Connect with us

Pilpres 2019

6 Point Diskusi Presiden Bersama 6 Ketum Parpol Tadi Malam

Published

on

Jakarta, Geosiar.com – Pertemuan antara Presiden Jokowi dan 6 Ketum Parpol yang berlangsung senin malam (23/7/018) di Istana Bogor, menghasilkan 6 hasil point diskusi terkait pilpres 2019.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) mengungkap 6 poin hasil pertemuan tersebut.

“Pada kesempatan ini saya hanya menyampaikan kaitan pencapresan, di mana koalisi menyepakati sejumlah hal pokok,” kata Rommy, Selasa (24/7/2018).

Adapun 6 Point hasil diskusi antara Presiden Jokowi Bersama dengan 6 Ketum Partai Politik ialah :

  1. Koalisi sepakat mengusung kembali Jokowi sebagai Capres 2019 tanpa reserve (cadangan).
  2. Koalisi menyepakati 6 parpol sebagai formasi solid pengusungan. Dalam hal masih ada parpol lain yang dalam perundingannya di tempat lain tidak berakhir happy ending, koalisi tidak membatasi hanya pada 6 parpol saja. Namun demikian, tambahan anggota koalisi harus disepakati seluruh anggota yang 6 secara mufakat.
  3. Koalisi sepakat bahwa dukungan parpol2 kpd pemerintahan Jokowi hrs dilandasi itikad baik, mengedepankan disiplin berkoalisi, konsistensi dlm berkomunikasi di dalam dan di luar ruang rembug koalisi, dan prinsip saling memahami kelebihan dan kekurangan setiap pemerintahan yg harus dikawal dan dikoreksi terus-menerus secara santun, terukur, dan menjunjung tinggi etika politik.
  4. Koalisi menyepakati secara bulat 1 nama cawapres warga terbaik Indonesia untuk mendampingi Jokowi. Adapun kapan penyampaian namanya kepada publik, koalisi memberikan kehormatan tertinggi kepada Presiden Jokowi untuk mengumumkan pada saatnya.
  5. Koalisi juga menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan hari baik pendaftaran pada hari-hari terakhir pendaftaran Pilpres 4-10 Agustus 2018, menyesuaikan juga dengan kesibukan tugas-tugas negara yang beliau emban.
  6. Koalisi sepakat untuk memerangi digunakannya hoax, fitnah dan insinuasi kebencian berlatar SARA sebagai sarana pemenangan kontestasi politik. Seraya mengingatkan penegakan hukum tanpa pandang bulu atas digunakannya hal-hal tersebut dalam Pilkada yang telah berlalu maupun Pilpres dan Pileg tahun depan. Mengingat hal tersebut berpotensi memecah-belah sesama anak bangsa dan mengusik kerukunan umat beragama yg mencederai nasionalisme kita.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan 6 Ketua Umum mengadakan pertemuan tertutup dari awak media di kediaman Presiden, Istana Bogor pukul 20.30 WIB hingga 22.45 WIB, Senin (23/7/2018). Pertemuan ini bertujuan menentukan nama cawapres di Pilpres 2019 bersama dengan Presiden Jokowi. (Ut)