Connect with us

Nasional

Upaya Pemburan JAD, Polri: Ini Demi Martabat Indonesia

Published

on

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Mohammad Iqbal. (infonawacita.com)

Geosiar.com, Jakarta – Upaya pembubaran Jamaah Ansharu Daulah atau JAD yang mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Selasa (24/7/2018) kemarin didukung oleh Mabes Polri.

“Jaksa dalam hal ini mengajukan beberapa dakwaan. Kami telah dimintai beberapa keterangan terkait beberapa kali jaringan JAD melakukan upaya melawan hukum dalam arti aksi terorisme,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal di Mabes Polri, Rabu (25/7/2018).

Polri mempunyai data lengkap dan sudah memberikan kepada jaksa yang saat ini sedang berproses melakukan penuntutan. Jaringan ini dalam tiga tahun terakhir memang kerap membuat ulah dan teror.

“Nanti ketika proses di pengadilan sudah selesai, apapun hasilnya, kalau misalnya hasilnya dilarang, ya kita kan lembaga penegak hukum maka kita akan tegakkan aturan. Kalau dilarang, dan masih beraktivitas, kita akan tegakkan hukum. Seperti ada satu ormas yang telah dilarang,” lanjutnya.

Menurut Iqbal, selain data dari Densus, jaksa juga melakukan investigasi. Mereka punya jaringan intelijen. Intinya, Iqbal melanjutkan, jaksa dan Polri melakukan upaya penegakkan hukum demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Ini bukan hanya soal nyawa yang hilang, tetapi harkat dan martabat NKRI yang juga harus dijaga di mata dunia. Jangan sampai ketika banyak teror kita diembargo sana sini, nanti nyawa yang lain juga bisa hilang karena kelaparan,” sambungnya.

Selama ini ada lubang di perangkat hukumnya sehingga penegak hukum belum bisa melakukan penegakan hukum dengan tegas. Indonesia harus tegas dengan aksi teror.

“Ibaratnya seperti melihat mereka di akuarium, kita sudah tahu yang mana jaringan yang membahayakan (tapi tak bisa ditindak).Ada perangkat hukum di negara lain yang bisa dicontoh seperti Malaysia, dan Singapura dimana mereka belum berbuat sudah bisa diamankan, ditangkap. Sampai berapa bulan. Kita (dulu) enggak bisa. Alhamdullilah kini bisa karena kemarin UU teroris baru sudah disahkan,” jelasnya. (yl)