Connect with us

Dunia

Bosan Ditanya Kapan Nikah, Perempuan Ini Menikahi Dirinya Sendiri

Published

on

Lulu Jemimah, 32 tahun, mengambil sebuah langkah kontroversi karena memutuskan menikahi dirinya sendiri. Jemimah berharap keputusannya ini bisa menghentikan pernyataan orang padanya soal kapan nikah dan kapan punya anak. Sumber: Twitter/ Lulu Jemimah/asiaone.com

Geosiar.com, Uganda – Seorang wanita bernama Lulu Jemimah, 32 tahun, mengambil sebuah langkah kontroversi karena memutuskan menikahi dirinya sendiri. Jemimah berharap langkah itu bisa menghentikan pernyataan orang padanya soal kapan nikah dan kapan punya anak.

Melansir dari asiaone.com pada Rabu, (10/10/2018), Jemimah, yang berasal dari Uganda, mendapat beasiswa untuk berkuliah program S2 di Universitas Oxford, Inggris pada 2017 jurusan penulisan kreatif. Namun yang mengecewakan baginya, orang-orang di sekitar Jemimah tidak terkesan dengan pencapaiannya dan masih terus mencecarnya dengan pertanyaan kapan nikah.

“Kapan saya berencana menikah, kapan punya anak dan kapan mulai membangun sebuah keluarga. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa saya tidak takut berjalan sendirian di lorong gereja pada hari pernikahan,” ujar Jemimah.

Dia menceritakan, sejak berusia 16 tahun ayahnya sudah menyiapkan pidato yang akan disampaikan di hari pernikahan. Ibunya tiada henti berdoa agar Jemimah menemukan suami yang baik.

“Menikah adalah ekspresi cinta dan komitmen, namun bagi banyak orang di luar sana ini masih dipandang sebagai satu-satunya cara bagi perempuan untuk mendapat jaminan keamanan secara finansial. Saya menikah pada usia 32 tahun pada satu orang, saya sendiri. Saya sudah pasti akan menjaga diri saya sendiri,” ujar Jemimah.

Diektahui, pernikahan Jemimah hanya menghabiskan dana US$ 2,62 itu pun cuma untuk biaya transportasi menuju gedung. Teman-teman Jemimah patungan menyewakannya baju pengantin dan mendananinya. Dia meminjam perhiasan dan para tamu undangan yang hadir membayar sendiri makanan yang mereka pesan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dunia

Peramal asal Bulgaria Prediksi Tahun Kiamat Terjadi

Published

on

Peramal buta asal Bulgaria, Baba Vanga

Geosiar.com, Sofia – Peramal buta asal Bulgaria, Baba Vanga, menyampaikan ramalan tentang masa depan hingga kiamat. Peramal asal Bulgaria tersebut telah meramalkan Brexit, serangan Twin Tower dan kebangkitan ISIS, merupakan serangkaian ramalan yang terbukti.

Diketahui, sebelum dia meninggal pada usia 86 tahun, dia juga membuat prediksi lain tentang bagaimana dunia akan berubah selamanya, termasuk di tahun 2164 ketika dia mengklaim bahwa hewan akan menjadi setengah manusia, dan pada tahun 2288 ketika dia mengatakan perjalanan waktu akan dimungkinkan, menurut laporan Mirror.co.uk, (12/12/2018).

Baba Vanga, yang mengalami masa kecil yang tragis dan dibiarkan buta sebagai seorang gadis muda, menyampaikan 5079 akan menjadi akhir dunia.

Walaupun dia tidak secara rinci mengapa atau bagaimana ini akan terjadi, namun ramalan Baba Vanga 85 persen akurat.

Baba Vanga meramalkan dari 2033 hingga 2045 es di kutub akan mencair, menyebabkan permukaan laut naik. Sementara itu, Muslim memerintah Eropa dan ekonomi dunia sedang berkembang.

Kemudian munculnya teknologi kloning yang memungkinkan dokter untuk menyembuhkan penyakit apapun karena tubuh mudah diganti. Lalu AS akan meluncurkan serangan terhadap Muslim Roma menggunakan senjata pembeku berbasis iklim.

Antara tahun 2072 dan 2086, masyarakat Komunis tanpa kelas akan berkembang seiring dengan alam yang baru dipulihkan

Dari tahun 2170 hingga 2256 banyak peristiwa yang akan terjadi, termasuk koloni Mars yang menjadi kekuatan nuklir dan menuntut kemerdekaan dari bumi, pembentukan kota bawah laut dan penemuan sesuatu yang “mengerikan” selama pencarian kehidupan alien.

Antara tahun 2262 dan 2304 manusia bisa melakukan perjalanan waktu. Sementara itu gerilya Prancis melawan penguasa Muslim di Prancis, dan misteri Bulan akan terungkap.

Dari tahun 2341 serangkaian bencana alam dan bencana buatan manusia membuat planet Bumi tidak bisa dihuni. Umat manusia mengungsi ke tata surya lain, tetapi sumber daya langka dan akan berakhir dengan perang.

Dari tahun 3815 hingga 3878, peradaban telah hancur dan orang-orang hidup primitif sampai agama baru bangkit untuk membawa umat manusia keluar dari kegelapan.

Dari tahun 4302 hingga 4674 konsep kejahatan dan kebencian telah dihilangkan, manusia abadi dan berasimilasi dengan alien.

340 miliar orang yang tersebar di seluruh alam semesta dapat berbicara dengan Tuhan, kemudian peramal Bulgaria itu menyampaikan ramalan tentang akhir dunia akan terjadi di tahun 5079.

