Connect with us

Nasional

Kapolri: Negara Aktif Perangi Pendanaan Teroris

Published

on

Kapolri Hadiri Pertemuan Asia Pasific on Money Laundering di Nepal. (trinunnews)

Geosiar.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pentingnya negara aktif melaksanakan standar tindakan untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan teroris dalam pertemuan tahunan ke-21 Asia Pasific on Money Laundering di Nepal.

Indonesia masuk ke dalam organisasi perkumpulan pemerintah Asia Pacific Group on Money Laundering (APG ML) yang beranggotakan 41 negara tersebut.

Ia menyampaikan beberapa hal terkait pencegahan tindak pidana pencucian uang khususnya yang dimanfaatkan untuk aksi teroris.

“Organisasi ini berupaya untuk memastikan setiap negara anggota berperan secara aktif melaksanakan standar tindakan yang telah ditetapkan dalam kebijakan anti pencucian uang, pendanaan teroris dan penyebaran pendanaan senjata pemusnah massal,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Tito menyatakan, di Indonesia praktik pencucian uang tidak bisa ditolerir. Apalagi hasil pencucian uang digunakan untuk pendanaan aksi teror. Oleh karenanya, Indonesia terus berkomitmen melakukan pencegahan.

“Komitmen Indonesia terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidan pencucian uang dan pendanaan terorisme, baik di jurisdiksi Indonesia maupun dalam rangka kerjasama regional dan Internasional,” ucap Tito.

Mantan Kepala BNPT ini menilai bahwa kerjasama di bidang penanganan tindak pidana pencucian uang antarnegara penting untuk ditingkatkan.

Karena, kata dia, beberapa kali pihaknya menemukan indikasi dana aksi terorisme berasal dari luar negeri.

“Sehingga bisa memberikan keyakinan kepada pihak penilai FATF bahwa Indonesia serius dan sangat mendukung dalam menunjang upaya yang dilakukan RI guna menjadi anggota FATF (Financial Action Task Force),” ujar dia.