Connect with us

Korupsi

KPK : Efek Jera Untuk Koruptor Sulit Direalisasikan

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Upaya untuk memberantas Korupsi di Indonesia, sepertinya akan berjalan dengan sia-sia.

“Kerja keras penyidik dan penuntut umum (KPK) memproses dan membuktikan kasusnya menjadi nyaris sia-sia jika terpidana korupsi masih mendapat ruang transaksional di Lapas dan menikmati fasilitas berlebihan dan bahkan dapat keluar masuk tahanan secara leluasa,” kata Febri.

Pasca mencuatnya kemewahan yang terdapat di dalam Sel Lapas Sukamiskin, Bandung, membuat pihak penyidik KPK harus berfikir keras dalam memberantas korupsi.

Bagaimana tidak, para koruptor yang berada di dalam sel berukuran 2,5 x 3,2 meter ini tidak pernah merasa kepanasan dan jenuh. Air Conditioner pun terpasang jelas di dinding sel tersebut ditambah dengan TV Layar datar yang siap melunaskan kejenuhan mata.

Disisi lain, Kulkas, spring bed, wastafel, rak buku serta kamar mandi lengkap dengan toilet duduk dan pemanas air, siap memanjakan para koruptor.

Sayangnya, semua fasilitas ini tidak dapat dinikmati secara gratis. Menyuap pejabat Lapas pun harus dilakukan. Tak tanggung-tanggung biaya yang harus dikeluarkan hingga ratusan juta.

Febri juga menambahkan, terbongkarnya praktik istimewa kepada narapidana di Lapas Sukamiskin ini membuat KPK menilai pemberantasan korupsi semakin sulit terwujud.

“Karena efek jera terhadap pelaku korupsi sulit akan direalisasikan,” ujarnya, Minggu (22/7/2018).

Mencuatnya OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan pihak KPK selama 2 hari yakni pada hari Jumat Malam, 20 Juli 2018 dan sabtu 21 Juli 2018, menjadi peringatan bagi seluruh Kalapas di seluruh Indonesia agar tak melakukan hal serupa.

KPK pun berharap, OTT tersebut dapat menjadi bahan evaluasi Kementerian Hukum dan HAM (Kememkumham) terhadap lapas di Indonesia.

“Kami sambut baik, jika Kemenkumham serius melakukan perbaikan seperti yang disampaikan kemarin. Sepanjang hal tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh dan terus menerus,” kata Febri. (Ut)