan wakil rakyat adalah amanah yang harus dijalankannya. Tidak heran, Ihwan bersama ratusan relawan turun menemui warga menyerap aspirasi sekaligus tindaklanjutnya.

Saat ini H Ihwan Ritonga SE menjabat Wakil Ketua DPRD Medan kembali Caleg DPRD Medan 2019-2024 dari Partai Gerindra di dapil IV No urut 1.

Sama dengan Politisi Hanura, Hendra DS tetap menjadi idola di dapil IV. Selama menjabat 2 periode sebagai anggota DPRD Medan, Hendra sudah banyak berbuat kepentingan umum. Apalagi dengan mendirikan sekolah sepakbola bagi generasi muda.

Bahkan, Hendra DS yang saat ini menjabat Ketua Komisi C DPRD Medan terus menyoroti persoalan pedagang kecil agar diberdayakan. Hendra DS mendorong Pemko Medan terus melakukan revitalisasi pasar menuju pasar modern.

Hendra DS yang juga menjabat Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Medan, saat ini sebagai Caleg DPRD Medan 2019-2024 dari Partai Hanura di dapil IV No Urut 1. (lamru).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Jangga Siregar Sahuti Keluhan Pedagang Pasar Marelan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Perusahaan Daerah (PD) Pasar diminta untuk mendata kembali 57 pedagang pasar tradisional Marelan yang tidak mendapatkan meja atau lapak untuk berjualan.

Apalagi, berdasarkan pengakuan pedagang bahwa mereka sudah membayar uang meja sebesar Rp 3 juta serta untuk kios sebesar Rp 15 juta.

“Kan, kasihan pedagang yang sudah bayar untuk mendapatkan meja dan kios disana (Pasar Marelan-red). Jadi, diminta kepada PD Pasar untuk mendata kembali jumlah pedagang yang belum mendapatkan lapak baik meja maupun kios,” kata anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar SH saat meninjau Pasar Marelan di Jalan Marelan Raya, Selasa (19/2/2019)

Politisi Hanura itu juga mendesak Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya menyegerakan untuk memfasilitasi ke-57 pedagang yang belum mendapatkan meja dan kios untuk berjualan.

“Prinsipnya, kita minta PD Pasar segeralah melakukan pendataan agar pedagang yang sudah setahun lebih belum mendapatkan meja dan kios tidak merasa terzholimi,” katanya.

Sementara 57 pedagang di pasar tradisional Marelan meminta keadilan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan karena meskipun sudah membayar lapak hingga kini mereka tidak mendapatkan meja dan kios yang telah dijanjikan oleh PD Pasar Medan.

Seperti disampaikan Muklis pedagang ikan, kalau adiknya yang juga merupakan pedagang ikan telah membayar Rp.3 juta kepada pihak Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM).

Senada disampaikan Hotmaida, yang telah membayar Rp.3 juta ke P3TM untuk mendapatkan meja. “Hingga saat ini meja itu tak pernah aku dapatkan, ” keluhnya kepada Jangga.

Bahkan, dikeluhkan pedagang lainnya Punia Simanjuntak menyebutkan sudah membayar Rp.15 juta untuk mendapatkan kios. “Namun, saya hanya dikasih lapak yang berkanopi dan letaknya diatas parit,” keluhnya.

Pada kesempatan itu, Ilham pedagang ikan mengeluhkan retribusi yang dilakukan oleh pengelola pasar Marelan.

Kepada Jangga, Ilham menyebutkan kalau kutipan retribusi yang dilakukan terhadap pedagang hingga Rp.12 ribu. “Saya punya satu meja, tapi saya setiap hari dikutip hingga Rp.12 ribu, ” keluhnya.

Menyahuti keluhan pedagang itu, Wakil Kepala Pasar Marelan, M.Ishak menyebutkan tidak ada retribusi kepada pedagang melebihi dari Rp.10.000.

Dijabarkannya, retribusi Rp.10.000 itu untuk Rp. 2.000 untuk sewa lapak, Rp.2.000 untuk uang jaga malam, Rp.4.400 untuk biaya listrik serta Rp.1.600 untuk retribusi kebersihan. (lamru)

Continue Reading

Politik

Parlaungan Simangunsong Minta Gubsu Sahuti Keluhan Warga Medan Soal Air Bersih

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST minta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi supaya mencari solusi perbaikan kualitas air minum di kota Medan. Sebab, hampir disetiap reses anggota DPRD Medan, warga menyampaikan keluhan buruknya kualitas air minum yakni bau, kotor dan distribusi macet.

“Terkait hal itu, kita harapkan Gubsu Edy Rahmayadi mampu mengatasi keluhan warga dan solusi perbaikan masalah air minum. Selama ini persoalan air kotor dan bau sering kita terima dari masyarakat Medan. Namum karena PDAM Tirtanadi satu satunya pemasok air bersih di Medan merupakan perusahaan milik Pempropsu bukan Pemko Medan, akhirnya kita tidak dapat berbuat banyak. Harapan kita Gubsu dapat respon berkenan menyahuti keluhan warga Medan dan mencari solusi, ” harap Parlaungan Simangunsong ST.

