Connect with us

Daerah

Begini Motif Penganiayaan Bocah 7 Tahun oleh Ibu Tiri di Purbalingga

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Purbalingga – Sebuah video beredar di media sosial yang menunjukkan seorang anak disiksa ibu tirinya. Tak hanya warga Purbalingga, Jawa Tengah dibuat geger, tapi seluruh warganet yang melihatnya. Diduga, peristiwa ini terjadi di Desa Pagerandong Kecamatan Kaligondang.

Kasus anak disiksa ibu tiri ini tercium saat guru SD Negeri 1 Pagerandong mendapati salah satu siswanya, I, menderita luka mencurigakan. Di keningnya, ada luka seperti bekas pukulan benda keras.
Bibirnya pecah dan lebam membiru. Saat dibuka, ternyata di sekujur tubuh anak itu banyak luka akibat pukulan benda keras maupun sayatan.

Yang mengerikan lagi, rupanya penganiayaan bocah perempuan berusia tujuh tahun oleh ibu tirinya ini kerap disaksikan oleh kakak tirinya, Ar. Kepada wartawan, Ar mengaku kerap mendapati adik tirinya dipukul oleh ibunya.

Dengan lugu Ar bercerita, kadang, adiknya tak mau makan. Maka ibunya akan marah. Pun ketika disuruh makan cepat, adik tirinya justru lambat. Ibu tirinya pun kerap naik pitam dan langsung memukul. Bocah lugu ini pun kerap disiksa ibu tirinya.

“Dipukul. Ya pakai tangan, kata Ar, Rabu, (29/8/2018).

Selama ini, bocah korban penyiksaan oleh ibu tiri berinisial I ini memang tinggal dengan ibu tiri dan kedua kakak tirinya. Adapun ayah kandung I, merantau ke Kalimantan. Sebelumnya, I tinggal di Pangadegan, di rumah kakeknya. Namun, sejak kecil, I sudah tinggal dengan ibu dan kakak tirinya.

“Ayah kandungnya merantau sejak sebelum (menikah) dengan ibu tirinya. Ya menikahnya sudah dua, tiga tahun ini lah,” kata Sekretaris Desa Pagerandong, Muhamad Mudrik.

Mudrik menilai, keluarga ayah kandung I sempat curiga saat melihat bibir I terluka lebam. Namun, saat ditanyakan kepada Amanah, (45) sang ibu tiri, luka itu disebabkan terjatuh.

Keluarga pun percaya dan tak menanyakan lebih jauh. Belakangan diketahui, luka di bibir I hanya lah satu di antara puluhan luka lain di sekujur badannya.

Menurut Mudrik, tetangga Amanah di Pangadegan pun tak menyangka dia berlaku kejam kepada anak tirinya. Sebab, secara kasat mata, Amanah berperilaku wajar. Amanah tak punya masalah saat berinteraksi dengan tetangga di lingkungannya. Amanah pun mengikuti kegiatan di lingkungannya, seperti arisan atau pengajian rutin.

Mudrik pun mengucapkan terima kasih kepada guru sekolah I yang menguak dan memberitahukan penganiayaan yang diderita anak didiknya.

Kini, kasus penganiayaan oleh ibu tiri ini tengah diusut oleh Unit PPA Polres Purbalingga. Adapun bocah korban penganiayaan, I, sudah dikembalikan kepada keluarga sang ayah kandung.

“Mudah-mudahan ini adalah kejadian pertama dan yang terakhir. Karena warga kami perlu dan berhak dilindungi,” kata Mudrik. (yl)