Connect with us

Politik

Pemko Medan Diminta Jangan Berbohong Soal Kota Layak Anak

Published

on

Medan, Geosiar.com – Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Yoha Yambise, kepada Pemko Medan di Jawa Timur, Senin lalu diinilai belum layak. Sebab, kota Medan belum memenuhi kriteria untuk tempat bermain anak.

Menurut anggota komisi B DPRD Medan Surianto SH (foto) terkait penghargaan yang diberikan, lantaran Kota Medan dianggap sudah memenuhi kriteria sebagai kota yang peduli terhadap tumbuh kembang anak tidak tepat. Disebutkan Surianto yang akrab disapa Butong itu, faktanya sangat jauh berbeda dengan kenyataan. Di mana masih minimnya fasilitas tempat bermain anak yang disediakan oleh Pemko Medan.

“Pemberian penghargaan itu, apa kriterianya? Boleh kita hitung seberapa banyak taman bermain anak yang ada di kota ini (Medan, red). Kalau pun ada, taman-taman itu menjadi tempat mangkalnya muda mudi bersama pasangannya. Itu kan nggak bagus kalau dilihat anak-anak! Bisa berpengaruh pada mental mereka,” terangnya, Kamis (26/7/2018).

Politisi Gerindra Kota Medan ini menilai, pemberian penghargaan KLA kepada Pemko Medan terkesan seperti bermain lotre cabut nomor dan dipaksakan. Seharusnya pihak Kementerian PPPA melihat langsung kondisi fasilitas anak yang ada di Kota Medan, sebelum memutuskan memberikan penghargaan itu.

“Kalau saya melihatnya, penghargaan ini seperti ecek-ecek. Hanya agar kepala daerahnya senang. Banyak penghargaan yang diberikan pemerintah pusat ke Pemko Medan itu tidak sesuai dengan fakta lapangan,” ujarnya.

“Sudahlah, jangan lagi Pemko Medan membohongi diri sendiri dan masyarakat dengan segala bentuk penghargaan yang diterima. Alangkah baiknya jika kebijakan-kebijakan yang diterbitkan Wali Kota dibuktikan dengan tindakan nyata. Contohlah Kota Surabaya yang terus berbenah sehingga menjadi kota terbaik di ASEAN. (lamru)