Connect with us

Sumut

Setahun Persiapan, Jubileum 50 Tahun Sei Agul Sukses

Published

on

Uskup Agung Medan Mrg Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM.Cap Bersama dengan Panitia Penyelenggara Jubileum

Geosiar.com, Medan — Satu Tahun lamanya panitia Jubileum 50 Tahun Gereja Katolik Stasi Santa Maria Pintu Surga Sei Agul sudah dibentuk. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Panitia, Marinus Simbolon.

Panitia juga sudah dilantik pada Agustus 2017 sedangkan proses pengerjaan kegiatan dimulai pada Bulan Oktober 2017.

“Bulan Oktober 2017 itu kita mulai dengan perayaan ulang tahun ke 49 Gereja sekaligus mulainya bekerja panitia jubileum selama satu tahun. Sekitar 40 personil panitia ini dibentuk,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/10/18).

‘Keluarga Harmonis Yang Beriman Menjadi Tonggak Gereja’ menjadi tema utama dalam pesta jubileum ini. Pengusungan Tema jubileum ini, Marinus menjelaskan merupakan perpaduan dari hasil Sinode Agung Keenam.

“Tema yang dipilih itu merupakan gabungan dari hasil Sinode Agung Keenam yakni keluarga berdoa dan keluarga rukun,” jelasnya.

Proses pembentukkan panitia ini, Marinus menjelaskan seluruhnya diambil dari ketua lingkungan dan anggotanya.

“Baik Panitia inti dan panitia yang lainnya, seluruhnya terbentuk dari umat stasi sei agul,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan Stasi Santa Maria Pintu Surga Sei Agul ini terdiri dari 7 lingkungan antara lain lingkungan Santa Theresia, lingkungan Santa Maria, Lingkungan Santa Faustina, Lingkungan Santo Petrus, Santo Fransiskus Xaverius, Santo Mikhael, dan Santa Elisabeth.

Tak hanya itu, Marinus memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun antara lain :

  • Berperan aktif dalam pelaksanaan beberapa perayaan tahun liturgi seperti Pesta Kristus Raja, Perayaan Natal dan Perayaan Paskah
  • Family Fun Games, yaitu Pertandingan ke-akraban antar lingkungan dimana pesertanya adalah keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Februari 2018
  • Misa bersama di Graha Maria Annai Velangkanni di laksanakan pada bulai Maria, bulan Mei 2018.
  • Pertandingan Koor antar stasi se-Paroki Santo Antonius dari Padua sekaligus dalam rangka Pesta Pelindung Paroki Hayam Wuruk, dilaksanakan di bulan Juni 2018
  • Kegiatan Talk Show dan Pagelaran Seni, yang diselenggarakan oleh OMK Sei Agul, yang dilaksanakan di Catholic Center, bulan Agustus 2018
  • Gerak Jalan Santai, dilaksanakan pada tanggal 11 September 2018.
  • Doa Novena Jubileum, dilaksankan pada tgl 21 sampai dengan 29 Sept. 2018

Dia juga mengungkapkan, sepanjang tahun panitia mengupayakan perbaikan-perbaikan dan peningkatan fisik gereja, antara lain :

  1. Penggantian Lantai dari Tegel menjadi Granit
  2. Membungkus tiang dan balok balkon baja.
  3. Mengganti Pagar dan Gerbang Gereja.
  4. Pekerjaan keramik di area teras gereja.
  5. Penggantian Lisplank, dan Asbes bagian luar.
  6. Pengecatan dan coating Seluruh dinding bagian luar Gereja
  7. Pembuatan Patung Pelindung di atas Pintu Masuk Gereja

Kegiatan Pesta Jubileum ini dimulai pukul 09.00 diawali dengan perayaan Misa Ekaristi yang dibawakan langsung oleh Uskup Agung Medan Mrg Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM.Cap dan Konselebran.

