Connect with us

Politik

Dilarang KPU, Sandi Akui Siap Mundur dari Ketua Tim Kampanye

Published

on

Sandiaga Uno. (merdeka.com)

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menyampaian siap mundur dari posisi Ketua Tim Pemenangan Pilpres 2019 Gerindra.

Sandi menaggapi aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang kepala daerah serta wakil kepala daerah menjadi ketua tim kampanye, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

“Siap banget (mundur dari Ketua Tim Pemenangan Pilpres 2019 Gerindra),” ucap Sandi di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, Senin (30/7/2018).

Sandi menilai baru saja mendapat kabar soal larangan KPU yang tercantum dalam PKPU No. 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum 2019.

“Kalau memang aturannya begitu, harus diikuti. Simpel saja,” tambah Sandi.

KPU sudah menerbitkan PKPU No. 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum 2019. Dalam aturan itu kepala daerah serta wakil kepala daerah dilarang menjadi Ketua Tim Kampanye.

“Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati atau wali kota dan wakil wali kota dilarang menjadi Ketua Tim Kampanye,” tulis Pasal 63 Ayat (1) PKPU Nomor 23 tahun 2018.

Dalam hal ini Sandi, hanya diperbolehkan menjadi anggota tim kampanye.

Sandi dipersilahkan mengambil cuti untuk berkampanye di hari kerja maksimal satu hari per pekan. Jika berkampanye pada akhir pekan, ia tak perlu menggunakan cuti.

Izin cuti harus diajukan ke Menteri Dalam Negeri. Ia juga tidak diperkenankan menggunakan fasilitas negara saat berkampanye.

Sandi sudah didapuk jadi Ketua Tin Pemenangan Pemilu 2019 Gerindra pada April lalu. Ia juga jadi juru kampanye beberapa calon yang diusung Gerindra.

Seperti pada 29 April lalu, dalam posisi Wakil Gubernur, Sandi melakukan lawatan ke Magelang mengecek pasokan cabai untuk DKI Jakarta. Setelah itu, pada hari yang sama, ia juga menjadi juru kampanye Sudirman Said.(yl)