Connect with us

Sumut

Anggota DPRD Medan dan BPN Gelar Dialog Pensertifikatan Rumah Ibadat Kepada Keuskupan Agung Medan

Published

on

Peserta dialog pensertifikatan tanah rumah ibadat KAM. (dok.redaksi)

Geosiar.com, Medan – Badan Pertanahan Nasional (BPN) beserta anggota DPRD kota Medan menggelar dialog dalam rangka pengadaan badan hukum serta sertifikat tanah rumah Ibadat yang tergabung dalam Keuskupan Agung Medan (KAM).

Dialog ini diadakan di Gedung Catholic Center, jalan Mataram No.21, Petisah Hulu, Kota Medan, Senin (30/7/2018).

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM saat memandu acara menyampaikan setiap lembaga yang mengelola rumah-rumah Ibadat yang tergabung dalam KAM dapat memiliki sertifikat.

“Pertemuan kita pada sore hari ini bertujuan agar kita dapat berdialog dengan bapak-bapak di DPRD dan BPN, supaya setiap lembaga yang mengelola rumah peribadatan yang ada di KAM ini dapat memiliki sertifikat, ” ujar Hendrik Sitompul yang juga merupakan ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut ini.

“Kita juga mendasari pertemuan ini karena ada surat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional tentang program pendataan tanah sistematis lengkap,” lanjut Hendrik.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung pada sambutannya juga mengharapkan pihak BPN dapat mempermudah pengurusan sertifikat untuk rumah-rumah ibadah.

Di samping itu, Pastor Harold Harianja mengaku sangat tersanjung dengan acara ini melihat tokoh-tokoh Katolik yang ada di pemerintahan masih memberikan perhatian kepada Keuskupan.

“Bukan hanya cara seperti ini mereka (anggota DPRD Kota Medan) memberikan perhatian kepada kita, akan tetapi dengan cara yang lain juga mereka turut ikut serta hadir mendampingi, ” kata Pastor Harold.

“Kepada bapak Dewan bertiga (Drs. Hendrik Halomoan Sitompul MM, Henry Jhon Hutagalung, SH. MH, Andi lumbangaol, SH) kami ucapkan terima kasih telah bersedia menjadi fasilitator pada pertemuan ini.

“Di Keuskupan Agung Medan (KAM) ini memang banyak paroki-paroki. Memang tahun ini KAM mau mengurus badan hukumnya, keuskupan juga mau mengurus badan hukum dari setiap paroki. Hal ini guna mempermudah segala administrasi yang berhubungan dengan Pemerintah dan umat kami. Dan juga ketika ada urusan dengan pemerintah setiap paroki dapat berhubungan langsung, hingga tidak lagi ketergantungan dengan KAM,” tambah Pastor Harold.

Menanggapai hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Sumut Bambang Priono menyatakan bahwa pensertifikatan rumah Ibadat sebenarnya tidak sulit. Yang utama adalah pengurusan surat sertifikat tanah harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan.

“Sebenarnya pensertifikatan rumah Ibadat itu tidak sulit dan saya tidak mau masyarakat juga dipersulit. Kami berharap pada saat pengurusan, pemilik tanahnya yang langsung datang. Jangan diwakilkan ataupun melalui calo-calo pengurusan tanah, pelayanannya pasti cepat. Yang terpenting pengurusan surat sertifikat tanah KAM harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan, ” jelas Bambang.

“Terkait pendaftaran hak atas tanah ini ada persyaratan. Persyaratannya yang jelas subjek hak atas tanah itu adalah orang atau Badan Hukum. Badan hukumnya adalah badan hukum Indonesia yang di atur UU.
Di dalam PP 24 tahun 1997 jelas diatur, terkait tanah yang lengkap surat-suratnya. Surat-surat lengkap yaitu peralihan atau perolehannya jelas. Umpamanya dulu tanahnya milik si A dan di jual ke si B, si B menjual ke si C dan si C menjual ke si D, kemudian si D yang memohon, ” sambung Bambang.