Usai membawa misa ekaristi, Uskup bersama dengan konselebran digiring ke lapangan SD Santo Thomas 4 dengan diiringi oleh pengalungan bunga dan Tari Penyambutan yang dibawakan oleh KMK Politeknik Medan.

Tak hanya itu, berbagai macam kegiatan pun di tampilkan dalam pesta tersebut seperti Pelepasan Balon, Tari dan Mossak, menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun disertai dengan Pemotongan Kue, Pembacaan Sejarah Singkat Tentang Gereja, Mengalap Tua Ni Gondang, Makan Siang bersama, Tari Tortor Sekami, Tor tor PIK, Lucky Draw, Pemberian Bingkisan Kasih Untuk Uskup dan Konselebran, Pengumuman dan Pemberian Hadiah Family Fun Games dan ditutupi oleh Doa Penutup dan Berkat.

Ada hal yang unik dan menarik perhatian para undangan dari Pesta Jubileum ini salah satunya yang dibawakan oleh KMK Politeknik Medan yakni Sendratari Atas Masuknya Gereja Katolik di Tanah Batak.

Tak hanya para tamu undangan, Ketua Panitia dan Juga Uskup beserta konselebran pun terpukau dengan penampilan drama tersebut.

Marimus menilai, KMK Polmed berhasil membuat drama tersebut menjadi sukses. Hal ini terbukti mereka mampu membawa lagu-lagu rohani pada masa lampau.

“orang-orang di acara tersebut, KMK Politeknik Medan menampilkan lagu-lagu katolik jaman dahulu. Dan orang tua, penonton yang lahir di kampung dan sudah menjadi katolik sejak kecil, mereka teringat kembali akan lagu-lagu tersebut. Kenangan itu bangkit kembali,” jelasnya.

“Dan juga bahwa penampilan tersebut disukai oleh bapa uskup sendiri yang tengah menyelesaikan Disertasi tentang etnis batak toba serta pastor-pastor yang hadir sangat menyukai dan mengatakan itu ide kreatif dan sangat bagus yang layak untuk dipertontonkan untuk anak-anak muda katolik dan untuk orang tua,” tambahnya.

Marimus berharap, penampilan drama tersebut bisa membawa anak-anak muda untuk menjaga, melestarikan budaya batak di dalam kegiatan katolik.

Pesta Jubileum ditutup oleh pastor RP. John Rufinus Saragih OFM.Cap pukul 17.50. (Ut)

Sumut

DPRD Medan Setujui LPj Walikota Medan TA 2018

Published

on

Medan,Geosiar.com – Fraksi DPRD Medan menerima dan menyetujui Laporan pertanggungjawaban (LPj) Walikota Medan terkait penggunaan anggaran APBD TA 2018 menjadi Perda. Perda disahkan dan ditandatangani bersama oleh Wali Kota Medan, Drs Dzulmi Eldin dan Pimpinan DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung, di ruang sidang paripurna DPRD Kota Medan, Senin (22/7/2019).

Rapat paripurna dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ikhwan Ritonga, Iswanda Ramli serta Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, didahului dengan Laporan Badan Anggaran (Banggar) selanjutnya penyampaian pendapat fraksi-fraksi DPRD Kota Medan terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Kota Medan 2018.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Medan dalam kata sambutannya menyatakan, catatan strategis yang disampaikan Banggar mendorong peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (Pemda) yang lebih baik.

Selain itu, pembahasan dan keputusan DPRD Medan tentang LPj pelaksanaan APBD tahun 2018 mencerminkan wujud kemitraan dan kesetaraan yang semakin kokoh diantara legislatif dengan eksekutif.

“Banyak keberhasilan yang kita raih selama tahun 2018 dan kita terus mencermati kekurangan yang masih harus diatasi secara terintegrasi. Untuk fungsi anggaran dan pengawasan DPRD, saya juga amati berjalan semakin efektif. Laporan LPj APBD 2018 ini juga sudah dibahas dengan teliti dan mendalam sehingga dapat diparipurnakan hari ini,” sebut Walikota.

