Connect with us

Kriminal

Hot! Kronologi Duel Maut Renggut Nyawa Bocah SD di Garut

Published

on

Garut, Geosiar.com  — Masalah kecil yang berujung duel maut akhirnya terungkap oleh pihak kepolisian setelah diselidiki lebih lanjut kronologi perkelahian Bocah SD yang merenggut nyawa ini.

Diketahui Bocah berinisial FNM (12 Tahun) tewas usai berkelahi dengan teman sekelasnya HKM (12 Tahun). Pertikaian tersebut dipicu masalah buku.

Nyawa anak usia 12 tahun itu tak terselamatkan meski sudah menjalani perawatan di RS Garut. FNM mengalami luka sabetan gunting di bagian kepala.

Polisi turun tangan menyelidiki duel maut tersebut. Polisi menyita sebuah gunting, satu seragam pramuka serta jaket milik FNM yang digunakan saat insiden perkelahian.

Duel Maut ini berlangsung Jumat 20 Juli 2018. Berikut kronologi kejadian yang dihimpun berdasarkan informasi dari polisi:

Jumat 21 Juli 2018 siang.

Hkm mengaku kehilangan buku pelajaran saat jam pelajaran berlangsung. Setelah ditelusuri di kelas, buku tersebut tidak diketahui keberadaannya.

Sabtu 22 Juli 2018

– Pukul 07.00 WIB

Saat masuk ke ruangan kelas untuk mengikuti proses belajar mengajar, Hkm menemukan buku yang ia cari tepat di bawah meja belajar FNM (korban). Polisi menyatakan, Hkm saat itu curiga bahwa FNM yang menyembunyikan bukunya.

– Pukul 12.00 WIB

Para siswa selesai melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan mata pelajaran seni budaya. Dalam pelajaran tersebut, guru meminta anak didiknya membawa gunting karena para siswa melaksanakan praktik membuat kerajinan dari kertas.

FNM dan Hkm saat itu pulang bersama-sama dengan berjalan kaki. Keduanya tinggal di Kampung Cikeris, Cikandang, Cikajang.

– Pukul 13.15 WIB

Di sekitar Kampung Babakan Cikandang, Hkm berbincang dengan FNM menanyakan kembali masalah buku pelajaran miliknya yang sempat hilang. Hkm terus menuding bahwa FNM pelakunya.

Terjadi perkelahian saat itu. Menurut polisi, keduanya baku hantam dengan tangan kosong.

“Namun karena tersudutkan, pelaku mengeluarkan gunting dari kantongnya dan mengarahkan gunting ke arah korban,” ujar Kapolsek Cikajang AKP Cecep Bambang, Selasa (24/07/2018).

– Pukul 13.30 WIB

Salah seorang warga setempat bernama Ujang menyaksikan kejadian tersebut. Ujang yang melihat FNM bersimbah darah langsung membawanya ke puskesmas pembantu (pustu) yang terletak sekitar 100 meter dari lokasi perkelahian.

– Pukul 14.00 WIB

FNM mendapatkan perawatan di puskesmas. Setelah mendapatkan beberapa jahitan di kepala, FNM langsung dibawa keluarga ke RSUD Garut untuk diberikan tindakan medis lebih lanjut.

Barang bukti berupa seragam pramuka dan gunting.Barang bukti berupa seragam pramuka dan gunting. (Foto: Istimewa)

Minggu 22 Juli 2018

Kondisi FNM di RS Garut sempat kritis. Meski sudah diberikan tindakan medis oleh tim dokter, FNM meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB.

– Pukul 16.00 WIB

Keluarga memakamkan jasad FNM di pemakaman Kampung Cikeris, Cikandang. (Ut)