Connect with us

Sumut

Raperda Narkoba Soroti Kalangan Remaja, Musa : Butuh Fasilitas Pendanaan

Published

on

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah

Geosiar.com, Medan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara menggelar rapat paripurna guna membahas tentang Rancangan peraturan daerah tentang fasilitasi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, Senin (17/9/18).

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah hadir dalam rapat tersebut guna menanggapi dalam nota jawaban gubernur terkait raperda tersebut.

Musa mengatakan dalam pengusungan Raperda tersebut upaya pencegahan yang akan dilakukan lebih terfokus pada kalangan remaja dan pelajar dan akan menyusul dari lingkup pemerintahan daerah, sekolah dan kegiatan masyarakat lain.

Raperda tersebut nantinya akan menekankan pada fasilitas rehabilitasi dengan tujuan melakukan pencegahan awal sehingga kalangan remaja atau ASN dan masyarakat tidak terjerumus lebih jauh.

“Atas saran dan pendapat anggota dewan yang terhormat dapat kami sampaikan dengan telah disahkannya Ranperda fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sosialisasi akan lebih dititikberatkan pada kalangan remaja, sekolah-sekolah dan kelompok kelompok masyarakat terutama kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyalahgunaan Napza, dengan demikian diharapkan tingkat penyalahgunaan penggunaan Napza berkurang,” ujarnya.

Tidak berdiri sendiri, Raperda tersebut akan diikut oleh peraturan gubernur sebagai petunjuk teknis pelaksanaan.

Musa juga menjelaskan dalam Pasal 1 Ayat 20 juga menyatakan salah satu bentuk fasilitasi tersebut adalah pendanaan.

Anggota Dewan Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan mengenai alokasi pendanaan terkait raperda tersebut.

Atas pertanyaan tersebut, Musa mengatakan alokasi akan pendanaan disesuaikan dengan kebutuhan dan ditempatkan pada perangkat daerah terkait.

“Contoh bila terjadi masalah rehabilitasi sosial maka pendanaan ada pada Dinas Sosial Provsu, bila masalah rehabilitasi medis, pendanaan ada pada Dinas Kesehatan Provsu dan bila masalah pencegahan melalui satuan pendidikan maka pendanaan ada pada Dinas Pendidikan Provsu,” jelasnya.

Disisi lain, Raperda tersebut juga mengatur kewenangan Pemprovsu dalam mengawasi tempat rehabilitasi medis dan sosial yang diselenggarakan oleh swasta dan masyarakat.

Kewenangan pemerintah daerah dalam mengawasi tempat rehabilitasi medis dan sosial yang diselenggarakan swasta dan masyarakat berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika yang menyatakan gubernur melalui kepala OPD provinsi yang membidangi urusan kesatuan bangsa dan politik melakukan pembinaan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pencegahan penyalahgunaan narkotika di provinsi dan kabupaten/kota di wilayahnya.

Atas saran dan pendapat anggota dewan, tentang penambahan ayat yang mewajibkan seluruh pegawai untuk secara rutin mengikuti test urine yang dilaksanakan BNN, Wagub menyampaikan tes urine dilaksanakan sesuai kebutuhan oleh instansi yang ditunjuk dan yang berwenang misalnya laboratorium kesehatan Pemprovsu maupun BNN sehingga penambahan kurang signifikan.

Ikut mengkritisi paparan wakil gubernur, salah satu anggota dewan Fraksi Hanura menilai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sangat mengancam keberlanjutan sistem sosial masyarakat dan berbangsa.

Dia juga berpendapat peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya tidak lagi dapat dihadapi hanya dengan pencegahan, penanganan, dan penindakan secara biasa, tetapi perlu mengaktifkan seluruh institusi sosial dan lapisan masyarakat secara terintegrasi melalui kebijakan sosial yang terstruktur dan sistematis agar bahaya peredaran narkoba bisa dicegah dan diberantas.

Wagub meminta dukungan agar Raperda secepatnya disahkan menjadi Perda.

“Langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba yang menjadi kewenangan daerah adalah dengan memberikan ruang fasilitas yang di dalamnya terkait masing-masing pihak pemerintah peran serta masyarakat dan stake holder,”  katanya. (Ut)