Connect with us

Sumut

Wali Kota Medan Perintahkan Dinas PU Lakukan Pengorekan Sungai Selayang

Published

on

Pengorekan sampah di bibir sungai Selayang

Geosiar.com, Medan – Banjir yang terjadi 2 bulan terakhir di kawasan Jl. Dr. Manyur, meresahkan warga dan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. Keluhan warga tersebut memicu Wali Kota untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pengorekan sungai yang dilakukan hari Kamis, (2/8/2018).

Pengorekan sungai tersebut langusng dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan menurunkan sejumlah alat berat seperti Spider Excavator, Excavator Mini, Long Up dan sejumlah Truk yang digunakan untuk mengangkut sedimen hasil pengorekan.

Guna memberikan Instruksi kepada petugas lapangan, Wali Kota pun sampai memanjat tembok rumah warga. Hal ini dilakukan agar arahan dan komando tidak salah sasaran dalam melakukan pengorekan sungai.

Untuk diketahui, Pengorekan Sungai tersebut membelah dua kelurahan yakni PB Selayang 1, Kec. Medan Selayang dan Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal. Kedua Warga Kelurahan tersebut merupakan langganan banjir setiap kali Sungai Selayang ini Meluap.

Disisi Lain, Wali Kota bersama dengan Kadis PU, Kabag Humas, Camat Medan Sunggal dan Camat Medan selayang meninjau Sungai Batuan di Jl. Perjuangan, Kel. Tj. Rejo, Kec. Medan Sunggal.

Dari hasil peninjauan tersebut masalah bukan hanya terletak pada pedangkalan sedimentil sungai, melainkan banyaknya sampah yang mengelilingi bibir sungai.

Dalam peninjauannya, Wali Kota pun meminta Dinas PU untuk segera melakukan pengorekan yang sama di Sungai Batuan serta mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan khusunya ke sungai atau parit.

“Jika dibuang dalam sungai maupun parit, sampah itu lama kelamaan menumpuk sehingga memicu terjadinya sedimentasi. Untuk itu marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan parit dengan tidak membuang sampah ke dalamnya,” himbau Wali Kota.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan mengatakan pengorekan sungai batuan dapat dilakukan minggu depan dikarenakan alat yang terbatas.

“Personel dan peralatan yang kita miliki terbatas, makanya pengorekan Sungai Batuan kita rencanakan pekan depan. Kita harapkan dengan pengorekan yang dilakukan ini dapat mengatasi banjir yang selama ini terjadi. Sebab, Sungai Selayang dan Sungai Batuan merupakan bagian dari aliran Sungai Sikambing,” jelas Syahnan.

Syahnan juga menegaskan, MoU antara BWS Wilayah II Pemprov Sumut dan Pemko Medan secepatnya selesai. Dengan demikian pihak BWS dapat membuat konstruksi yang lebih baik dalam melakukan normalisasi, termasuk pembagian tugas yang jelas. (Ut)