Connect with us

Politik

Hasyim SE : “Developer Pasar Timah Jangan Memaksa Diri”

Published

on

Medan, Geosiar.com- Pihak pengembang pembangunan revitalisasi Pasar Timah di Medan Area diminta agar tidak memaksakan pelaksanaan pembangunan. Tapi alangkah bagusnya menunggu putusan kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA).

Penegasan ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD Medan Hasyim SE (foto) menyikapi rencana pembangunan Pasar Timah yang saat ini sedang terbengkalai. “Pihak developer yang akan merevitalisasi Pasar Timah, tidak memaksakan diri. Diharapkan developer bersabar sampai putusan kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) keluar, ujar Hasyim kapada wartawan, Rabu (25/7/2018).

Hasyim menanggapi pernyataan pihak Developer Pasar Timah Sumandi Wijaya, yang mengeluhkan lambatnya proses pemindahan pedagang pasar itu ke tempat penampungan yang sudah disediakan. Akibatnya pembangunan Pasar Timah belum juga dapat dilaksanakan.

Saat menghadiri undangan Komisi C DPRD Medan pada pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Pasar Timah, sehari sebelumnya, Sumandi Wijaya, menyebutkan harusnya tidak ada lagi alasan para pedagang bertahan berjualan di Jl. Timah. Dia juga meminta Pemko Medan tegas memindah pedagang ke tempat penampungan.

Menanggapi hal ini, Ketua F-PDIP yang juga anggota Komisi C DPRD Medan Hasyim, menyebutkan bahwa revitalisasi Pasar Timah, belum bisa dilakukan. Karena masih berperkara di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Karena itu, menurut Hasyim, dia meminta developer untuk menahan diri sampai putusan MA tentang Pasar Timah keluar. ‘’Perkara Pasar Timah masih berproses di MA. Kita tugulah dulu. Marilah kita menghormati hukum,’’ sebutnya.

Hasyim, berharap pihak developer tidak memaksakan diri untuk segera memindahkan pedagang dan segera membangun Pasar Timah. Kalau developer mengeluhkan tentang lamanya proses hukum yang bertingkat-tingkat, disebutkan Hasyim, hal itu merupakan konsekwensi dari masalah yang terjadi. ‘’Kalau kita (F-PDIP) bersikap akan tetap mengadvokasi pedagang sampai adanya putusan MA,’’ ujarnya.

Menurut pendapat Hasyim, terjadinya persoalan pada rencana revitalisasi Pasar Timah ini dikarenakan sikap awal pihak developer yang tidak ‘merangkul’ pedagang. Akibatnya muncul berbagai asumsi yang membuat pedagang khawatir. (lamru)