Menutup acara, Pastor Harold kembali mengucapkan terima kasih karena ini merupakan momentum yang tepat bagi mereka agar kemudian hari dapat mengerti dalam pengurusan sertifikat tanah.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak sekalian. Ini sangatlah berarti bagi kami, agar di lain hari kami paham dalam pengurusan sertifikat tanah-tanah rumah peribadatan, ” tutup Pastor Harold.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumut

Warga Kisaran Antusias Serbu Pasar Murah BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

Pasar Murah BPJS Ketenagakerjaan Kisaran Kisaran mendapat antusias dari masyarakat dan peserta (Antarasumut)

Geosiar.com, Kisaran – Warga dan para peserta menyerbu pasar murah yang digelar oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Kisaran.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kisaran, Moch Faisal mengatakan bahwa pasar murah tersebut adalah program dari BPJS untuk membantu peserta BPJS memenuhi kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran.

“Harapan kita pasar murah ini bisa membantu peserta dan warga menyambut lebaran,” ujar Faisal, Sabtu (18/5/2019).

Faisal mengatakan, di pasar murah BPJS Ketenagakerjaan ini tersedia bahan-bahan berupa minyak goreng 4 liter, gula 2 kg dan beras 5 kg seharga Rp 75 ribu yang biasanya dijual sekitar Rp 150 ribu.

“Harga ini sangat murah. Harga pasarannya sekitar Rp 150 ribu,” sebut Faisal.

Faisal yang juga didampingi Kabid Umum dan SDM, Tunggul Rinton Mardo Sitorus mentakan, pihaknya hanya menyediakan 400 paket yang diprioritaskan bagi peserta dan warga sekitar kantor BPJS.

“Memang tidak cukup dilihat dari antusias masyarakat, namun kedepannya akan diusahakan lebih banyak lagi,” ungkap Faisal.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Maysarah yang menikmati pasar murah tersebut mengaku, pasar murah yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu kebutuhan di rumah.

“Pasar murah ini memang sangat murah dan sangat membantu,” jelasnya.

Continue Reading

Sumut

Polsek Gebang Langkat Tangkap Pembawa Tiga Kilogram Ganja

Published

on

Ilustrasi Ganja

Geosiar.com, Medan – Aparat Kepolisian Gebang Kabupaten Langkat menangkap pelaku pembawa tiga kilogram ganja ketika melakukan pemeriksaan terhadap bus yang melintas di Jalan Lintas Sumatera depan Polsek.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kepala Sub Hubungan Masyarakat Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan, di Stabat, Sabtu (18/5/2019).

Pelaku, Suhanda alias Aris (37) merupakan pekerja buruh bangunan warga Tuna III NOmor 318 Perum Ujong Batee Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar..

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti sebanyak tiga kilogram ganja yang berada didalam tas ransel warna hitam, yang dibungkus dengan plastik warna merah.

“Saat itu petugas dipimpin Kapolsek Gebang Hendry D B Tobing SH, didampingi Wakapolsek Iptu N Ginting, Kanit Reskrim Iptu Mardianto, melakukan razia sekitar pukul 03.00 WIB,” jelas Arnold.

“Sekitar pukul 06.30 WIB, saat itu melintas bus penumpang Kurnia nomor polisi BL 7802 PB, lalu dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan barang bawaan penumpang,” tambahnya.

Selanjutnya dari salah satu kursi penumpang ditemukan tas ransel warna hitam berisikan ganja.

“Saat petugas menanyakan pemilik tas ransel itu, penumpang yang duduk dimana ransel tersebut ditemukan tidak bisa mengelak lagi, mengakui itu miliiknya, petugas langsung membawanya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.

Continue Reading

Sumut

Pemko Medan Turunkan Tim Pengawasan Tempat Hiburan Malam

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan menurunkan Tim Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal)  untuk menertibkan tempat usaha hiburan dan rekreasi yang beroperasi  selama  bulan suci Ramadhan 1440 H di seluruh wilayah Kota Medan. Tim itu diturunkan, Kamis (17/5/2019) untuk memberikan rasa tenang dan nyaman kepada umat Muslim yang tengah menjalan ibadah puasa.

