Connect with us

Kriminal

Kabur Saat Ditangkap, Pelaku Begal di Medan Dihadiahi Timah Panas

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Medan – Pelaku begal Nasrullah Pratama (23) yang kerap beraksi dan meresahkan masyarakat akhirnya berhasil diringkus oleh Satreskrim Polrestabes Medan. Ketika ditangkap, pelaku mencoba kabur dari sergapan petugas hingga harus dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menyampaikan, tersangka ditangkap usai adanya laporan polisi salah seorang korban bernama Maryati Lumbanbatu pada Mei 2018. Dia saat itu menjadi korban begal pelaku di kawasan Jalan Rela, Medan Tembung.

“Saat itu korban sedang berjalan dan dipepet pelaku menggunakan sepeda motor. Pelaku kemudian merampas tas korban dan langsung kabur,” kata Prawira, Selasa (9/10/2018).

Akibat kejadian itu, korban kehilangan ponsel, uang dan surat berharga lainnya dengan kerugian mencapai Rp2,3 juta. Polisi yang menyelidiki laporan akhirnya mendapat titik terang dan menemukan pelaku bersembunyi di kediamannya wilayah Jalan Gurilla, Medan Perjuangan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Namun saat akan diciduk, tersangka melarikan diri hingga tindakan tegas terukur dilakukan petugas Satreskrim Polrestabes Medan.

Kepada penyidik, pelaku mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatannya di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Medan.

“Total keseluruhan ada 10 TKP, antara lain di Jalan Sutomo, Wahidin, Jalan SM Maraja, Gedung Arca dan Jalan Pancing,” kata Prawira.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kriminal

BPOM Kepri Musnahkan Produk Kosmetik Ilegal Senilai Rp5 Milyar

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Batam – Kosmetik senilai Rp5 miliar disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam serangkaian penertiban yang dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Dalam pengawasan yang dilakukan BPOM, kami menertibkan kosmetik senilai Rp5 miliar di wilayah Kepri hanya dalam dua pekan saja,” kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan di Batam, Kamis (13/12).

Dan di Batam saja, BPOM menertibkan kosmetik ilegal senilai Rp 1,4 miliar di sebuah rumah warga. Dia menilai, kosmetik ilegal itu diperdagangkan melalui digital (e-commerce) dari Batam ke seluruh wilayah di Indonesia.

Ia menegaskan, kosmetik ilegal, yang tidak dilengkapi kode BPOM, berbahaya untuk digunakan, karena mengandung bahan-bahan terlarang, di antaranya merkuri dan logam berat.

“Bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker. kemudian ibu hamil yang menggunakan bisa mengakibatkan cacat janin,” kata dia.

Dan bila dikonsumsi, bila menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. Bahkan, pada individu tertentu bisa menyebabkan kematian. Menurut dia, kebanyakan kosmetik ilegal berbahaya itu adalah cream pemutih wajah dan badan, bedak, lipstik, perona muka dan pinsil alis.

Sebagian kosmetik ilegal itu sengaja diracik di Batam, dan ada pula yang diimpor.

“Ada juga seakan-akan impor dari luar. Awalnya didatangkan dari beberapa negara,” kata dia.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengonsumsi kosmetik yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM. Badan POM telah meluncurkan aplikasi BPOM Mobile yang bisa digunakan di telepon cerdas atau melalui website pom.go.id untuk mengecek nama-nama produk yang sudah terdaftar di BPOM.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Batam Muhammad rudi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih jeli menggunakan konsumsi.

“Karena sekali salah menggunakan, maka akan menanggung seumur hidup bila ada dampak negatifnya,” kata dia.

Sebelum menggunakan kosmetik, masyarakat harus memastikan dalam kemasannya terdapat izin dari BPOM.

Continue Reading

Kriminal

Kronologi Aksi Pemukulan Anggota TNI di Ciracas

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Seorang juru parkir berinisial AP yang diduga melakukan pengeroyokan bersama rekannya terhadap anggota TNI, di pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, telah berhasil ditangkap Polisi pada Rabu (12/12/2018).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kronologi peristiwa pengeroyokan itu bermula ketika Kapten K baru saja selesai servis sepeda motor, hendak makan bersama anaknya, di pertokoan Arundina, Cibubur, Senin (10/12/2018).

Pada saat parkir, Kapten K memeriksa mesin motornya karena keluar asap. Namun pada saat memeriksa motor, salah satu juru parkir menggeser motor, sehingga kepala K terbentur.

Kemudian K diketahui melakukan peneguran, tapi juru parkir itu tidak terima sehingga terjadi cekcok mulut. Hal itu, mengundang perhatian teman-teman juru parkir dan terjadi pengeroyokan.

Ketika K dikeroyok, Pratu R yang melintas melihat dan langsung melerai. Namun, dia justru ikut menjadi korban pengeroyokan. Karena kalah jumlah, R selanjutnya mengamankan K untuk menyelamatkan diri.

Diduga, kasus ini berkaitan dengan peristiwa perusakan dan pembakaran Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.

Continue Reading

Daerah

Ayah Bacok Anak Tirinya hingga Sekarat di Tapsel

Published

on

Pelaku saat dibawa ke sel tahanan Mapolres Tapsel. (Inews)

Tim kepolisian bergerak cepat membongkar kasus penganiayaan bocah 12 tahun oleh ayah tirinya di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Pelaku yang sempat berusaha kabur setelah melakukan aksi sadistisnya terpaksa ditembak polisi lantaran coba melarikan diri saat penangkapan di tempat persembunyiannya.

KBO Satreskrim Polres Tapsel Ipda Mulyadi menyampaikan tindakan tegas dan terukur dilakukan karena polisi tak ingin kehilangan pelaku yang mencoba kabur. Pelaku diamankan di Desa Lobu Layan, Kecamatan Angkola Barat, Tapsel.

“Pelakunya sudah kami tangkap. Untuk motifnya masih dalam tahap penyelidikan. Namun hasil sementara, pelaku sakit hati karena korban tidak mau mengakuinya sebagai ayah,” kata Mulyadi, Selasa (11/12/2018).

Pengakuan pelaku (Martua Siregar), dia mengatakan nekat menganiaya anak tirinya berinisial SH (12) karena persoalan tersebut. Namun saat aksi pembacokan itu, awalnya dia berniat berbuat tidak senonoh kepada anak tirinya tersebut.

“Saya mengajaknya jalan-jalan dengan motor dan dia turun lalu coba lari. Saya tangkap dan seret dia, sempat muncul keinginan untuk memerkosa. Karena dia melawan saya membacoknya sebanyak empat kali,” kata pelaku Martua.

Dia menyampaikan, selama ini belum pernah mencabuli korban hanya sebatas meraba-raba. “Belum pernah saya berbuat itu kepadanya,” ucapnya.

Karena perbuatannya, pelaku dijatuhi Pasal 80 Ayat 2 dan 4, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya, seorang bocah berusia 12 tahun di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, nyaris tewas dibacok ayah tirinya. Peristiwa percobaan pembunuhan ini terjadi di perkebunan Desa Lobu Layan, Tapsel, Senin (10/12/2018). Korban menderita luka sabetan senjata tajam di leher dan tangan nyaris putus.

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com