Connect with us

Advertorial

DPRD Dorong Pemko Medan Program Revitalisasi Pasar Terealisasi

Published

on

Rapat Komisi C DPRD Medan
Hendra DS Pimpin Rapat Komisi C DPRD Medan bersama Satpol PP Medan

Geosiar.com/Medan – Ketua Komisi C DPRD Medan Drs Hendra DS tetap mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan tetap melakukan penataan pedagang tradisional. Seiring dengan itu, program Pemko untuk merevitalisasi pasar harus terealisasi. Sebab, revitalisasi pasar bertujuan menata pedagang untuk lebih sejahterah.

Kepada Geosiar.com kemarin, Hendra DS berharap beberapa pasar tradisional yang sebelumnya direncanakan untuk revitalisasi dapat terlaksana. Untuk itu, Pemko Medan harus tetap sosialisasi kepada pedagang apa tujuan revitalisasi itu. “Setiap pasar yang hendak direvitalisasi, Pemko harus transparan, sehingga pedagang dapat memahami dan tidak menimbulkan asumsi negatif,” terang Hendra selaku politisi Hanura itu.

Suasara Rapat Dengar Pendapat Komisi C DPRD Medan bersama Satpol PP Kota Medan

Menyinggung rencana revitalisasi pasar Timah di Kec Medan Are yang terbengkalai, Hendra mengaku menyayangkan kenapa revitalisasi itu bisa  terhambat. Mungkin saja pedagang kurang memahami tujuan positif jika sudah dilakukan revitalisasi. Untuk itu, Pemko harus melakukan sosialisasi kepada pihak pedagang dan pihak yang berseberangan.

Rapat Dengar Pendapat Komisi C DPRD Medan

Menurut Hendra, khusus pedagang pasar timah rencana revitalisasi pasar sangat menguntungkan pedagang. Sebab, lapak pedagang yang berada di status badan jalan lalu di lakukan penghapusan jalan menjadi pasar oleh Pemko Medan. Seterusnya Pemko berkehendak melakukan pembangunan peruntukan pedagang.

Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi C DPRD Medan

“Upaya Pemko untuk melegalkan pedagang cukup membantu. Yang sebelumnya status pedagang adalah liar karena berada di badan jalan. Kini dilegalkan dan difasilitasi untuk revitalisasi pembangunan kios. Ini kan cukup menguntungkan, alasan apa lagi untuk menolak. Jika masih ada yang kurang pas hendaknya bisa di konsultasikan lebih matang sehingga bukan asal tolak,” harap Hendra.

Diharapkan Hendra, semua pihak hendaknya dapat memberikan kontribusi kepada Pemko Medan untuk tujuan peningkatan pembangunan di kota Medan. Semua pihak supaya memfasilitasi jika ada hal hal yang kurang pas. “Artinya menolak dan harus memberi solusi kepada pemerintah,” terang Hendra DS.

Anggota Komisi C DPRD Medan, dari kari (Beston Sinaga, Kuat Surbakti, Zulkifli Lubis, Dame dumasari Hutagalung)

Sejak awal, Hendra bersama anggota Komisi C lainnya, Dame Duma Sari Hutagalung, Drs Hendrik Halomoan Sitompul, Kuat Surbakti, Zulkifli Lubis dan Beston Sinaga saat RDP mengingatkan agar Pemko Medan jangan mencla-mencle soal  revitalisasi pasar tradisional. Mereka menuding revitalisasi pasar Timah di Kec Medan Area yang terbengkalai dikarenakan Pemko kurang tegas.

D Damesari Hutagalung

“Kalau sudah merupakan program diharapkan harus terealisasi dan jangan ditunda tunda. Pemko harus tegas soal penataan dan revitalisasi pasar. Bagaimana mungkin kota Medan menjadi maju dan bagus kalau program saja tidak dijalankan,” ujar Dame saat itu.

Dikatakan Duma, kepada pedagang supaya dapat jernih menyikapi serta mendukung program pemerintah membangun kota Medan demi kepentingan umum. Para pedagang diminta jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh pihak tertentu.

Anggota dewan yang duduk di Komisi C mengharapkan kepada semua pihak manapun agar dapat menyatukan persepsi terkait tujuan revitalisasi yakni kesejahteraan pedagang dan penataan pembangunan di inti kota. Pemko diharapkan dapat mensosialisasikan program pemerintah terkait revitalisasi pasar sehingga pedagang dapat memahaminya.

Komisi C DPRD Medan mendesak Satpol PP Kota Medan segera merelokasi pedagang pasar Timah agar pasar tersebut segera direvitalisasi.

Beston Sinaga

Terkait gugatan sekelompok pedagang yang mempermasalahkan surat IMB tempat penampungan hingga ke tingkat MA seharusnya tidak menggangu proses pembangunan gedung pasar.

Disarankan Pemko Medan, Satpol PP dan pengembang untuk mengedukasi dan mensosialisasi kembali terkait proses relokasi tersebut. “Ini bukan penggusuran. Tapi relokasi untuk revitalisasi demi kepentingan pedagang juga,” imbuh Hendrik Sitompul

Hendrik H Sitompul

Sebelumnya,  pihak developer pelaksana pembangunan revitalisasi Pasar Timah di Jl Timah Kec Medan Area dari CV Dwi Jaya, Sumandi Wijaya berharap Pemko Medan bersifat tegas soal kelanjutan revitalisasi pasar. Sebab, persyaratan untuk membangun sudah terpehuni keseluruhan.

“Apalagi yang harus saya kerjakan, seluruh kelengkapan syarat pembangunan sudah saya penuhi. Kita berharap ada ketegasan Pemko untuk menata pedagang, biar kita dapat kerja”,  harap Sumandi Wijaya saat menyampaikan keluhan di komisi C DPRD Medan beberapa waktu lalu.

Disampaikan Sumandi, Ia menilai Pemko Medan tidak tegas, padahal pihaknya sudah melengkapi ketentuan yang dibutuhkan. “Kita bukan menggusur pedagang tapi relokasi sementara untuk revitalisasi,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya akan membangun Pasar Timah berlantai 3. Untuk lantai dasar (satu) diperuntukan bagi pedagang yang sah saat ini sekitar 200 lebih. Sedangkan lantai 2 untuk kios dan lantai 3 peruntukan pameran UKM.

Sedangkan masalah nilai harga pasar nantinya tetap mengacu kepada Perda. “Sayang, 50 tahun pasar itu tidak terawat dan tidak ada kebersihan. Dua tahun terbengkalai dan 5 tahun sudah proses,” imbuhnya. (lamru)