Continue Reading

Dunia

Khashoggi Dinobatkan Jadi ‘Person of the Year’ Majalah Time

Published

on

Geosiar.com, Wahington DC – Para jurnalis dunia yang tergabung dalam “The Guardians”, dimana mereka mempertaruhkan segalanya demi pekerjaannya, masuk dalam daftar Person of the Year majalah Time, termasuk Jamal Khashoggi.

Bertajuk “Perang Demi Kebenaran”, edisi khusus Desember kali ini tersedia dalam empat sampul berbeda yang memampang foto hitam putih para jurnalis, salah satunya Khashoggi, sang kolumnis The Washington Post pengkritik pemerintah Arab Saudi.

“Pria berjenggot abu-abu dan penampilan lembut itu berani tak sepaham dengan pemerintahan negaranya. Dia mengatakan kepada dunia kebenaran mengenai kebrutalan pemerintahan itu terhadap mereka yang ingin bersuara. Dan dia dibunuh karena itu,” demikian keterangan majalah Time.

Pada keterangan itu, Time kemudian menjabarkan sejumlah detail pemberitaan mengenai Khashoggi yang selalu menarik perhatian publik, termasuk rekaman ketika ia masuk ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul sebelum dibunuh di dalam gedung itu pada 2 Oktober lalu.

Salah satu anggota “The Guardians” lainnya adalah Maria Ressa, pemimpin situs berita independen di Filipina, Rappler, yang kerap memberitakan masalah dugaan pembunuhan di luar hukum di tengah kampanye anti-narkoba Presiden Rodrigo Duterte.

“Pemerintahan Duterte menolak memberikan akreditasi bagi seorang jurnalis Rappler untuk meliput masalah itu, dan pada November menuntut situs tersebut atau dugaan penggelapan pajak, dakwaan yang bisa menjebloskan Ressa ke penjara hingga 10 tahun,” tulis Time.

Sampul lain Time edisi Person of the Year juga memajang foto anggota redaksi Capital, harian lokal di Annapolis, Amerika Serikat. Meski lima personelnya tewas dalam penembakan di kantor mereka pada Juni lalu, redaksi Capital tetap berjuang agar korannya dapat terus terbit.

Diketahui juga, daftar “anggota” The Guardians juga memuat nama Kyaw Soe Oo dan Wa Lone, dua wartawan Reuters yang dimasukkan ke penjara hingga 10 tahun karena meliput pembunuhan 10 orang Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Tak hanya empat pihak yang terpampang dalam sampul, Time juga menyematkan titel Person of The Year bagi rentetan jurnalis lainnya. Kisah para jurnalis itu terangkum dalam edisi khusus “The Guardians” kali ini.

“Untuk risiko demi kebenaran, untuk penyelidikan tidak sempurna tapi penting bagi fakta yang menjadi jantung wacana sipil, untuk keberanian berbicara, ‘The Guardians’ layak dinobatkan sebagai Person of the Year,” tulis editor Time, Ed Felsenthal, sebagaimana dikutip dari CNN. (has)

Continue Reading

Dunia

Gantikan SVD Dragunov, Militer Rusia Punya Senapan Sniper Baru

Published

on

Vladimir Putin, pamer skill sniper di pameran senjata. (tribun)

Geosiar.com, Moskwa – Setelah beberapa puluh tahun, akhirnya militer Rusia akan memiliki senapan sniper baru pertamanya. Chukavin sniper rifle, atau SVC, akan menggantikan senapan sniper era Perang Dingin Dragunov SVD.

Berdasarkan laporan Popular Mechanics, 10 Desember 2018, senapan serba modern Chukavin hadir dalam berbagai kaliber, dengan jangkauan maksimum lebih dari 1.600 meter.

Selama beberapa dekade, Angkatan Darat Rusia mengandalkan senapan Dragunov SVD untuk penembak jitu. Diperkenalkan pada 1963, Dragunov adalah senapan semi-otomatis yang dirancang untuk memberikan tembakan yang akurat. Tentara Uni Soviet memproduksi dalam skala besar untuk mengimbangi kurangnya akurasi AK-47.

Usai runtuhnya Uni Soviet, Angkatan Darat Rusia mewarisi sejumlah besar senjata. Senapan SVD, meskipun bagus menurut standar awal 1960-an, terlampau usang untuk medan perang saat ini. Tentara Rusia membutuhkan senjata penembak jitu baru, dan senjata baru harus memiliki potensi untuk menjadi hit di pasar senjata internasional.

Chukavin mulanya memulai debutnya di pameran ARMY 2017 di Rusia. Seperti SVD, Chukavin diisi dengan kaliber 7,62x54R, tetapi juga bisa menggunakan kaliber peluru negara Barat yakni 0,308 Winchester dan 338 Lapua Magnum. Versi kaliber Lapua memiliki kisaran jarak efektif pada 1.640 meter. Menurut Army Technology, senjata baru ini menggunakan piston pendek yang dioperasikan dengan rotasi gas, membuat operasi internalnya mirip dengan senapan serbu AK.

Selain kaliber baru, Chukavin memiliki rel Picatinny pada receiver atas dan pelindung tangan untuk dipasang teropong optik dan alat bantu lainnya. Chukavin juga bisa dipasang dengan bipod serupa dengan Harris bipod buatan AS, cahaya laser, peredam suara, serta lampu senter yang dipasang di barel.

Diketahui awal tahun ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Kalashnikov Concern, produsen Chukavin, dan menembak beberapa peluru. Senapan sniper Chukavin yang diuji Putin dilengkapi dengan teropong optik Schmidt & Bender buatan Jerman, yang mungkin tidak akan melengkapi senapan standar tentara Rusia karena harganya yang mahal.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com