Ditambahkan Eldin, pembangunan Kota Medan selama tahun 2018 secara umum memberi banyak keberhasilan, namun banyak juga yang belum dicapai sehingga seluruh jajaran SKPD Kota Medan agar memiliki integritas dan dedikasi total abdi masyarakat.

Seperti diketahui, pandangan fraksi-fraksi terdapat catatan dan kritikan untuk Wali Kota Medan. Untuk fraksi PDI P yang dibacakan Juru Bicara Daniel Pinem, memberi kritikan terkait tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari target retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Rp 147,7 miliar hanya teralisasi Rp 25,7 miliar karena adanya penundaan pembayaran retribusi SIMB dari bangunan Center Poin dan bangunan Podomoro.

Kemudian PDI P juga mengkritisi pembangunan dan perbaikan drainase serta perbaikan aliran sungai yang melintasi Kota Medan.

Sedangkan Fraksi PKS melalui Juru Bicara Jumadi meminta Pemko Medan melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan merugikan masyarakat dengan memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

“Kami juga mendesak Pemko Medan aga segera membuat sistem Early Warning Systen kepada masyarakat disepanjang bantaran sungai sehingga dapat melakukan persiapan ketika air sungai naik secara cepat,” katanya.

Dilanjutkannya, untuk realisasi PAD, fraksi PKS menilai belum memuskan katena terlalu banyak pencaipan jauh dari target yang telah ditetapkan. Semakin menurunnya realisasi anggaran dari tahun sebelumnya sebesar 78 persen, menunjukkan tidak serius dalam menjalankan tugasnya.
“Seperti pencapaian pendapatan sektor retribusi parkir tepi jalan umum belum dapat perhatian Pemko Medan. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Wabup Sergai Hadiri Peringatan HBA Ke-59 Tahun 2019

Published

on

Pemotongan nasi tumpeng oleh Kepala Kejari Sergai Jabal Nur didamping jajarannya, serta disaksikan Wabup Darma Wijaya dalam acara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke-59 Tahun 2019, Senin (22/7/2019). (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar. com, Sergai – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H Darma Wijaya menghadiri acara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke-59 Tahun 2019, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sergai, Senin (22/7/2019)

Peringatan yang dilaksanakan dalam gelaran syukuran ramah tamah ini mengambil motto “Tingkatkan Pengabdian Demi Kemajuan, Keunggulan dan Keutuhan Negeri”.

Selain Wabup Sergai, acara ini juga dihadiri oleh Kajari Sergai, Jabal Nur SH, MM, Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, SIK, para Wakil Ketua DRPD, Ketua Pengadilan Negeri Sei Rampah, Delta Tamtamam, Pabung 0204/DS Mayor M Sirait.

Kemudian, Kepala BNNK, Drs Adlin M Tambunan, Ketua MUI Sergai, KH Lukman Yahya, para Camat, perwakilan organisasi kepemudaan, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Media/Pers, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat.

Dalam kata sambutannya, Wabup Darma Wijaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejari Sergai atas kinerja yang telah ditunjukkan sebagai lembaga penegak hukum.

“Terima kasih kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sergai yang telah menunjukan kinerja sebagai penegak hukum dan sebagai pengawal pemerintah dalam melaksanakan pembangunan daerah lewat tim pengawal, pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D),” tutur Darma.

Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H Darma Wijaya saat memberi kata sambutan dalam acara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke-59 Tahun 2019.

Darma mengklaim, Pemkab Sergai selalu aktif dalam melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Polres Sergai guna menciptakan suasana aman dan kondusif.

“Tak perlu takut, Kejaksaan dan Polres tidak seperti yang dibayangkan. Sinergitas dan hubungan yang dekat menjadikan semua dapat dikoordinasikan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Darma meminta kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara tersebut agar tidak berhenti belajar dan memperkaya wawasan serta pengetahuan yang dimiliki.