Penegasan dan harapan itu disampaikan Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST saat menggelar reses I Tahun 2019 gelombang ke 2 di
Jl Tangguk Bongkar 6 Tegal Sari Mandala II Kec Medan Denai, Selasa (19/2/2019). Pelaksanaan reses dihadiri tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat. Juga hadir perwakilan Camat Medan Denai Asri, Lurah Tegal Sari Mandala 2 Zebua, Dinas PU Abidan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Arfian Saragih, Dinas Sosial Dedy Pardede, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Helmi, mewakili Camat Medan Kota dan DODY Robet Simangunsong.

Sebelumnya, saat reses, Op Laura Nababan, warga Tangguk Bongkar 8 Kel Tegal Sari Mandala II Kec Medan Denai mengeluhkan kualitas air PDAM Tirtanadi. Disebutkan, kualitas air sering bau dan jorok. Bahkan, siang hari distribusi macet.

“Distribusi air PDAM Tirtanadi jorok tidak layak pakai. Air kotor dan bau tetap kami bayar. Kami selalu kesulitan air bersih. Kami berharap Parlaungan membantu kesulitan kami,” keluh Nababan.

Keluhan yang berbeda disampaikan Emelia br Sipahutar warga Tangguk Bongkar 8 terkait kualitas bantuan beras dari Dinas Sosial Kota Medan tidak layak komsumsi.

Emelia br Silahutar selaku peserta Program Keluarga Harapan (PKH) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengaku jatah bantuan beras sebesar 10 kg untuk bulan Januari 2019 kualitas jelak. “Beras nya bau, berwarna hitam dan kekuning kuningan,” ujar Emelia selaku warga Jl Tangguk Bongkar 8 T Sari Mandala II itu seraya mengaku beras tersebut masih disimpannya.

Berbeda dengan keluhan yang disampaikan Toni Simanjuntak terkait buruknya sistem drainasi di Jl Tangguk Bongkar I hingga 9 Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kec Medam Denai. Akibat saluran drainase yang tumpat akhirnya air tergenang.

Bahkan, kata Toni, perbaikan parit/ drainase di Kel Tegal Sari Mandala II tidak pernah terealisasi dan hanya janji janji saja. Maka itu, Toni akan melihat pembuktian perbaikan drainase di lingkingannya. Sedangkan, Juliana mengeluhkan kondisi Lampu dekat SD Jl Tangguk Bongkar 9. Juliana berharap perbaikan lampu karena rawan kejahatan.

Sementara itu Kepala UPT
Medan Kota Dinas PU Kota Medan, Abidan menyahuti keluhan warga mengatakan, selalu siap membantu warga apalagi kepentingan umum terkait jalan dan drainase.

Namun pada kesempatan itu, Abidan berharap ada kerjasama antara masyarakat dengan Dinas PU untuk peningkatan pembangunan. “Setiap ada pembangunan agar tetap menjaga dan jangan membuang sampah sembarangan karena akan membuat saluran macet dan mengakibatkan genangan air. Mari kita sama sama merawat,” harap Abidan.

Diakhir penutupan reses, Parlaungan Simangunsong yang saat ini Caleg DPRD Sumut (Partai Demokrat) No urut 2 dapil Sumut 1 mengatakan, seluruh aspirasi warga akan disampaikan ke Pemko Medan lewat paripurna. Parlaungan
mengaku akan tetap memperjuangkan keluhan warga. Sehingga, persoalan di masyarakat dapat segera terealisasi. (lamru)

Continue Reading

Politik

Ma’ruf: Sandi Tak Perlu Sungkan di Debat Ketiga Nanti

Published

on

Samdiaga Uno

Geosiar.com, Jakarta – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno agar tidak segan saat debat ketiga Pilpres 2019 mendatang. Di debat itu giliran head to head cawapres, tanpa didampingi capres.

“Yang penting laksanakan dengan santun, sopan. Bukan hanya Pak Sandi ke saya, saya juga yang tua ke yang muda harus saling menghormati,” ungkap Ma’ruf dalam keterangannya, Selasa, (19/2/2019).

Sandi sempat mengaku dirinya tidak akan menyerang Ma’ruf dalam debat antar-cawapres nanti. Sandi merasa Ma’ruf merupakan ulama yang sangat dia hormati.

Ma’ruf pun mengapresiasi sikap hormat Sandi kepadanya. Ma’ruf menjelaskan, berdebat dengan ulama bukan berarti tidak menghormati ulama.

“Kita saling menghormati dengan cara yang santun, tapi kita harus ikuti aturan KPU,” tegas Ma’ruf.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengatur ketentuan dalam debat. Ma’ruf menyebut silang pendapat bukan ajang untuk merendahkan atau tidak menghormati. Apalagi dijadikan tempat berkelahi.

Dia dan Sandi akan beradu konsep dan pandangan. Semuanya diakomodasi oleh pertanyaan panelis yang diutarakan moderator.

Pada debat ketiga Pilpres akan mempertemukan Ma’ruf Amin dan Sandi yang keduanya merupakan cawapres, pada Minggu 17 Maret 2019 yang bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com