Connect with us

Nasional

Hilangkan Bau, Serbuk dan Cairan Ditabur di Kali Item

Published

on

KALI SENTIONG ATAU KERAP DISEBUT KALI ITEM KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT. (JAWAPOS.COM)

Geosiar.com, Jakata – Sepekan terakhir ini Pemprov DKI Jakarta beserta berbagai organisasi dan kalangan akademisi mencoba berbagai cara dengan menaburkan serbuk dan cairan penghilang bau di Kali Item depan Kampung Atlet Kemayoran.

Ada dua pihak yang melakukan penebaran serbuk. Pertama penebaran 500 kilogram serbuk penghilang bau busuk dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pada Minggu (29/7/2018).

Kedua yaitu saat pengetesan sampel air kali hitam yang bisa diminum setelah diberikan cairan zat mikroba oleh peneliti kampus swasta ternama di Bandung.

Saat Suara Pembaruan menghampiri langsung Kali Hitam pada pukul 12.07 WIB sesaat setelah pemberian serbuk dilakukan, terasa aroma busuk dari kali yang berwarna hitam pekat itu sudah jauh berkurang dibandingkan beberapa waktu yang lalu.

Warga Jalan Sunter Jaya I, RT02/RW02 Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Mutiatun (65) yang rumahnya berada persis di depan kali itu mengaku aroma busuk dari Kali Item berkurang hari ini.

“Sudah enggak terlalu kecium baunya. Setelah diberi serbuk itu jauh berkurang aroma busuknya,” ungkap Muti di depan rumahnya.

Ia menilai senang dengan pembenahan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang berupaya menata kawasan Kali Item menjadi lebih bersih meski sifatnya hanya sementara.

“Air kalinya kan pasti berganti karena mengalir terus-menerus jadi meski diberikan serbuk sekarang besok pasti sudah berbau lagi,” lanjutnya.

Fendi (33) salah satu warga yang memiliki usaha bengkel sepeda motor menyebutkan bau dari Kali Item memang jauh berkurang setelah pemberian serbuk dan cairan penghilang bau.

“Harusnya pemerintah daerah mengantisipasinya sejak jauh-jauh hari. Kalau sekarang kesannya hanya menggunakan cara instan demi tamu dan atlet Asian Games merasa nyaman,” kata Fendi.

Fendi menilai di era gubernur sebelumnya, selalu ada backhoe ukuran kecil yang selalu melakukan pengerukan.

“Kalau sekarang baru ada petugas PPSU dan badan air yang membersihkan sampah menggunakan getek. Harapan saya ya segera dibenahi kembali pengelolaan kali di Jakarta dengan cara menyeluruh,” pungkasnya. (yl)