“Jabatan bukan akhir pengabdian tapi amanah yang merupakan awal untuk memulai perubahan. Sejarah akan menulis dengan indah karya-karya yang dihadirkan pada setiap era yang dilaluinya sehingga mari bersama membuat sejarah yang akan diikuti oleh generasi berikutnya,” pinta Wabup mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri ( Kejari) Sergai, Jabal Nur juga mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah yang dinilai sangat berguna dalam pelaksanaan tugas kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang amanat.

“Tanpa dukungan pemerintah dan jajaran OPD, kewenangan yang luas dari kejaksaan tidak akan bisa eksis,” tutur Jabal.

Terkait sinergitas terhadap Pemkab Sergai, Jabal menyinggung peran penting pemerintah desa dalam mendukung semua visi dan misi kejaksaan.

“Jika desa kuat, maka masyarakat akan ikut kuat. Oleh karenanya perlu dukungan seluruh pihak baik itu pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat sehingga prasarana dan pelayanan hukum terhadap masyakarat dapat terpenuhi,” lanjutnya.

Saat ini, kata Jabal, penegakan hukum modern berorientasi pada pencegahan dan pengembalian keuangan negara, sehingga Presiden Joko Widodo mengintruksikan untuk membentuk TP4 dan TP4D. Oleh karena itu, Jabal berharap seluruh pihak tetap semangat dalam meningkatkan etos kerjanya.

Seusai kata sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Kepala Kejari Sergai Jabal Nur didamping jajarannya, serta disaksikan Wabup Darma Wijaya sekaligus unsur Forkopimda Sergai. Acara tersebut diakhiri dengan tausiyah yang diisi oleh Ustadz Samin “Sampan” Pane. (art)

Continue Reading

Sumut

Warga Hakimi Pencuri Lembu di Langkat

Published

on

Ilustrasi pencurian lembu.

Geosiar.com, Binjai – Seorang pelaku pencuri lembu diamuk massa yang merupakan warga Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Setelah berhasil menangkap pelaku, massa kemudian menghakiminya.

Peristiwa itu dibenarkan Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting. Siswanto menyebut peristiwa itu terjadi dini hari tadi.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, dimana warga mengamankan terlapor Wira Sitepu dan kawan-kawan warga Jalan Aman Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat,” tutur Siswanto di Binjai, Senin (22/7/2019).

Berdasarkan keterangan korban Buhari, warga Pasar IV Dusun Sencaki Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, pencurian itu terjadi ketika dirinya bersama saksi Yatiman, Agus Andika dan Suparno, sedang menonton televisi di rumahnya.

Kemudian, korban melihat ada cahaya berasal dari belakang rumahnya, tepat di kandang lembu. Lantas korban segera menuju kandang lembu dan melihat ada seorang yang sedang menarik tali lembu miliknya.

“Korban langsung berteriak maling-maling dan akhirnya pelaku lari, namun berhasil ditangkap oleh korban dan masyarakat sekitar,” jelas Siswanto.

Lebih lanjut, korban menanyakan identitas pelaku dan mengetahui nama pelaku Wira Sitepu. Selanjutnya, mereka melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian.

Mendengar laporan tersebut, Unit Reskrim yang dipimpin Kanitres Iptu Saleh Andre Siregar SH segera menuju lokasi kejadian (TKP). Saat itu, pelaku sudah dikerumuni massa dengan keadaan mengenaskan.

“Pada saat pelaku diamankan dari masa kondisi pelaku sudah luka luka, kepala bocor harus di jahit sebanyak empat jahitan, muka dan bibir lebam, kaki dan tangan luka robek,” Jelasnya.

Setibanya di lokasi, aparat pun langsung mengamankan pelaku untuk segera dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com