Connect with us

Sumut

Paparkan Rencana Usaha Pengembangan BUMD, PT Dhirga Surya Disambut Baik PJ Gubsu

Published

on

PJ Gubsu bersama Direksi PT. Dhirga Surya dalam penyerahan point untuk pembangunan BUMD

Geosiar.com, Medan – Dirut PT Dhirga Surya Agus Marwan melakukan audiensi bersama Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu)  Drs Eko Subowo MBA di lokasi kerjanya. Audiensi ini dilakukan untuk pengembangan usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Kamis (2/8/2018).

Pertemuan tersebut disambut baik oleh PJ Gubsu. Dia pun mengatakan, pihak direksi mampu menyiapkan rancangan bisnis tersebut ke depan.

Beberapa poin yang menjadi rencana kerja dari perusahaan itu disebutkan dapat berjalan dengan perhitungan tepat sesuai kemampuan keuangan dan sumber daya yang ada, termasuk aset yang dimilki.

“Ini baik, artinya kita punya ambisi bisnis ke depan. Karena itu kita harus melihat peluangnya. Pertanyaannya bagaimana ide (pengembangan) itu bisa diwujudkan,” ujar dirut PT. Dhirga

Dalam pertemuan tersebut, PJ. Gubsu menkankan soal focus bisnis yang akan dikelola. PT. Dhirga harus mampu menganalisis dari segi kekuatan, peluang serta tantangan dan hambatan yang akan terjadi di masa mendatang.

“Tetapi jangan semua mau dikerjakan, nanti tidak bisa maksimal. Ini bisa menjadi seperti kanibal, yang satu memakan yang lain karena tidak berhasil. Jadi, harus kita hitung dulu cash flow seperti apa,” sebutnya.

Disisi lain dalam pertemuan itu, Dirut PT Dhirga Surya Agus Marwan mengatakan bawa pihaknya merencanakan beberapa pengembangan usaha selain dari memanfaatkan bunga deposito dan pembagian keuntungan dari pengelolaan Lippo Mall dan RS Siloam Dhirga Surya.

Hal ini bertujuan untuk mengelola beberapa aset milik Pemprovsu yang berhubungan dengan perhotelan sebagaimana nama yang dimiliki perusahaan ini sebelumnya, PD Perhotelan sebelum diganti.

“Ada beberapa poin yang rencananya kita ingin siapkan. Pertama adalah pengelolaan Mess milik Pemprov Sumut. Untuk tahap awal, kita ajukan tiga lokasi yakni Mess Porapora, Jogja dan Berastagi. Kemudian membangun dan mengelola klinik di lingkungan Pemprovsu khususnya seperti di Kantor Gubernur,” kata Agus.

Pengembangan lainnya, seperti membangun hotel di lahan seluas 3.500 m2 di Jalan Imam Bonjol Medan. Ditambah lagi dengan rencana pengelolaan café serta usaha yang berhubungan dengan pariwisata.

“Untuk core bisnis ini kita tidak ada penyertaan modal. Tetapi mengunakan dana deposito Rp 15 miliar yang ada,” sebutnya.

Dengan rencana tersebut, selanjutnya akan dilakukan kajian terlebih dahulu untuk menghitung dan menganalisis bagaimana peluang pengembangan usaha yang ingin dijalankan PT Dhirga Surya. Sementara soal persetujuannya, dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa. (Ut)