Dalam melakukan penertiban, Tim Binwasdal  yang terdiri dari unsur Pemko Medan melalui OPD terkait, Kodim 0201/BS, Polrestabes Medan, Denpom I/5, Kejari Medan, Polrestabes Medan serta TNI AU tersebut dibagi menjadi  4 tim, masing-masing tim beranggotakan 23 orang sehingga penertiban yang dilakukan berjalan efektif dan maksimal.

Tim I ditugaskan melakukan penertiban di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Polonia dan Medan Maimun. Lalu Tim II bertugas di wilayah Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Deli.

Selanjutnya, wilayah Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota menjadi fokus penertiban Tim III. Sedangkan Tim IV melakukan penertiban di wilayah Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, Medan Sunggal dan Medan Selayang.

 Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili  Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Khairul Syahnan melepas keempat tim untuk melakukan penertiban didampingi Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono, Kasatpol PP H M Sofyan, Kadis Sosial Sutan Endar Lubis serta Kabag Humas Ridho Nasution.

“Penertiban yang kita lakukan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat. Dengan penertiban yang dilakukan ini,  semoga umat Islam di Kota Medan dapat merasa lebih, tenang, nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,” kata Syahnan.

Sebelumnya, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan mengingatkan kepada seluruh Tim Binwasdal bahwasannya penertiban yang dilakukan guna memastikan apakan pengusaha industri hiburan di Kota Medan telah mematuhi Surat Edaran Wali Kota Medan terkait penutupan sementara selama bulan Ramadhan.

 “Apabila tempat usaha hiburan yang didatangi terbukti melanggar Surat Edaran Wali Kota, lakukan tindakan secara terukur dan mengacu kepada peraturan dan ketentuan berlaku. Tidak tertutup kemungkinan ada rasa keberatan dan perlawanan yang dilakukan saat penertiban dilakukan, kita berharap rekan-rekan dari unsur TNI dan Polri  dapat mengantisipasinya. Mari sama-sama kita laksanakan tugan ini depan penuh tanggung jawab,” pesan Sofyan.

 Usai pemberian arahan, keempat tim pun langsung dilepas. Masing-masing tim menjalankan tugas sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan. Satu persatu tempat usaha hiburan disisiri guna memastikan mereka melaksanakan Surat Edaran Wali Kota tersebut. Dari hasil penyisiran yang dilakukan, secara umum tempat usaha hiburan seperti karaoke, bar, diskotik, panti pijat serta oukup umumnya tutup kecuali  yang masuk dalam fasilitas hotel berbintang.

Tim hanya menemukan satu kafe yang beroperasi di kawasan Jalan Abdullah Lubis beroperasi dengan menampilkan live music. Atas temuan tersebut  tim yang dipimpin Kasi Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Medan Bagindo Uno Harahap langsung mendatangi  penanggung jawab A Dua Coffe dan minta agar live music dihentikan.

 “Kafe silahkan beroperasi selama bulan Ramadhan tapi tidak disertai dengan live music. Kita harapkan ini tidak dilakukan lagi, jika kedapatan lagi akan kita tindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan berlaku,” tegas Uno.

 Hingga lewat tengah malam, tim tidak ada menemukan tempat usaha yang beroperasi maupun menyalahi Surat Edaran Wali Kota. Oleh karenanya Kadis PariwisaTA Kota Medan Agus Suriono menyampaikan apresiasinya kepada pengusaha tenpat usaha hiburan yang telah mendukung penuh dan melaksanakan Surat Edaran Wali kota.

“Kita harapkan kondiksi ini dapat dipertahankan sepanjang bulang suci Ramadhan. Begitu pun penertiban akan terus kita lakukan hingga berakhirnya bulan puasa. Apabila kita temukan ada yang melanggar langsung ditindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Agus. (lamru).

Continue Reading

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com